Polisi Sulit Identifikasi Jenazah Korban Ledakan Gudang Petasan

Sebanyak 43 jenazah korban kebakaran gudang petasan di Kosambi, Tangerang, belum teridentifikasi. Baru empat jenazah yang telah teridentifikasi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan alasan yang membuat tim DVI kesulitan dalam mengungkap identitas jenazah.

Salah satunya yakni tanda pengenal korban sebelum kejadian seperti baju yang dikenakan atau properti seperi anting, gelang. Kata dia, pihaknya tak menemukan tanda pengenal tersebut.

“Itu semua tidak ada. Kemudian kondisinya juga tidak memungkinkan,” kata Argo di RS Said Sukamto (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu 28 Oktober 2017.

Sementara itu, Kepala Bidang Pekayanan Kedokteran Kepolisian, Kombes Sumirat, menjelaskan untuk bisa mengidentifikasi korban perlu dua data yakni antemortem dan postmortem.

“Antemortem itu primer ada di sidik jari, gigi, dan DNA. Lalu data sekuler, seperti data media yang melekat pada korban seperti tahi lalat dan lain-lain. Juga ditambah properti lainnya yang melekat mungkin jam tangan,” kata Sumirat.

Sementara data postmortem ialah data yang diambil dari jenazah. Dia bilang nantinya kedua data tersebut bakal disandingkan untuk proses identifikasi.

“Kita samakan, giginya seperti apa dan DNA seperti apa,” tutur dia.

Dirinya mengakui, saat ini pihaknya kesulitan untuk mengudentifikasi jenazah korban lantaran kondisi jenazah yang sudah sulit dikenali. Pihaknya meminta agar keluarga korban membawa data berupa foto gigi korban.

“Misal saat korban saat tersenyum atau sidik gigi di media sosial khususnya yang giginya kelihatan. Kita juga minta keluarga korban untuk menbawa data keluarga korban pernah ke RS atau ke puskesmas saat sakit gigi,” ujar Sumirat.

Sebab, lanjut Sumirat, pihak RS atau Puskemas yang menangani gigi pasti memikiki catatan medis perihal gigi dari korban, dengan catatan tersebut, akan memudahkan proses identifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *