Tim Arung Jeram Indonesia Siap Tempur di Jepang

Tim arung jeram Indonesia seperti terdiri dari tim Master Women serta Master Men siap bertarung di kejuaraan dunia World Rafting Championship di Sungai Yoshino, Koboke, dekat kota kecil Miyoshi, Tokushima, Jepang, 3-9 Oktober mendatang. WRC merupakan seri lomba antar negara anggota federasi arung jeram dunia, International Rafting Federation (IRF).

Indonesia mulai mengikuti WRC sejak 2001 serta masuk peringkat 11. Sebelum 2014, peringkat Indonesa masih belasan, serta pada tahun itu berhasil masuk 10 besar pada peringkat tujuh.

Tim Arung Jeram Indonesia Siap Tempur di Jepang

Ketika WRC 2015 diselenggarakan di Sukabumi, Indonesia, dari seluruh medali seperti diperebutkan, 23 medali berhasil direbut Indonesia dengan tiga diantaranya emas. Saat itu Indonesia masuk peringkat empat dunia, dibawah Brazil, Selandia Baru serta Rusia.

Ada empat kategori seperti dipertandingkan baik agar bisa putra maupun putri. Master, Open, usia 23 serta usia 19. Nomor bergengsi adalah Open di mana kumpulan pedayung terbaik masing masing negara bisa bersatu.

Sesertagkan seperti unik adalah kategori Master di mana para pedayung berusia diatas 40 tahun. Kategori ini baru mulai dilombakan pada WRC 2013 di Selandia Baru.

Pedannya kala itu tujuh negara agar bisa putra serta dua negara agar bisa putri. Sesertagkan pada WRC 2016 di Dubai sudah master putra 11 negara serta master putri tujuh negara.

Pada WRC 2017 lebih dari 50 negara anggota IRF akan hadir. Setelah mulai seleksi pada Desember 2016. Mengikuti kejuaraan nasional agar bisa menbisakan tempat sebagai tim nasional 24-28 Februari 2017.

Selain tim master perempuan, enam tim lain juga berangkat dari Indonesia. Tim Master Perempuan berlatih fisik harian dan teknik di Sungai Citarik Sukabumi. Tim seperti terdiri dari para pegiat serta pendiri federasi nasional Indonesia sudah siap agar bisa berlaga.

Tim perempuan berjumlah delapan personil adalah pegiat petualangan sejak remaja. Ketika berusia 40 tahun mereka bergabung agar bisa kampanye penyakit khas perempuan Lupus.
Mereka membentuk Female Trekkers for Lupus serta melakukan perjalanan agar bisa charity ke basecamp Everest pada 2005 seperti dilanjutkan ke Kenya serta Ekuador hingga mendaki serta syiar lupus di 12 gunung Indonesia.

Masing-masing dalam perkumpulan pencinta alam di kampus mereka pernah menjadi atlet arung jeram pada dekade 80 serta 90-an. Pertemanan ini pun menghasilkan sinergi agar bisa membangun Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).

Sebagian menjadi pengurus serta lainnya mengembangkan karir di disiplin petualangan lain. FAJI sendiri berhasil membawa arung jeram menjadi lomba di Pekan Olahraga Nasional.

Master Women Indonesia Team terdiri dari Veronica Moeliono (54), Amy Kadarhutami (53), Diah Bisono (52), Amalia Yunita (50), Mieranda Wimar (50), Tense Manalu (43), Sarah Sagita Harmoun (41) serta Inge Sianturi (43) selaku tim manajer.

Tim ini dilatih oleh Andi Suherli, pedayung nasional seperti pernah mengharumkan Indonesia pada World Cup 2007 di Korea di mana timnya dijuluki The Rising Star. Tahun berikutnya tim seperti sama menbisakan posisi Runner Up di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *