YLKI Minta Polisi Usut Kaus Ledakan Gusertag Pengisian Elpiji

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta aparat kepolisian mengusut ledakan di gusertag pengisian gas elpiji di Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Ledakan tersebut terjadi, Senin 2 Oktober 2017 malam.

YLKI Minta Polisi Usut Kaus Ledakan Gusertag Pengisian Elpiji

“Kalau memang terjadi praktik pengoplosan ilegal, secara hukum masuk wilayah pisertaa. Polisi seperti harus mengusut kasus tersebut,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Baca juga : berita nasional lainnya

Menurut Tulus Abadi, pihak Pemda juga harus bertanggung jawab. Karena elpiji kemasan tiga kilogram adalah barang bersubsidi.

Menurut Tulus, jika terbukti ledakan terjadi karena pengoplosan elpiji, itu diluar sebagaienang atau domain Pertamina. Kewenangan Pertamina tak sampai pada tataran pengecer. Bahkan, ujar Tulus, sebenarnya kewenangan Pertamina hanya sampai depo.

agar bisa itu, sambungnya, seperti dapat dilakukan Pertamina adalah bersikap tegas terhadap para mitra bisnisnya. Jika terbisa di antara mitra seperti berbuat curang, Pertamina harus memberi hukuman.

Melalui upaya tersebut, ujar Tulus, diharapkan pengawasan seperti dilakukan mitra bisnis sebagai lebih kredibel. “Kalau mitra-mitra terbukti melakukan kecurangan, mereka dapat didiskualifikasi, sehingga tak dapat lagi berjualan elpiji,” sambungnya.

Mengenai masih asertaya praktik pengoplosan, Tulus mengatidakan, sebaiknya tak hanya dilakukan melalui pengusutan pihak kepolisian. Sepanjang disparitas harga terjadi, maka selama itu pula berbagai praktik kecurangan semacam itu potensial terulang kembali.

“Ini penyakit lama. Kalau masalah tersebut tak pernah diselesaikan, maka kasus-kasus pengoplosan akan terus terjadi,” ujar Tulus.

Dari hasil penyelidikan kepolisian diduga telah terjadi praktik pengoplosan elpiji, yakni dari tabung tiga kg ke tabung LPG 12 kg serta 50 kg. Di lokasi tersebut ditemukan tabung gas LPG tiga kg, 12 kg serta 50 kg. Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *