240 Ribu Aparat Diterjunkan Selama Operasi Lilin 2017

Sekitar 240 ribu aparat gabungan diterjunkan dalam Operasi Lilin 2017 untuk mengamankan momentum Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Pengamanan melibatkan Polri dan TNI serta elemen pemerintah dan masyarakat.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pihaknya menerjunkan setaknya 90 ribu personel Korps Bhayangkara. Sementara itu, TNI menurunkan 80 ribu prajurit.

“Elemen masyarakat sekitar 70 ribu,” kata Tito di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Desember 2017.

Tito mengakui jumlah personel lebih banyak ketimbang pada 2016 yang hanya sekitar 150 ribu. Namun, ia mengatakan hal itu bukan karena ada potensi bahaya yang meningkat.

Penambahan personel lantaran momen akhir tahun kali ini juga berbarengan dengan bencana di sejumlah wilayah. “Kita memang menghadapi problem tambahan di tahun ini, cuaca, bencana, dan lain-lain,” ujar dia.

Ada sejumlah bidang yang bakal jadi atensi aparat dalam Operasi Lilin 2017. Satu yang utama adalah pengamanan tempat ibadah dari aksi terorisme juga aksi sweeping.

Polri juga mengantisipasi tindak kejahatan di pusat keramaian. Sejumlah kawasan wisata diprediksi banjir pengunjung di libur panjang akhir tahun.

Arus mudik dan arus balik juga jadi perhatian Polri dan TNI. Masyarakat diimbau menyiapkan segala perbekalan dan menaati peraturan saat pulang ke kampung halaman. Tito memprediksi arus mudik mulai bergeliat besok.

Operasi Lilin 2017 juga menyasar pasar. Stabilitas harga pangan jadi salah satu potensi kerawanan di momentum perayaan. Tito mengingatkan jangan ada pihak yang coba berulah sehingga dapat mengakibatkan harga pangan tak stabil.

“Harga pangan, semua bergerak, tiap hari harga kita pantau. Kalau distribusi ada yang nakal, penimbunan segala macam tertibkan, baik soft warning maupun penegakkan hukum,” ucap Tito.

Aparat juga mengantisipasi potensi bencana di libur panjang akhir tahun. Operasi Lilin 2017 bakal digelar mulai besok hingga 2 Januari 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *