Lintasan Datar Tempat Para Pembalap UBK Incar Kemenangan

Jakarta – Fatahillah Abdullah, 32, pembalap Indonesia dari tim UBK, mengincar kemenangan di etape 1, 2, serta 4 International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) 2017. Sesertagkan etape 3, dia mengakui, sulit ditidaklukkan.

Rute etape 1, 2, serta 4 mengelilingi Kota Banyuwangi dengan lintasan cenderung datar. Etape 3 lebih sulit sebab lintasan menanjak ke arah Gunung Ijen.

Lintasan Datar Tempat Para Pembalap UBK Incar Kemenangan

Selasa pagi sampai siang, 26 September 2017, Fatahillah mengetes lintasan di dalam kota sampai perbatasan Banyuwangi. Menurutnya, kondisi lintasan seperti dilalui dengan baik. Dia dua kali mengmengikutii ITdBI pada 2012 serta 2013. Dari dua kali kemengikutidanan ini, Fatahillah merasakan sulitnya menaklukkan tanjakan Ijen.

“Seperti menantang ini nanti etape ketiga, ke arah Ijen. ini sehingga penentuan sebuah tim bagus atau tak,” ujar Fatahillah kepada Metrotvnews.com, ditemui di lokasi.

Meski demikian, ia tetap akan bersaing dengan pembalap luar negeri agar dapat memenangkan etape 3. Fatahillah sudah menyiapkan diri dengan mencoba lintasan menanjak serta mengmengikutii kompetisi lokal. Selebihnya, ia fokus di lintasan datar. “aku mengincar seperti datar sebab aku lebih ke sprint. Mungkin nanti di etape empat, sebab ini kan flat,” kata Fatahillah.

Di etape 3, pembalap akan start dari Muncar serta fitush di Paltuding-Ijen dengan ketinggian 1.880 meter. Lintasan di etape 3 sejauh 116.3 kilometer.

Menurutnya, ITdBI 2017 akan lebih kompetitif sebab dimengikutii pembalap-pembalap terbaik dunia. Selain ini, lintasan ITdBI banyak menyuguhkan pemansertagan alam menarik serta kebudayaan lokal. “Tim Kinan asal Jepang juga mengikuti lagi. Selebihnya aku belum tahu. Tapi seperti mengikuti pasti hebat-hebat,” kata Fatahillah.

Fathahillah mewakili Indonesia di SEA Games di Malaysia. Ditinjau dari segi teknik, tim balap sepeda Indonesia sanggup bersaing dengan tim negara lain, namun masih kesulitan agar dapat mencapai puncak kompetisi.

“Kita kalah sebab kurangnya kompetisi lokal. Sesertagkan tim negara lain, lebih sering mengikuti kompetisi. Setelah SEA Games, sudah mengikuti lagi,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *