Deretan Basa-basi Terbasi Abad Ini

Basa-basi terkadang diperlukan untuk mencairkan suasana dalam sebuah pertemuan. Namun basa-basi yang basi kadang membuat kesal lawan bicara. Bersama dengan dua berita lainnya, artikel tentang basa-basi terbasi di abad ini menjadi yang terpopuler dari kanal Lifestyle.

Deretan Basa-basi Terbasi Abad Ini

Berikut tiga berita terpopuler dari kanal Lifestyle Liputan6.com sepanjang Minggu (12/8/2018).

Dalam sebuah percakapan, basa-basi diperlukan untuk mencairkan suasana dan memberikan rasa akrab. Namun, pada beberapa kasus, basa-basi tersebut justru menyebabkan rasa kesal bagi lawan bicara. Bisa karena tidak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan, tersinggung, menyentuh persoalan pribadi, atau bisa juga karena pertanyaan yang diajukan terkesan menyudutkan dan tidak berdasar.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi asas ramah-tamah, maka penggunaan basa-basi di Indonesia sangat sering dilakukan. Berikut ini kami hadirkan lima macam basa-basi menyebalkan abad ini sebagai panduan bagi Anda untuk tidak mengulanginya kembali di kemudian hari. Baca selengkapnya di sini.

Ditinggal Saat Sedang Sayang-Sayangnya? Ternyata Ini Alasannya
putus cinta
Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)
PDKT atau tahap pendekatan adalah tahap di mana wanita dan pria saling mengenal satu sama lain. Keberhasilan dalam tahap ini akan mengantarkan keduanya ke dalam hubungan yang lebih serius. Namun, apabila dibandingkan dengan keberhasilan tersebut, kegagalan dalam melewati tahap ini terjadi lebih sering.

Salah satu kasus yang biasanya terjadi adalah ketika salah satu pihak akan menghilang tanpa ada penjelasan. Fenomena tersebut disebut ‘ghosting’ sebuah keadaan di mana seseorang menghilang begitu saja dengan putusnya komunikasi secara tiba-tiba. Istilah yang apabila diterjemahkan menjadi ‘hantu’ ini menjadi tren di kebanyakan kaum pria ketika tidak ingin melanjutkan hubungan dengan gebetannya. Baca selengkapnya di sini.

Jangan Mimpi Jadi Hotelier Kalau Tidak Punya Sifat-Sifat Ini
Ilustrasi Kamar Hotel
Ilustrasi kamar hotel. (iStockphoto)
Menjadi seorang hotelier memang menyenangkan, selain punya banyak kenalan dan berkesempatan traveling ke berbagai tempat, profesi ini cenderung dihormati lantaran seorang hotelier cenderung memiliki sikap menyenangkan kepada siapa pun. Namun demikian, untuk bisa berprofesi sebagai hotelier bukanlah perkara mudah.

Ikin Solikin, Chairman of Ajar, situs pertama di Indonesia yang fokus terhadap profesi hotelier dan perkembangan industri hotel dan pariwisata kepada Liputan6.com mengatakan, untuk menjadi seorang hotelier sebenarnya simpel, namun dibutuhkan kerja keras yang tidak mudah. Apalagi industri hotel di dunia selalu berevolusi, selalu mengikuti perkembangan zaman. Baca selengkapnya di sini.

Peristiwa Pesawat Dimonim yang Diduga Menabrak Gunung Menuk

Pesawat Phylatus milik maskapai penerbangan nasional Dimonim Air yang hilang kontak dalam penerbangan dari Tanah Merah ke Oksibil yang terletak pada Provinsi Papua pada Sabtu, 11 Agustus 2018 diduga menabrak Gunung Menuk yang berada dalam kawasan Pegunungan Bintang.

Peristiwa Pesawat Dimonim yang Diduga Menabrak Gunung Menuk

Dugaan itu diperkuat dengan laporan warga sekitar Leo Kakyarmabin yang menelpon Kasat Intel Polres Pegunungan Bintang. Leo mendengar suara pesawat yang menuju gunung dan tidak lama kemudian terdengar ledakan.

“Memang ada laporan masyarakat kampung Okatem, Distrik Serambakon yang mendengar suara pesawat terbang yang menuju ke arah gunung Meluk yang disusul bunyi ledakan,” kata Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Michael seperti dilansir dari Antara.

Berdasarkan telepon dari warga itu pihaknya langsung menindak lanjuti. Tim langsung mendatangi kawasan Serambakon dan melakukan pencarian. Namun karena sudah malam dan cuaca tidak bersahabat maka pencarian dihentikan.

“Kami akan kembali melakukan pencaharian pada Minggu 12 Agustus dan akan ke Gunung Menuk yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Serambakon,” kata Michael.

Pesawat milik Dimonim dengan pilot Leslie Sevove dan Co pilot Wayan Sugiarta terbang dari Tanah Merah pukul 13.42 WIT dan dijadwalkan tiba di Oksibil pukul 14.20 WIT.

Pesat tersebut juga membawa tujuh penumpang di antaranya Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin, Naimus, dan Jumaidi.

Apakah Facebook Membiarkan Grup Konten Bajakan?

Facebook gagal memberantas pembajakan film di media sosialnya, menurut laporan Business Insider. Dilaporkan, terdapat grup di Facebook — beberapa di antaranya memiliki ribuan anggota — yang membagikan film secari ilegal, termasuk film-film yang baru tayang.

Apakah Facebook Membiarkan Grup Konten Bajakan?

Anehnya, kebanyakan grup ini tidak berusaha untuk merahasiakan keberadaannya. Kelompok-kelompok tersebut bukanlah kelompok tertutup yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu.

Faktanya, menurut laporan Business Insider, sebagian besar grup yang membagikan konten ilegal ini merupakan grup publik dengan judul seperti “Full HD English Movie”. Banyak dari grup ilegal ini juga sudah berumur beberapa tahun. Ada beberapa grup yang telah hadir sejak 2016.

Masalahnya, grup-grup ini tidak hanya menampilkan tautan ke konten ilegal yang ada di situs lain atau menawarkan tautan untuk mengunduh film bajakan, kelompok tersebut tampaknya secara aktif mengunggah video di platform Facebook.

Konten yang tersedia dalam grup-grup tersebut termasuk film populer seperti The Greatest Showman, Transformers: The Last Knight dan bahkan film terbaru seperti Ant-Man and The Wasp, meski kualitas videonya masih buruk.

Pembajakan film bukanlah hal yang baru di internet. Grup dan forum film bajakan telah muncul sejak tersedia internet dengan kecepatan cukup tinggi untuk mengunduh film atau menyiarkan film. Masalahnya, Facebook tampaknya enggan untuk mengatasi masalah pembajakan ini.

Kepada Business Insider, Facebook berkata bahwa konten bajakan bukanlah tanggung jawab mereka selama pemegang hak cipta tidak memprotes.

Memang, Facebook memiliki alat berupa Rights Manager, yang membantu para pemilik hak cipta untuk melaporkan konten mereka yang dicuri atau disebarkan secara ilegal. Namun, tampaknya, alat itu tidak cukup mumpuni untuk mencari konten yang tercuri.

Facebook tampaknya memanfaatkan Digital Millenium Copyright Act sebagai alasan untuk tidak mencari konten bajakan karena mereka hanya harus bertanggung jawab ketika mereka tahu akan keberadaan konten itu. Jauh lebih mudah bagi mereka untuk membiarkan para studio film untuk mencari konten mereka yang dibajak.

Gaya Balapan Lorenzo Ternyata Ditiru Penerusnya

Pembalap tim MotoGP Alma Pramac Racing, Danilo Petrucci, mengakui dirinya tengah mencoba gaya membalap Jorge Lorenzo. Pembalap Ducati itu dinilai sangat gesit pada saat start balapan.

Gaya Balapan Lorenzo Ternyata Ditiru Penerusnya

Lorenzo masih diperhitungkan sebagai salah satu rider terkuat di MotoGP 2018. Meski jarang naik podium, mantan pembalap Yamaha tersebut hampir selalu mendapat posisi terdepan di setiap lap awal balapan.

Hal itu bahkan diakui sendiri oleh juara bertahan sekaligus pemuncak klasemen MotoGP sementara, Marc Marquez. Rider Honda itu menyebut Lorenzo hampir mustahil dikejar bila konsisten berada di posisi pertama.

“Dia (Lorenzo) sangat bagus pada awal balapan dan jika Anda perhatikan, dia selalu memaksakan di setiap sesi latihan bebas. Terkadang, ia sangat cepat pada lap pertama latihan,” kata Petrucci.

“Dia seorang juara dan dia punya kelebihan di beberapa area. Kami mempelajari ini dan karena pada beberapa balapan kami mencoba menirunya, mencoba lebih efisien. Bagi dia mudah untuk menjadi yang tercepat di lap pertama balapan,” sambungnya.

Petrucci ditunjuk tim pabrikan Ducati untuk bersanding dengan Andrea Dovizioso musim depan. Rider asal Italia itu akan menggantikan posisi Lorenzo musim depan yang hengkang ke Repsol Honda bersanding dengan Marquez.

Ternyata Peserta BPJS Kesehatan Capai 199 Juta Jiwa

Jumlah peserta BPJS kesehatan hingga saat ini mencapai 199 juta jiwa. Angka itu diperkirakan terus meningkat.

Ternyata Peserta BPJS Kesehatan Capai 199 Juta Jiwa

“Alhamdulilah perminggu ini jumlah peserta sudah 199,5juta,” kata Direktur Utama BPJS, Fahmi Idris di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 29 Juli 2018.

Dengan peningkatan jumlah peserta yang signifikan, Fahmi berharap masyarakat semakin sadar akan kesehatannya dan turut berpartisipasi bergabung dengan BPJS Kesehatan. Bukan saja untuk kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga membantu kesehatan orang lain.

“Kalau tidak sakit sesungguhnya membantu yang lain, beramal, berkontribusi untuk yang lain untuk kesehatannya,” ujar Fahmi.

Fahmi berkomitmen di usia yang ke-50, BPJS Kesehatan terus berbenah. Ia menyadari masih banyak kekurangan terutama soal pelayanan yang belum maksimal.

Ia menargetkan jumlah peserta BPJS Kesehatan mencakup seluruh penduduk Indonesia pada 2019. “Kepuasan peserta, kemudian fasilitas kesehatan, kemdian jumlah peserta menuju 95 persen penduduk Indonesia pada 2019,” ujarnya.

Fahmi mengingatkan masyarakat menerapkan hidup sehat. Karena hidup sehat itu penting agar bisa melakukan aktifitas semaksimal mungkin.

“Dengan sehat kita bisa bekerja lebih baik, belajar lebih baik, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita baik,” pungkasnya.

Kemenpora Akan Berikan Kejutan kepada Atlet Paralayang

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan kejutan kepada atlet paralayang Indonesia. Kejutan tersebut berupa penghargaan yang ditujukan untuk para pahlawan olahraga Indonesia.

Kemenpora Akan Berikan Kejutan kepada Atlet Paralayang

Penghargaan diberikan secara langsung oleh Menpora Imam Nahrawi setelah melihat prestasi dari para atlet selama ini. Meski sering menjadi juara dunia, mereka awalnya tak mendapatkan penghargaan yang tinggi.

Tapi, Imam mencoba menginisiasi sebuah penghargaan terhadap salah satu cabor andalan Indonesia di Asian Games 2018 nanti. Prosesi unik sebelum memberikan penghargaan sempat dilakukan oleh Imam.

Pertama, dia mengundang awak tim paralayang untuk nonton bareng film Mission Impossible di Pacific Place, Jakarta. Sebanyak 13 atlet dan satu pelatih nampak datang memenuhi undangan Cak Imam, yang kemudian mengajak atlet Paralayang berjalan kaki ke rumah dinasnya di Widya Chandra III/14 karena kondisi jalan yang macet.

“Jalan kaki saja, bagaimana? Dekat dari sini sekalian kita olahraga,” kata Imam lewat rilis yang diterima Medcom.id, Jumat (27/7).

Usai itu, Imam lantas menjamu para atlet dengan makam malam khas Madura. Sebakul nasi jagung, ditambah sayur bening, ikan asin, dan penyet ikan lele plus sepat, menjadi santapan tim.

Sejurus kemudian usai makan, Imam lantas mengumumkam kabar kejutan. Piagam kepada masing-masing atlet dan pelatih diberikan, serta uang pembinaan sebesar Rp200 juta diserahkan kepada PB FASI (Federasi Aero Sport Indonesia).

Imam mengatakan apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk terima kasih kepada atlet paralayang yang telah mengharumkan nama Indonesia. Saat ini Paralayang Indonesia menempati peringkat pertama ranking dunia versi World Air Sports Federation (FAI) dalam kategori ketepatan mendarat per 1 Juli 2018.

“Kami ingin berterima kasih kepada atlet-atlet yang telah berjuang untuk bangsa Indonesia. Seperti diketahui beberapa nama atlet Paralayang telah menjadi juara dunia. Kami ingin memberikan mereka motivasi untuk bisa berprestasi lagi, terutama di ajang Asian Games di mana kami menjadi tuan rumah,” ungkap Imam.

Elisa Manueke, salah satu atlet mengaku senang atas perhatian yang telah diberikan oleh pemerintah. Dia menjadi juara dunia di kategori perorangan putra di kelas akurasi pada 2017 lalu.

“Tidak nyangka ya kaget karena sebelumnya beliau melihat kami terbang dan menanyakan keluhan-keluhan kami, kekurangan-kekurangan apa saja langsung ditindak lanjuti. Kemarin ada pemeriksaan kesehatan yang belum tuntas hari ini langsung tuntas,” ungkap dia.

Dia mencontohkan dengan hasil MRI yang awalnya belum dibaca dan lambat prosesnya, setelah direspon oleh Imam langsung selesai hari ini.

“Kebetulan hari ini hari libur latihan, kami diajak nonton bareng. Jadi luar biasa Bapak Menpora, lain dari yang dulu-dulu kurang memperhatikan. Kebetulan tahun lalu luar biasa bagi kami kami juara dunia di semua nomor, putra putri beregu. Itu hal yang luar biasa meski tidak sepopuler cabang lain,” imbuhnya.

Disinggung penghargaan dan uang pembinaan, Elisa tak mempermasalahkan besaran dan bentuk piagamnya.

“Bagi kami uang tidak utama, yang penting penghargaan dari negara sebagai bentuk pengakuan. Selama ini kan tidak ada,” dia menegaskan.

Sementara itu, Kabid Penghargaan Kemenpora Sutikno menjelaskan bahwa nilai penghargaan yang diberikan memang tak sebesar saat Asian Games nanti.

“Ini hanya sebagai bentuk apresiasi. Nilainya tidak besar, tapi akan lebih besar lagi saat mereka berprestasi di Asian Games 2018 nanti,” tandasnya.

Keputusan PBSI Turunkan Pemain Muda di Kejuaraan Dunia

Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) memutuskan menurunkan para pemain muda di Kejuaraan Dunia yang digelar 30 Juli-5 Agustus di Nanjing, Tiongkok. Dari 29 atlet yang diberangkatkan, hanya nama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang menonjol.

Keputusan PBSI Turunkan Pemain Muda di Kejuaraan Dunia

Sisanya, para pemain senior macam Tontowi Ahmad/Lilinaya Natsir tak ikut diberangkatkan ke Tiongkok. PBSI memilih mengandalkan para pemain yang rata-rata baru menjalani debut di Kejuaraan Dunia.

Bukan tanpa alasan PBSI mempercayakan para pebulu tangkis mudanya. Sekretaris PBSI Achmad Budiharto menyebut keputusan itu merupakan upaya dari proses regenerasi.

“Proses regenerasi itu harus terjadi. Menurut kami itu suatu hal yang positif,” tegas Budi di Pelatnas PBSI, Kamis (26/7) lalu.

Uniknya, PBSI bahkan sudah mempercayai pasangan ganda putri junior Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti turun di Kejuaraan Dunia 2018. Mereka menjadi pemain termuda yang sama-sama baru berusia 18 tahun dan masih bermain di level Kejuaraan Dunia Junior dan Kejuaraan Asia Junior 2018.

“Kami menilai dari hasil Indonesia Open kemarin, Agatha/Fadia bisa memberikan perlawanan dari pasangan terkuat dunia. Ini menjadi pertimbangan bahwa mereka sudah waktunya merasakan turnamen di level yang lebih tinggi,” tutup Budi.

Pendakian Gunung Rinjani Ditutup untuk Sementara waktu

Pendakian Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barata (NTB) ditutup sementara usai diguncang gempa berkekuatan 6,4 pada skala richter (SR), Minggu, 29 Juli 2018 pukul 06.47 WITA. Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) menyebut kebijakan itu dilakukan agart tak ada korban jiwa.

Pendakian Gunung Rinjani Ditutup untuk Sementara waktu

“Untuk sementara pendakian gunung Rinjani ditutup karena ada indikasi longsor berupa debu di sekitar gunung,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkat, Minggu, 29 Juli 2018.

Gempa dirasakan cukup kuat di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok utara. Menurut Sutopo, beberapa bangunan rumah warga roboh dan membuat panik warga.

“Kota Mataram gempa dirasakan sangat kuat selama 10 detik, warga sempat panik keluar rumah,” ujarnya.

Sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal. Tim penyelamat masih melakukan patroli di lapangan.

Hasil analisis sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pusat gempa bumi tersebut pada koordinat 8,26 lintas selatan, dan 116,55 bujur timur. Lokasi gempa terjadi di regional Sumbawa pada kedalaman 10 kilometer.

Google Akan Memperkenalkan Kunci Fisik untuk Perkuat Keamanan

Google baru saja mengumumkan produk baru yang disebut Titan Security Key. Saat ini, produk tersebut tersedia untuk pelanggan cloud dan bisa digunakan untuk masyarakat umum dalam waktu beberapa bulan ke depan.

Google Akan Memperkenalkan Kunci Fisik untuk Perkuat Keamanan

Kunci ini digunakan untuk autentikasi login via Bluetooth dan USB. Juru bicara Google berkata, kunci Titan juga dilengkapi dengan firmware khusus buatan Google yang berfungsi untuk memverifikasi keasliannya, menurut laporan The Verge.

“Titan Security Key memberikan Anda rasa aman bahwa akun Anda terlindungi dengan kepastian dari Google akan integritas dari kunci fisik,” kata Google dalam sebuah blog post.

Kunci Titan dibuat sesuai dengan spesifikasi FIDO, standar autentikasi yang didukung oleh sejumlah aplikasi dan peramban. Karena itu, kunci ini bisa digunakan untuk masuk ke layanan non-Google, meski layanan itu tidak akan bisa menggunakan firmware untuk melakukan verifikasi.

Akun Google sendiri telah mendukung penggunaan kunci keamanan fisik sejak 2014. Sama seperti kunci fisik lainnya, kunci Titan akan memberikan keamanan yang lebih baik dari sekadan kode konfirmasi, yang bisa dicuri via serangan relay.

Pengguna yang ingin menggunakan kunci Titan harus memastikan bahwa mereka tidak mengizinkan login tidak aman tanpa kunci melalui program Advanced Protection dari Google. Selain itu, pengguna juga sebaiknya memiliki kunci kedua sebagai cadangan jika kunci pertama hilang.

Google telah menguji kunci ini secara internal selama lebih dari satu tahun. Namun, mereka baru menyediakan kunci ini belakangan.

Meninjau Pelatnas Paralayang, Menpora Bahas Soal Doping

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kembali meninjau pelatihan nasional (pelatnas) jelang Asian Games 2018. Kali ini, Menpora meninjau pelatnas cabang olahraga (cabor) paralayang di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Juli 2018.

Meninjau Pelatnas Paralayang, Menpora Bahas Soal Doping

Setibanya di lokasi, Menpora Imam langsung berdialog dengan para atlet paralayang untuk mengetahui permasalahan yang dialami. Salah satu masalahnya mengenai doping.

Salah satu atlet menjelaskan kepada Imam bahwa atlet paralayang kerap mengonsumsi obat flu dan sebagainya. Alasannya, para atlet sering tinggal dan latihan di suhu yang dingin.

Mereka khawatir obat yang mereka konsumsi tersebut tidak sesuai kriteria Lembaga Anti Doping sehingga dinilai mengandung doping dan diberi sanksi. Hal ini tentunya akan merugikan saat bertanding.

“Kita takutnya kena doping, Pak. Kita mesti tahu (seperti apa kriteria obat yang mengandung doping),” ujar Elisa Manueke, salah satu atlet paralayang.

Menanggapi pertanyaan Elisa, Imam langsung menelepon Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Zaini Kadhafi Saragih untuk segera menurunkan tim menemui para atlet paralayang di kawasan Puncak, Bogor. LADI berjanji akan menemui para atlet pada Sabtu, 27 Juli 2018.

Nantinya tim LADI akan memeriksa obat yang dikonsumsi oleh atlet apakah mengandung doping atau tidak. Para atlet juga akan diberi edukasi mengenai obat yang mengandung doping dan yang tidak.

“Ini sangat penting untuk diketahui oleh atlet semua cabang olahraga,” ujar Imam.

Selain soal doping, atlet juga mengeluhkan penanganan dokter karena dinilai kurang maksimal. “Dokter belum memeriksa hasil MRI kami,” kata salah satu atlet.

Terkait masalah ini, Imam juga telah menelepon pihak rumah sakit yang bersangkutan untuk segera menindaklanjutinya, paling lambat malam ini. Menurutnya, cedera atlet tidak bisa dibiarkan. “Begini cara saya untuk menyelesaikan masalah,” ucap Imam, tegas.