Permintaan Komisi IX Agar BPOM Segera Menarik Semua Obat yang Mengandung Babi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk menarik sejumlah obat yang diduga mengandung enzim babi dari pasaran. Permasalahan ini diharapkan dapat segera tuntas.

Permintaan Komisi IX Agar BPOM Segera Menarik Semua Obat yang Mengandung Babi

Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf Macan Effendi, memberikan waktu satu bulan kepada BPOM untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Anggota Komisi IX DPR lainnya juga menyuarakan hal serupa.

“Kami memberikan tenggat waktu satu bulan, agar BPOM menarik obat yang mengandung enzim babi secara massal,” ujar Dede, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

Dede menjelaskan, hingga saat ini Komisi IX DPR masih menerima keluhan dari masyarakat mengenai beredarnya produk obat yang mengandung babi di pasaran.

“Kami menerima keluhan dari masyarakat bahwa di antara 13 produk enzim, masih ada yang dijual melalui online. Ini harus ditarik dari pasaran, baik sifatnya penjualan luar jaringan atau pun daring,” ungkap Dede.

Jangan Anggap Sepele, Ayah Berperan Penting dalam Keberhasilan Menyusui
Dia menjelaskan produk obat maupun suplemen tergolong produk farmasi yang sensitif. Apalagi telah terjadi kasus kontaminasi kandungan babi. Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya muslim seharusnya hal seperti ini bisa dihindarkan.

“Masalahnya kan mengandung babi. Memang benar, banyak obat mengandung babi, tetapi khusus Indonesia negara yang mayoritas muslim perlu diberikan kata-kata mengandung babi. Biasanya ada kode tertentu, sehingga masyarakat bisa menentukan sendiri dia mau menggunakan produk itu atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Hang Ali (Fraksi PAN) juga menilai BPOM kurang transparan dalam menyikapi kasus produk enzim yang tercemar DNA babi. BPOM diminta untuk bertanggung jawab kepada masyarakat.

“Selama ini yang ramai kan dua produsen, nyatanya ada 15 produsen. Produknya juga mengandung pancreatin. Dari 13 produk, satu katanya tidak terbukti, empat mengembalikan izin edar dan tarik produk. Nah yang 13 ini kasusnya apa, harus dijelaskan. Jangan diam-diam saja. Jangan-jangan kasusnya sama,” kata Ali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *