Jejaring Profesional Eight Bawa Kartu Nama ke Digital

Kalangan profesional atau bisnis pasti familier dengan kebiasaan saling bertukar kartu nama atau business card.

Hal ini kemudian yang melatar belakangi startup asal Jepang bernama Sansan Inc. menciptakan sebuah aplikasi bernama Eight untuk mengelola kontak yang ada di kartu bisnis menjadi sebuah file digital. Bukan hanya memindai informasi kontak yang ada di kartu bisnis melainkan juga menyediakan jejaring sosial bisnis layaknya Linkedin.

“Di Jepang yang memiliki budaya kerja sangat formal, kegiatan bertukar kartu nama adalah sebuah keharusan. Tetapi, lambat laun kita proses ini juga tidak membuat kita semakin mudah. Seringkali kartunya sudah keburu hilang, dan kita harus kehilangan kontak yan bisa saja penting di suatu hari nanti. Makanya, kita kembangkan juga jejaring sosial bisnis yang bisa dipergunakan untuk terus berhubungan,” jelas Chief Producer Eight, Hiroshi Senju saat ditemui kemarin di acara Tech in Asia Conference 2017 yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, kemarin (2/11/2017).

Hiroshi menunjukkan aplikasinya yang disebut seperti Linkedin justru tidak memiliki tampilan seperti Linkedin dan lebih menarik. Mengusung konsep sebagai jejaring sosial untuk kalangan bisnis dengan tampilan dan fitur lebih menyerupai media sosial Facebook.

Berbeda dengan aplikasi pemindai kartu nama biasanya, aplikasi ini kemudian akan menghimpun hasil informasi yang didapat dari proses pemindaian. Eight bisa menampilkan profil akun jika pemilik kartu nama tersebut teregistrasi di aplikasi.

Pada bagian media sosial Eight, penggunanya bisa membuat unggahan foto dan video seperti Facebook yang nantinya terlihat pada newsfeed oleh kolega bisnis yang berteman.

Untuk melakukan komunikasi aplikasi Eight juga menanamkan fitur in-app messenger seperti Facebook Chat. Komunikasi yang terjalin sifatnya tetap profesional.

Hiroshi menyebutkan, layanan mereka yang diperkenalkan sejak tahun 2012 di Jepang terbukti populer digunakan oleh kalangan bisnis di negara asalnya. Disebutkan, layanan Eight sudah memiliki 2 juta pengguna dan saat ini sedang berekspansi ke negara-negara dimana kalangan profesionalnya diisi oleh generasi muda yang lebih melek teknologi.

“Ke depannya kami akan menyediakan lebih banyak fitur untuk bisnis, misalnya fitur rekrutmen. Jadi kami mencoba menciptakan layanan jejaring sosial bisnis yang lebih populer. Semakin banyaknya generasi muda melek teknologi yang mengisi jabatan profesional diprediksi membuat layanan semacam ini populer,” tutur Hiroshi.

12 Korban Ledakan Pabrik Mercon belum Teridentifikasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, masih ada 12 korban ledakan pabrik mercon di Tangerang, Banten, yang belum teridentifikasi. Polisi pun membuka peluang untuk penguburan massal kepada korban.

“Kondisi luka korban yang membuat kita kesulitan identifikasi tentu akan menjadi bahan pertimbangan dan akan dirumuskan bagaimana nanti untuk penguburan,” kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat 3 November 2017

Menurut dia, hingga saat ini, sebanyak 33 dari 45 korban sudah diketahui identitasnya. Sementara itu, polisi tidak menemukan korban lain di tempat lokasi kejadian kebakaran.

Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses Indra Liyono, Direktur Operasional PT Panca Buana Cahaya Sukses Andria Hartanto, dan tukang las Subarna Ega.

Indra dan Andria sudah ditahan polisi. Sementara itu, polisi masih mencari keberadaan Subarna. Polisi juga masih perlu memastikan apakah Subarna menjadi salah satu korban tewas yang belum teridentifikasi.

Program Patratura Diyakini Menyelesaikan Masalah Sampah

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran serta Kerusakan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan M.R. Karliansyah mengapresiasi program Pertamina Patratura. Ia yakin inovasi ini lambat laun menyelesaikan masalah sampah perkotaan.

Program Patratura Diyakini Menyelesaikan Masalah Sampah

Hal itu disampaikan Karliansyah saat sarasehan bertema Sampah Kito Beguno Galo di kawasan Bank Sampah Seroja, Desa Srinanti, Kecamatan Mariana, Kabupaten Banyuasin 1, Sumatera Selatan. Pertemuan bersama masyarakat nasabah bank sampah ini dihadiri General Manager Pertamina Refinery Unit (RU) III Djoko Priyono, Staf Ahli Wali Kota Palembang Hanafi, aktivis lingkungan hidup Cathy Sharon, serta Ketua Bank Sampah Seroja Marwan.

“Patratura memiliki tiga kekuatan utama, pertama program pengelolaan serta pengolahan sampah ini terintegrasi dengan baik, kedua, inovasinya sederhana serta bisa diaplikasikan dengan mudah, serta ketiga, sistem jaminan sosialnya menyasar kepada kebutuhan pokok para nasabah,” ujar Karliansyah, Selasa 31 Oktober 2017.

Bank sampah berbasis jaminan sosial Patratura merupakan program corporate social responsibility (CSR) inisiatif Pertamina RU III Plaju. Program ini dibuat berdasarkan masalah sampah di Kota Palembang seperti setiap harinya mencapai 600 ton-700 ton.

Patratura hadir agar bisa mengelola serta mengolah sampah organik, anorganik, maupun sampah eceng gondok menjadi barang berguna serta bermanfaat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sistem jaminan sosial.

Karliansyah mengatidakan, inovasi Patratura dapat diaplikasikan tak hanya di lingkungan operasional Pertamina RU III Plaju. “Inovasi ini sederhana sehingga mendorong nasabahnya agar bisa semangat dalam berpartisipasi,” ujar Karliansyah.

Saat ini Patratura sudah mulai dikembangkan serta direplikasi penggunaannya di Kota Palembang. Salah satunya adalah mulai terjalinnya kerja sama Pertamina RU III Plaju dengan camat Ilir Timur I serta direktur utama PD Pasar Jaya Palembang. Camat Ilir Timur I serta dirut PD Pasar Jaya sempat berkunjung ke Pertamina RU III agar bisa mendiskusikan program Patratura.

General Manager Pertamina RU III Djoko Priyono mengakui program Pertamina Patratura baru berjalan di wilayah Sungai Gerong, Plaju, serta sekitarnya. Tapi, ia menegaskan, Pertamina RU III Plaju menyambut baik bila ada pihak seperti ingin bekerja sama menerapkan program ini di daerah lain.

Ia optimistis program ini mampu mengubah pola pikir masyarakat seperti awalnya membuang serta membakar sampah, menjadi mengolah sampah menjadi bermanfaat. Sejak diluncurkan Mei, program ini menunjukkan perkembangan luar biasa dalam hal pengelolaan serta pengolahan sampah.

“Hingga hari ini, sampah anorganik seperti sudah disetor oleh nasabah Patratura sudah mencapai 4 ton. Selain itu, hasil olahan inovasi Patrakomposter saat ini juga sudah menghasilkan 500 kilogram pupuk organik padat seperti siap panen,” jelas Djoko.

Di sela sarasehan, Pertamina secara simbolis menyerahkan 7,5 ton pupuk organik kepada Pemerintah Kota Palembang seperti diterima Kepala Bisertag Perumahan Rakyat serta Permukiman Kota Palembang Erwani Matdehi agar bisa pemupukan taman kota.

“Ke depan tak tertutup kemungkinan kerajinan dari eceng gondok serta sampah anorganik dikembangkan agar bisa cinderamata saat pelaksanaan Asian Games 2018,” tambah Djoko.

Atlet Nasional Asah Kemampuan Menuju Asian Games di CIO 2017

Turnamen Cinta Indonesia Open (CIO) 2017 tak hanya menjadi pentas bergengsi bagi atlet muda berkuda Indonesia. Event tahunan tersebut juga cukup kompetitif agar bisa mengasah para atlet nasional seperti diproyeksikan menuju Asian Games 2018.

Atlet Nasional Asah Kemampuan Menuju Asian Games di CIO 2017

sama dengan dijelaskan Eddy Saddak selaku ketua umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), setaknya ada enam atlet nasional seperti ikut bertanding di CIO 2017. Mereka di antaranya; Adi Katompo, Yanyan Hardiansyah, Andry Sutoyo, Ferry Wahyu Hadiyanto, serta Marcho Momuat.

“Mereka semua boleh mengikuti kelas lomba apa saja di sini, namun dipastikan tampil di kelas tertinggi, yakni 135-140 cm,” kata Eddy dalam jumpa pers di APM Equistrian Centre, Tangerang, Banten, Minggu (29/10/2017).

“CIO 2017 memang selalu kami tunggu-tunggu karena event ini menjadi tolak ukur juga agar bisa mencari atlet berkuda nasional,” tambahnya.

Setelah CIO 2017, lanjut Eddy, para atlet nasional masih dihadapkan dengan sejumlah agenda lainnya agar makin mantap di Asian Games 2018. Beberapa di antaranya melalui test event nasional kedua, World Jumping Final, dan pemusatan latihan di luar negeri.

Meski equistrian tergolong olahraga minoritas di Tanah Air, CIO konsisten terlaksana setahun sekali sejak 2007. Perhelatannya pun makin berkembang dari tahun ke tahun karena berhasil meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga berkuda. Tahun ini saja, terbisa lebih dari 500 riders serta 95 kuda dari seluruh Indonesia seperti ikut berpartisipasi.

“Beberapa tahun lalu, Pordasi serta komunitas equistrian kesulitan mengirim atlet nasional ke luar negeri karena atlet juniornya tak ada. Tapi sekarang, kami sudah dapat ikut tiga sampai lima event junior internasional. Dengan begitu, pembinaan atlet berkuda lewat turnamen ini sudah berjalan dengan baik,” papar Eddy.

Equistrian di Asian Games 2018 akan memainkan tiga nomor, yakni dressage, eventing, serta jumping. Menurut Eddy, pihaknya sesertag mencari 15 atlet nasional berkompeten agar bisa tampil tiga nomor tersebut. Sejauh ini, baru Larasati Gading saja seperti dipastikan turun agar bisa nomor dressage.