Ini 9 Tempat Wisata Pemacu Adrenalin, Berani Berkunjung?

Merencanakan destinasi wisata yang akan dikunjungi merupakan satu hal penting dalam traveling. Dengan observasi, paling tidak Anda mengetahui gambaran umum tentang destinasi wisata yang akan dikunjungi, sehingga Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan wisata Anda. Mungkin Anda menginginkan tempat yang damai dan dekat, atau sebaliknya menginginkan tempat liburan yang penuh dengan tantangan.

Dilansir dari Brightside.me pada Kamis (28/12/2017), ada beberapa tempat traveling di dunia yang memiliki karakter layaknya di film horor. Konon, beberapa tempat ini hanya bisa dikunjungi oleh Anda yang memiliki adrenalin dan keberanian yang tinggi. Penasaran?

1. The Chapel of Bones (Kapel Tulang)

Sebuah kiriman dibagikan oleh jessica giassi (@jessica_giassi) pada 28 Jul 2017 jam 10:32 PDT

Kapel ini terletak di Evora, Portugal dan menjadi monumen paling populer di kota tersebut. Nama dari kapel ini didapatkan dari interior pada dinding kapel ini. Di mana dinding di kapel ini ditutupi dan didekroasi oleh tulang dan tengkorak manusia.

Kapel ini dibangun pada abad ke-16 oleh seorang biksu Fransiskan yang ingin memberitahu kepada saudara laki-lakinya bahwa hidup itu singkat. Itulah alasan kenapa seluruh dinding kapel ini ditutupi oleh tulang. Ketika di pintu masuk kapel, Anda akan disapa dengan tulisan Nós ossos que aqui estamos pelos vossos esperamos yang berarti “Tulang Kami di Sini, Tunggu Punya Anda”.

2. Hoia Forest

#hoiaforest #hauntedforest #romania

Sebuah kiriman dibagikan oleh Chris Miranda (@dclsma) pada 27 Okt 2017 jam 4:01 PDT

Hutan Hoia terletak di Transylvania dan terkenal dengan berbagai cerita tentang peristiwa paranormal. Menurut legenda, hutan ini dinamai oleh seorang gembala yang pernah masuk ke hutan bersama hewan peliharaannya. Kemudian mereka menghilang dalam kabut tebal dan tidak pernah ditemukan.

Banyak peneliti mengklaim bahwa mereka merasa ketakukan, panik, dan mendengar suara yang berbeda saat berada di hutan. Beberapa dari mereka yakin bahwa mereka melihat UFO di sana. Ada juga yang mengatakan bahwa mereka melihat hantu.

3. Bukit Salib

#hillofcrosses Hill of Crosses. Lithuania

Sebuah kiriman dibagikan oleh ↘ I₦G₳ ↙ (@inga__lv) pada 28 Mar 2016 jam 5:31 PDT

Bukit Salib merupakan situs suci di Lithuania dan ini merupakan bukit dengan jumlah salib yang super banyak. Tidak diketahui jumlah pasti dari salib yang ada di sana, namun menurut sejumlah perhitungan pada tahun 90-an terdapat sekitar 50.000 salib.

Situs ini bukanlah pemakaman namun tidak diketahui pasti apa alasan dibentuknya tempat ini. Yang jelas, jika Anda mampu menggantungkan salib di puncak bukit, Anda menjadi orang yang beruntung.

4. El Caminito del Rey

El Caminito del Rey 🤴🏼#malaga #elcaminitodelrey #ardales

Sebuah kiriman dibagikan oleh @ anavarana pada 13 Apr 2017 jam 10:48 PDT

Dalam bahasa Spanyol, El Caminito del Rey berarti Jalan Kecil Raja (The King’s Little Pathway). Berada di tebing batu karang, jalanan ini dikonstruksi beton dengan rel aja. Jalur ini terletak di antara air terjun Chorro dan Gaitanejo di Malaga, Spanyol. Panjangnya sekitar 2,8 km dan lebar 97,5 cm.

Di bangun pada 1950 sebagai jalur tambahan bagi para pekerja yang sedang membangun bendungan. Jalan ini ditempuh dari 1 sisi ngarah ke sisi lain. Nama “King” disematkan dalam nama tempat ini setelah Raja Spanyol Alfonsus XIII berjalan di atasnya dalam upacara pembukaan.

5. Hanging Coffins (Peti Mati Gantung)

This was how the Filipino Igorot tribe used to take care of the dead as a traditional burial. They nailed the coffin to the sides of the cliff. This was their practice until Christianity was introduced to them. Hanging Coffins, Sagada, Republic of the Philippines 🇵🇭#travel

Sebuah kiriman dibagikan oleh pula•ug•tiil (@pulaugtiil) pada 27 Agu 2014 jam 9:53 PDT

Sagada menjadi tempat yang sangat menarik bagi wisatawan karena daerah ini dulunya adalah bagian dari laut. Sekarang ada banyak gua yang sering dikunjungi oleh wisatawan ke Filipina. Selain gua, Anda juga bisa melihat peti mati yang menggantung di sisi gua.

Di Sagada, Filipina memiliki tradisi yang sangat tua di mana terdapat adat peti mati yang digantung ketika ada orang yang meninggal. Peti tersebut diukir dari potongan kayu yang solid. Peti mati diletakkan di tebing setinggi 115 meter. Menurut legenda, tebing di pegunungan ini menjadi tangga antara bumi dan surga.

6. The Running Bulls (Banteng Berlari)

Increíble encierro 🐂🏃 #christiangarciaph #sanfermin #encierro

Sebuah kiriman dibagikan oleh ARGUIPHOTOS® MIGUEL (@arguiphotos) pada 11 Jul 2017 jam 7:22 PDT

Encierro merupakan tradisi di mana Anda harus melarikan diri dari banteng jantan yang sengaja dilepaskan. Ini menjadi bentuk hiburan yang populer di kalangan orang Spanyol. Encierro paling populer diadakan di Pamplona selama festival San Fermin.

Anda dipersilakan mengikuti tradisi ini ketika berada di Spanyol. Yang perlu Anda lakukan adalah melarikan diri dari kejaran para banteng.

7. Capuchin Catacombs

Catacombe dei Cappuccini #catacombs #mummies #mummification #skeleton #skull #italy #italian #sicily #sicilia #sicilian #palermo #haunted #capuchincatacombs #crypt #corpse #macabre #historic

Sebuah kiriman dibagikan oleh Arwhyran Hardy (@arwhyran) pada 13 Jun 2017 jam 10:25 PDT

Di Palermo, Italia terdapat sebuah bangunan bawah tanah yang terdapat lebih dari 8.000 orang pernaht terbakar di sana. Tempat ini menjadi salah satu tempat mummy paling populer di dunia.

Bangunan bawah tanah ini sendiri dibangun di akhir abad 16 ketika jumlah biara Capucci meningkat dan mereka membutuhkan tempat untuk pemakaman yang lebih besar. Pada abad 18-19, tempat ini menjadi tempat pemakaman bagi keluarga borjuis. Bangunan bawah tanah ini resmi ditutup pada 1882.

8. Bangkai Kapal di Kepulauan Solomon

That time I saw a beached cruise ship. World discoverer no more#cuiseship #worlddiscoverer #boats#travelsolomonislands #solomonislands🇸🇧 #ilovetravel#shipwreck#flysolomons#lppostcards#lonelyplanet #natgeotravel

Sebuah kiriman dibagikan oleh 🇨🇦/ 🇬🇧 Jennifleur Lumley (@albertafleurdesoleil) pada 27 Agu 2016 jam 7:21 PDT

Tempat ini merupakan wilayah belum masuk ke dalam peta karena ada banyak formasi karang bawah laut. Pada 2000, sebuah kapal pesiar Liberia bernama World Discoverer terjebak di dekat Kepulauan Solomon di Samudera Pasifik. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kapal tersebut tidak bisa diangkut karena memang tidak ada yang tahu bagaimana mengangkat kapal sebesar itu. Sehingga menjadi rumah bagi ikan dan makhluk laut lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *