Bekraf Luncurkan Klaster Filantropi Seni dan Budaya Indonesia

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Filantropi Indonesia dan Koalisi Seni Indonesia baru saja meluncukan Klaster Filantropi Kesenian dan Kebudayaan Indonesia. Bertujuan memberi kemudahan partisipasi semua pemangku kepentingan dalam kesenian dan kebudayaan, Filantropi Kesenian dan Kebudayaan Indonesia diluncurkan di Mini Stage Festival Badan Ekonomi Kreatif, Gedung Persediaan PT KAI Bandung.

Dalam acara peluncuran tersebut, dilakukan penandatanganan pernytaan komitmen bersama antara Filantropi Indonesia, Koalisi Seni, dan Bekraf.

RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Linda Hoemar Abidin perwakilan Koalisi Seni Indonesia mengatakan, melalui penandatanganan komitmen bersama ini, lembaga-lembaga yang terkait sepakat saling mendukung dan bekerjasama mendorong filantropi untuk kemajuan kesenian dan kebudayaan Indonesia

Terkait hal itu, Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Kamis (7/12/2017) menambahkan, “Kami menyadari peran penting filantropi sebagai salah satu sumber pembiayaan non-[erbankan bagi pelaku ekonomi kreatif. Harapan kami, melalui penandatanganan pernyataan ini pihak semua pihak berkomitmen untuk bersinergi dalam pelaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing, mengingat kemajuan ekonomi kreatif tidak lepas dari kemajuan seni dan budaya masyarakat yang memiliki intelectual property sebagai modal utama.”

Hingga saat ini, sumber pendanaan komunitas seni masih terbatas. Berdasarkan penelitian Koalisi Seni Indonesia tahun 2015 tentang keberlangsungan 227 lembaga seni di 8 kota di Indonesia, total hanya 15 persen lembaga seni yang memiliki akses dana publik yang disediakan oleh pemerintah daerah dan nasional, Kebanyakan lembaga, sekitar 79 persen mengandalkan pendanaan utamanya secara swadaya. “Dukungan filantropi untuk kesenian sangatlah penting. Kesenian mengasah kreativitas dan daya imajinasi kita, dua hal ini diperlukan agar kita dapat terus berinovasi demi masa depan Indonesia yang lebih maju,” jelas Linda.

Seni Budaya Belum Jadi Prioritas

Filantropi di Indonesia untuk sektor seni dan kebudayaan pernah diteliti tahun oleh lembaga PIRAC (Public Interest Research and Advocacy), yang menunjukkan bahwa seni masih belum menjadi prioritas fokus kedermawanan. Tahun 2007, dari 1.372 kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan-perusahaan swasta, dengan nilai dukungan mencapai Rp 44 miliar, hanya 18,1 persen yang ditujukan untuk seni dan budaya.

Saat ini pokok pendanaan negara untuk seni dan budaya telah diatur dalam UU Pemajuan Kebudayaan No.5/2017 pasal 47 dan 48. Namun demikian, diharapkan melalui pembentukan Klaster Filantropi Kesenian dan Kebudayaan Indonesia usaha-usaha mendorong dukungan filantropi individu dan lembaga semakin tersinergi dengan baik.

Polisi Buru Pelaku Tawuran Pelajar di Gandaria

Hingga kini polisi masih memburu pelaku tawuran pelajar di Gandaria, Kebayoran Baru. Tawuran tersebut menyebabkan satu orang tewas.

“Saat ini masih penyelidikan ya,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru Kompol Subowo kepada Medcom.id, Jumat, 8 Desember 2017.

Sebanyak enam saksi sudah diperiksa. Namun, polisi mengaku kesulitan mengungkap kasus tersebut, sebab saksi tertutup.

“Saksi belum mau bercerita banyak. Takut sama senior, alumni. Mereka (saksi) semuanya teman korban,” ucapnya.

Sementara keterangan dari pihak SMAN 46, korban sudah dikeluarkan dari sekolah.

Mantan siswa SMAN 46 Jakarta bernama Indra Fajaruddin, 17, dilaporkan tewas dalam aksi tawuran di Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Aksi tawuran terjadi pada Jumat, 27 Oktober 2017.

Samsung Galaxy Note FE, Rasa Beda di Bodi Sama

Sempat menjadi perbincangan luas berbagai kalangan akibat keluhan pengguna terkait insiden kurang menyenangkan yang disebabkan oleh permasalahan pada baterai, Samsung akhirnya memutuskan untuk menarik kembali phablet unggulannya, Galaxy Note 7 dari pasar.

Namun, keputusan tersebut bukan untuk selamanya, sebab Samsung kembali menghadirkan Galaxy Note 7 setelah investigasi penyebab insiden kurang menyenangkan tersebut membuahkan hasil manis.

Perangkat tersebut dipasarkan dengan nama baru, yaitu Galaxy Note Fan Edition (FE), yang hadir dengan tampilan fisik serupa dengan Galaxy Note 7. Lantas apa saja yang ditawarkan Galaxy Note FE ini? Simak ulasan berikut.

Desain
Secara tampilan luar, tidak terdapat berbedaan berarti antara Samsung Galaxy Note 7 dengan Galaxy Note FE. Perangkat ini masih hadir dengan bodi bertepi berlekuk, dan slot khusus untuk stylus di bagian bawah perangkat.

Desain yang diusungnya pun terasa nyaman saat digenggam, tidak terasa licin meski menggunakan bahan mengkilat. Sayangnya, bahan yang digunakan untuk membalut layar maupun bagian belakang ponsel cerdas ini rentan menyisakan noda sidik jari saat digenggam, sehingga mudah terlihat kotor.

Untuk mengakses stylus, Anda tidak lagi perlu mencongkel dan menariknya keluar slot khusus. Stylus tersebut dapat dikeluarkan dengan menekan stylus yang terasa seperti pegas dan keluar secara otomatis dari slotnya.

Tidak hanya nyaman saat digenggam, usungan layar berukuran 5,7 inci pada ponsel ini juga mampu menghadirkan kenyamanan saat menyimpan ponsel di saku celana. Bahannya yang halus dan mulus turut membantu ponsel keluar dengan mudah dari saku pada celana yang sedikit ketat.

Selain itu, bodi perangkat ini didukung oleh sudut-sudut membulat, yang tidak hanya menghadirkan keindahan pada tampilannya, juga menghadirkan kenyamanan saat menyimpan perangkat di saku sebab tidak terasa menusuk.

Untuk urusan port dan tombol, Anda dapat menemukan tombol daya di sisi kanan atas, dan tombol volume di sisi kiri atas, sedangkan slot kartu SIM terdapat di sisi atas kiri. Port USB Type-C dapat Anda temukan di sisi bawah, diapit oleh slot stylus di sebelah kanan, serta jack audio 3,5mm dan speaker di sebelah kiri.

Hanya saja, kedua tepian pada sisi perangkat yang berlekuk menimbulkan kesan berbeda saat digenggam, dan membutuhkan waktu pembiasaan lebih lama, terutama bagi Anda yang baru beralih ke perangkat dengan desain tersebut.

Sementara itu, bagian depan perangkat juga hadir dengan tampilan elegan, berkat dukungan tombol menu Back dan Recent Apps berupa tombol sentuh kapasitif.

Kedua tombol yang mengapit tombol Home sekaligus sensor pemindai sidik jari tersebut hanya akan terlihat saat layar dalam keadaan aktif.

Software & Antarmuka
Menggunakan sistem operasi Android 7.0 Nougat, Samsung Galaxy Note FE menghadirkan suguhan antarmuka serupa dengan perangkat Samsung lainnya, terutama pada lini high-end. Secara desain tampilan, antarmuka pengguna Galaxy Note FE ini serupa dengan Galaxy S8.

Selain itu, memanfaatkan desain tepi berlekuk serupa tanpa bezel, Samsung menghadirkan fitur Edge Screen yang diwakili dengan ikon serupa plat yang sebagian kecilnya muncul di sisi kanan layar. Fitur ini menghadirkan sejumlah aplikasi yang disarankan oleh perangkat.

Selain aplikasi yang disarankan, fitur ini berguna untuk menampilkan kontak yang disarankan oleh perangkat, atau yang sering Anda hubungi via aplikasi tersebut. Fitur lain yang kembali hadir pada perangkat ini adalah Air Floating.

Fitur ini akan muncul secara otomatis akan muncul saat stylus dikeluarkan dari slot, dan menghilang saat stylus kembali dimasukan. Fitur ini akan menampilkan sejumlah aplikasi yang dapat Anda manfaatkan dengan stylus, termasuk Smart Select dan Create note.

Sementara itu, meski berlayar nyaris tanpa bezel dan berlekuk, Samsung membekali perangkat ini dengan teknologi palm-rejection saat menggunakan stylus. Hal ini memungkinkan Anda untuk menggunakan perangkat tanpa khawatir akan menyentuh tombol atau aplikasi yang tidak diinginkan.

Selain itu, Anda juga dapat menduplikasi sejumlah aplikasi, termasuk WhatsApp dan Facebook, sehingga dapat memiliki dua akun pada aplikasi tersebut pada ponsel yang sama. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu menekan aplikasi selama beberapa saat.

Menekan ikon aplikasi selama beberapa saat tersebut akan menampilkan kotak berisi opsi, salah satunya Install second app. Namun fitur ini tidak tersedia pada semua aplikasi, dan hanya tersedia pada aplikasi media sosial dan pesan instan tertentu.

Kamera dan Video
Samsung kembali membekali Galaxy Note ini dengan kamera belakang 12MP yang sama yang dapat ditemukan pada smartphone unggulan Samsung pada tahun 2016 dan 2017. Selain itu, tampilan antarmuka pada menu kamera aplikasi ini juga serupa dengan perangkat sebelumnya.

Seperti perangkat unggulan Samsung lainnya, kamera yang membekali perangkat ini cukup mampu menghadirkan hasil foto yang baik, dalam kondisi pencahayaan cukup. Namun, hasil foto kamera depan pada kondisi pencahayaan redup sedikit gelap.

Kamera belakang juga cukup mampu menghasilkan hasil foto yang cukup terang saat diprotret pada kondisi pencahayaan redup, berkat dukungan aperture sebesar F/1.7. Seperti kamera smartphone lain, meski didukung oleh Optical Image Stabilization, foto terlihat sedikit berkabut.

Noise juga sedikit terlihat pada hasil foto saat dipotret dalam kondisi pencahayaan redup, terutama pada hasil foto kamera depan. Meskipun demikian, kehadiran noise tersebut tidak mengganggu tampilan foto secara keseluruhan.

Pengalaman penggunaan kamera Galaxy Note FE yang menyenangkan juga didukung oleh kemampuan auto fokus dan shutter tanpa gangguan lag berarti. Dukungan layar berukuran luas memungkinkan untuk melihat tangkapan gambar secara lebih luas, namun tetap nyaman saat menjangkau tombol shutter.

Riset dan Penelitian Harus Menciptakan Perbaikan, Murah, dan Cepat

Penelitian atau riset perlu digencarkan demi membantu menyelesaikan persoalan yang ada dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada tiga hal yang diharapkan dari riset.

“Itulah tantangan suatu penelitian. Bagaimana meneliti sesuatu sehingga dia lebih baik, dia lebih murah dan lebih cepat,” kata Kalla dalam Seminar Nasional “Hilirisasi Teknologi dan Start-Up Bisnis” di Universitas Brawijaya Malang, Senin, 4 Desember 2017.

Menurut Kalla, tiga hal itu berlaku di penelitian bidang apa pun. Baik penelitian di bidang teknologi maupun di bidang lainnya seperti pertanian.

“Itulah yang menjadi bagian dari upaya kita untuk mempebaiki situasi bangsa ini,” ujar dia.

Kalla menyebut bangsa Indonesia adalah bangsa yang menengah. Pendapatan per kapitanya sekitar USD3.700 atau USD3.800 per tahun.

“Di sisi lain, Malaysia sudah sepuluh ribuan US dolar dan lain-lain. Kita masih rendah dibanding negara lain. Tapi tentu lebih tinggi juga dari banyak negara lain,” ucap dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, Indonesia memiliki modal untuk terus bangkit. Terutama dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.

Kalla menuturkan modal tersebut adalah pemanfaatan teknologi dan jumlah penduduk yang cukup besar. Penduduk diharapkan menjadi pekerja sekaligus konsumen.

“Karena tanpa konsumen yang baik, tentu kita tidak bisa menciptakan sesuatu yang baik. Teknologi adalah hasil dari riset dan riset hasil dari pendidikan,” tandas dia.

Riset dan Penelitian Harus Menciptakan Perbaikan, Murah, dan Cepat

Riset dan Penelitian Harus Menciptakan Perbaikan, Murah, dan Cepat
Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Seminar Nasional “Hilirisasi Teknologi dan Start-Up Bisnis – foto: Setwapres.
Jakarta: Penelitian atau riset perlu digencarkan demi membantu menyelesaikan persoalan yang ada dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada tiga hal yang diharapkan dari riset.

“Itulah tantangan suatu penelitian. Bagaimana meneliti sesuatu sehingga dia lebih baik, dia lebih murah dan lebih cepat,” kata Kalla dalam Seminar Nasional “Hilirisasi Teknologi dan Start-Up Bisnis” di Universitas Brawijaya Malang, Senin, 4 Desember 2017.

BACA JUGAFoto Pria Berotot dan Terlihat Makmur Paling Punya Daya TarikRiset Nasional Minim Dukungan DanaSurvei: Ibu Baru Cenderung Malas Bersosialisasi
Brandconnect
Jangan Diam Saja, Ayo Kita Lindungi Anak dari Kekerasan!
Menurut Kalla, tiga hal itu berlaku di penelitian bidang apa pun. Baik penelitian di bidang teknologi maupun di bidang lainnya seperti pertanian.

“Itulah yang menjadi bagian dari upaya kita untuk mempebaiki situasi bangsa ini,” ujar dia.

Kalla menyebut bangsa Indonesia adalah bangsa yang menengah. Pendapatan per kapitanya sekitar USD3.700 atau USD3.800 per tahun.

“Di sisi lain, Malaysia sudah sepuluh ribuan US dolar dan lain-lain. Kita masih rendah dibanding negara lain. Tapi tentu lebih tinggi juga dari banyak negara lain,” ucap dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, Indonesia memiliki modal untuk terus bangkit. Terutama dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.

Kalla menuturkan modal tersebut adalah pemanfaatan teknologi dan jumlah penduduk yang cukup besar. Penduduk diharapkan menjadi pekerja sekaligus konsumen.

“Karena tanpa konsumen yang baik, tentu kita tidak bisa menciptakan sesuatu yang baik. Teknologi adalah hasil dari riset dan riset hasil dari pendidikan,” tandas dia.

Samsung Galaxy Note FE, Rasa Beda di Bodi Sama

Sempat menjadi perbincangan luas berbagai kalangan akibat keluhan pengguna terkait insiden kurang menyenangkan yang disebabkan oleh permasalahan pada baterai, Samsung akhirnya memutuskan untuk menarik kembali phablet unggulannya, Galaxy Note 7 dari pasar.

Namun, keputusan tersebut bukan untuk selamanya, sebab Samsung kembali menghadirkan Galaxy Note 7 setelah investigasi penyebab insiden kurang menyenangkan tersebut membuahkan hasil manis.

Perangkat tersebut dipasarkan dengan nama baru, yaitu Galaxy Note Fan Edition (FE), yang hadir dengan tampilan fisik serupa dengan Galaxy Note 7. Lantas apa saja yang ditawarkan Galaxy Note FE ini? Simak ulasan berikut.

Desain
Secara tampilan luar, tidak terdapat berbedaan berarti antara Samsung Galaxy Note 7 dengan Galaxy Note FE. Perangkat ini masih hadir dengan bodi bertepi berlekuk, dan slot khusus untuk stylus di bagian bawah perangkat.

Desain yang diusungnya pun terasa nyaman saat digenggam, tidak terasa licin meski menggunakan bahan mengkilat. Sayangnya, bahan yang digunakan untuk membalut layar maupun bagian belakang ponsel cerdas ini rentan menyisakan noda sidik jari saat digenggam, sehingga mudah terlihat kotor.

KA Bandara tak Akan Ganggu Operasional Commuter Line Menurut PT Railink

PT Railink yakin operasional Kereta Api Bandara Internasional Soekano Hatta tidak menggangu operasional Commuter Line.
Humas PT Railink Indonesia Diah Suryandari menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan
PT Kereta Commuter Indonesia.

“Untuk penanganan kapasitas lintas, KAI Grup sudah melakukan banyak diskusi, salah satunya penambahan gerbong,” kata Diah saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Kamis, 30 November 2017.

Dia menuturkan kereta api bandara sudah memiliki jadwal keberangkatan sejak awal tahun ini. Sebagai antisipasi, kereta commuter akan menambah kapasitas angkut mereka dengan penambahan gerbong.

Satu rangkaian kereta commuter umumnya membawa delapan hingga sepuluh gerbong. Namun, kata Diah, gerbong tersebut akan ditambah menjadi 12 untuk menampung penumpang yang hendak menggunakan jasa kereta commuter.

“Jadi harusnya enggak ada issued tentang kapasitas lintas,” tegas dia.

Diah belum bisa memastikan kapan kereta api bandara mulai beroperasi. PT Railink Indonesia sebagai operator masih menunggu arahan dari pemerintah. Tapi, ia memastikan, persiapan dalam menjalankan operasional kereta telah rampung.

“Pihak kami sudah siap, kami sudah melakukan berbagai uji coba operasional, kereta kami sudah siapkan 10 kereta, tinggal menunggu arahan,” jelas Diah.

Untuk tahap awal, PT Railink akan melayani keberangkatan dari Stasiun Sudirman Baru menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tarif kereta dipatok seharga Rp100 ribu.

Setidaknya ada 82 jadwal keberangkatan kereta api bandara dalam sehari. Keberangkatan ini didukung oleh 7 rangkaian kereta.

“Kemarin kan ada arahan dari Pak Menhub agar uji coba operasional kita ada diskon. Kalau tidak salah statement beliau, Rp20 ribu sampai Rp30 ribu itu ya. ya kami ikut aja arahannya,” jelas Diah.

Sebelumnya, pengoperasian Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta akan berdampak pada perjalanan Commuter Line, khususnya di lintas Duri-Tangerang. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyebut 10 perjalanan lintas Duri-Tangerang akan dihilangkan.

“Penyesuaian jadwal sekitar 10 perjalanan. Nanti informasi pasti terkait penyesuaian jadwal detailnya akan kami infokan selanjutnya. Masih dikoordinasikan,” kata Vice President Communication PT KCI Eva Chairunissa, Rabu, 29 November 2017.

Microsoft Siapkan Aplikasi Pendamping Foto untuk Android dan iOS

Microsoft melanjutkan fokusnya pada software untuk platform Android dan iOS, didorong oleh besarnya pengguna layanan karyanya di kedua platform tersebut. Microsoft dilaporkan mempersiapkan aplikasi lain setelah menghadirkan Edge dan Launcher di Android dan iOS.

Aplikasi baru yang tengah disiapkan oleh Microsoft untuk dua sistem operasi mobile terpopuler dunia tersebut akan disebut sebagai aplikasi Photos Companion. Aplikasi tersebut akan diluncurkan pada platform Android dan iOS, namun informasi detil terkait perilisannya belum tersedia.

Phone Arena melaporkan, Photos Companion memungkinkan pengguna mentransfer foto secara langsung dari ponsel ke PC via jaringan Wi-Fi. Namun, kedua perangkat harus menggunakan jaringan Wi-Fi yang sama untuk memungkinkan proses transfer terjadi.

Aplikasi Photos Companion akan ditujukan untuk pengguna yang tidak ingin atau tidak harus mengakses OneDrive, sebab OneDrive menawarkan kemampuan serupa. Selain itu, aplikasi ini ditujukan untuk mendorong konsumen lebih sering menggunakan fitur Photos pada PC.

Sementara itu baru-baru ini, Microsoft mengumumkan SwiftKey untuk Android versi terbaru tersebut kini juga mendukung delapan bahasa baru, yaitu Aceh, Kurpian, Kiribati, Nauruan, Kreole Jamaika, Persia Latin, Mingrelian dan Mizo.

Sebelumnya, turut beredar video yang menampilkan integrasi Surface Pen yang berfungsi pada ponsel Lumia, mendukung rumor terkait rencana Microsoft untuk menghadirkan smartphone di lini Surface. Namun, Microsoft diperkirakan membantah memiliki rencana tersebut, terlebih hingga memiliki prototipe tersebut, meski video telah beredar luas.

Microsoft juga menggulirkan sejumlah update salah satunya untuk Microsoft Launcher versi Android. Update tersebut berisi sejumlah perbaikan dan fitur baru, baik yang telah diminta pengguna sejak lama, maupun fitur yang benar-benar baru.