Apakah Facebook Membiarkan Grup Konten Bajakan?

Facebook gagal memberantas pembajakan film di media sosialnya, menurut laporan Business Insider. Dilaporkan, terdapat grup di Facebook — beberapa di antaranya memiliki ribuan anggota — yang membagikan film secari ilegal, termasuk film-film yang baru tayang.

Apakah Facebook Membiarkan Grup Konten Bajakan?

Anehnya, kebanyakan grup ini tidak berusaha untuk merahasiakan keberadaannya. Kelompok-kelompok tersebut bukanlah kelompok tertutup yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu.

Faktanya, menurut laporan Business Insider, sebagian besar grup yang membagikan konten ilegal ini merupakan grup publik dengan judul seperti “Full HD English Movie”. Banyak dari grup ilegal ini juga sudah berumur beberapa tahun. Ada beberapa grup yang telah hadir sejak 2016.

Masalahnya, grup-grup ini tidak hanya menampilkan tautan ke konten ilegal yang ada di situs lain atau menawarkan tautan untuk mengunduh film bajakan, kelompok tersebut tampaknya secara aktif mengunggah video di platform Facebook.

Konten yang tersedia dalam grup-grup tersebut termasuk film populer seperti The Greatest Showman, Transformers: The Last Knight dan bahkan film terbaru seperti Ant-Man and The Wasp, meski kualitas videonya masih buruk.

Pembajakan film bukanlah hal yang baru di internet. Grup dan forum film bajakan telah muncul sejak tersedia internet dengan kecepatan cukup tinggi untuk mengunduh film atau menyiarkan film. Masalahnya, Facebook tampaknya enggan untuk mengatasi masalah pembajakan ini.

Kepada Business Insider, Facebook berkata bahwa konten bajakan bukanlah tanggung jawab mereka selama pemegang hak cipta tidak memprotes.

Memang, Facebook memiliki alat berupa Rights Manager, yang membantu para pemilik hak cipta untuk melaporkan konten mereka yang dicuri atau disebarkan secara ilegal. Namun, tampaknya, alat itu tidak cukup mumpuni untuk mencari konten yang tercuri.

Facebook tampaknya memanfaatkan Digital Millenium Copyright Act sebagai alasan untuk tidak mencari konten bajakan karena mereka hanya harus bertanggung jawab ketika mereka tahu akan keberadaan konten itu. Jauh lebih mudah bagi mereka untuk membiarkan para studio film untuk mencari konten mereka yang dibajak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *