Program Patratura Diyakini Menyelesaikan Masalah Sampah

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran serta Kerusakan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan M.R. Karliansyah mengapresiasi program Pertamina Patratura. Ia yakin inovasi ini lambat laun menyelesaikan masalah sampah perkotaan.

Program Patratura Diyakini Menyelesaikan Masalah Sampah

Hal itu disampaikan Karliansyah saat sarasehan bertema Sampah Kito Beguno Galo di kawasan Bank Sampah Seroja, Desa Srinanti, Kecamatan Mariana, Kabupaten Banyuasin 1, Sumatera Selatan. Pertemuan bersama masyarakat nasabah bank sampah ini dihadiri General Manager Pertamina Refinery Unit (RU) III Djoko Priyono, Staf Ahli Wali Kota Palembang Hanafi, aktivis lingkungan hidup Cathy Sharon, serta Ketua Bank Sampah Seroja Marwan.

“Patratura memiliki tiga kekuatan utama, pertama program pengelolaan serta pengolahan sampah ini terintegrasi dengan baik, kedua, inovasinya sederhana serta bisa diaplikasikan dengan mudah, serta ketiga, sistem jaminan sosialnya menyasar kepada kebutuhan pokok para nasabah,” ujar Karliansyah, Selasa 31 Oktober 2017.

Bank sampah berbasis jaminan sosial Patratura merupakan program corporate social responsibility (CSR) inisiatif Pertamina RU III Plaju. Program ini dibuat berdasarkan masalah sampah di Kota Palembang seperti setiap harinya mencapai 600 ton-700 ton.

Patratura hadir agar bisa mengelola serta mengolah sampah organik, anorganik, maupun sampah eceng gondok menjadi barang berguna serta bermanfaat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sistem jaminan sosial.

Karliansyah mengatidakan, inovasi Patratura dapat diaplikasikan tak hanya di lingkungan operasional Pertamina RU III Plaju. “Inovasi ini sederhana sehingga mendorong nasabahnya agar bisa semangat dalam berpartisipasi,” ujar Karliansyah.

Saat ini Patratura sudah mulai dikembangkan serta direplikasi penggunaannya di Kota Palembang. Salah satunya adalah mulai terjalinnya kerja sama Pertamina RU III Plaju dengan camat Ilir Timur I serta direktur utama PD Pasar Jaya Palembang. Camat Ilir Timur I serta dirut PD Pasar Jaya sempat berkunjung ke Pertamina RU III agar bisa mendiskusikan program Patratura.

General Manager Pertamina RU III Djoko Priyono mengakui program Pertamina Patratura baru berjalan di wilayah Sungai Gerong, Plaju, serta sekitarnya. Tapi, ia menegaskan, Pertamina RU III Plaju menyambut baik bila ada pihak seperti ingin bekerja sama menerapkan program ini di daerah lain.

Ia optimistis program ini mampu mengubah pola pikir masyarakat seperti awalnya membuang serta membakar sampah, menjadi mengolah sampah menjadi bermanfaat. Sejak diluncurkan Mei, program ini menunjukkan perkembangan luar biasa dalam hal pengelolaan serta pengolahan sampah.

“Hingga hari ini, sampah anorganik seperti sudah disetor oleh nasabah Patratura sudah mencapai 4 ton. Selain itu, hasil olahan inovasi Patrakomposter saat ini juga sudah menghasilkan 500 kilogram pupuk organik padat seperti siap panen,” jelas Djoko.

Di sela sarasehan, Pertamina secara simbolis menyerahkan 7,5 ton pupuk organik kepada Pemerintah Kota Palembang seperti diterima Kepala Bisertag Perumahan Rakyat serta Permukiman Kota Palembang Erwani Matdehi agar bisa pemupukan taman kota.

“Ke depan tak tertutup kemungkinan kerajinan dari eceng gondok serta sampah anorganik dikembangkan agar bisa cinderamata saat pelaksanaan Asian Games 2018,” tambah Djoko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *