Pemberangkatan Umrah Diulur oleh Abu Tours

Kristiawan, semestinya sudah berangkat umrah pada 13 Januari 2018 dengan Abu Tours. Nyatanya, hingga hari ini, dia belum berangkat malah masalah makin rumit.

Pemberangkatan Umrah Diulur oleh Abu Tours

“Saya seharusnya berangkat di 13 Januari, dipindah ke 20 Januari, dan dipindah ke 10 Februari. Setelah itu tidak pernah ada info lagi bagaimana status keberangkatan kami,” ujar Kristiawan di kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 12 April 2018.

Kristiawan mengaku sudah mendaftar sejak Januari 2017. Bahkan, sebelum mendapat jadwal keberangkatan, Kristiawan sudah membayar lunas.

“Waktu itu saya membeli paket seharga Rp19.500.000 untuk satu pax dan saya juga membayar asuransi. Jadi total kewajiban sudah dilunasi ke pihak Abu Tours,” beber dia.

Senasib, Azis Kambey, sudah daftar berangkat umrah sejak April 2017. Dia rencananya berangkat bulan ini.

“Tapi nggak ada kejelasan,” tukas dia.

Azis berharap crisis center bagi korban Abu Tours segera dibuka. Ini untuk membantu korban biro umrah nakal itu.

“Kita lihat kan belum ada crisis center di sini. Makanya kami minta dibuka posko Crisis Center untuk teman-teman yang belum tahu,” pungkas dia.

Hari ini, perwakilan korban Abu Tours Jabodetabek melaporkan pemilik Abu Tours, Hamzah Mamba ke Bareskrim Polri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *