Komentar Ahsan/Rian Usai Terhenti di Semifinal

Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro terhenti di babak semifinal Tiongkok Open Super Series Premier 2017, Sabtu 18 November. Mereka gagal mengatasi unggulan dua asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dan kalah dua game langsung 20-22, 12-21 di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok.

“Sampai sejauh ini kami bersyukur dulu dengan hasil ini. Tapi memang penampilan di semifinal ini di luar harapan, kami nggak puas dengan permainan kami. Banyak yang harus di evaluasi dari kami berdua. Harus latihan lagi,” ungkap Ahsan kepada Badmintonindonesia.org.

“Pertama memang mereka bagus mengontrol kami. Tapi yang paling mencolok adalah kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambah Ahsan.

Pertandingan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Ahsan/Rian dengan Boe/Mogensen. Sebelumnya di Hong Kong Open 2016, Ahsan/Rian kalah dua game langsung dengan 18-21 dan 11-21.

“Game pertama kami masih bisa mengikuti permainan mereka. Tapi di game kedua kebanyakan salah-salah sendiri. Kadang saya juga kaget dengan pola mereka. Saya juga kurang tenang dan mengatur tempo permainan,” jelas Rian mengenai pertandingannya tersebut.

Dengan demikian, Indonesia hanya berhasil mengirimkan satu wakil ke babak final. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan berhadapan dengan Boe/Mogensen. Laga final ganda putra ini menjadi final ideal karena mempertemukan unggulan satu, Kevin/Marcus dengan Boe/Mogensen yang merupakan unggulan dua.

Startup Sewa Sepeda Tutup, Pemilik Bawa Kabur Uang Pelanggan?

Perusahaan berbagi sepeda online terbesar ketiga di Tiongkok dikabarkan mengalami masalah keuangan, di tengah konsolidasi industri di negara Tirai Bambu tersebut.

Bluegogo telah menghabiskan CNY600 juta (Rp1,2 triliun) yang didapat dari investor tahun ini sejak ia didirikan oleh CEO Li Gang dan menyediakan 700 ribu sepeda di berbagai kota di Tiongkok.

Sering disebut “Uber untuk sepeda”, perusahaan-perusahaan berbagi sepeda ini memenuhi jalan-jalan di Tiongkok dengan sepeda berwarna oranye, kuning dan biru. Sepeda-sepeda saling bertumpuk adalah pemandangan yang biasa dilihat, lapor The Guardian.

Perusahaan persewaan sepeda online ini memungkinkan pelanggan menyewa sepeda menggunakan smartphone mereka. Sepeda yang disewa bisa ditinggalkan di mana saja.

Tergantung perusahaan, pengguna hanya perlu membayar deposit CNY99 (Rp202 ribu) sampai CNY299 (Rp609 ribu). Ongkos sewa sepeda kemudian dihitung berdasarkan lama penggunaan, setiap 30 menit.

Namun, Bluegogo dilaporkan tengah bermasalah. Media sosial di Tiongkok diramaikan oleh para pengguna yang memprotes bahwa mereka tidak bisa mendapatkan kembali deposit yang mereka titipkan. Selain itu, muncul kabar bahwa Li telah melarikan diri dari Tiongkok.

Bluegogo mengklaim bahwa mereka memiliki 20 juta pelanggan di seluruh Tiongkok. Itu berarti, perusahaan pernah memegang setidaknya CNY1,98 miliar (Rp4 triliun) dalam bentuk deposit. Namun, saat ini, masih belum diketahui berapa banyak uang yang dipegang perusahaan.

Menurut rumor yang beredar di media sosial Tiongkok, Li telah pergi dari Tiongkok, memaksanya membuat pernyataan di profilnya. “Saya selalu ada di Tiongkok, bertarung di garis depan untuk meminta maaf,” ujarnya.

Dalam suratnya, Li menuliskan operasi Bluegogo akan diambil alih oleh startup sewa sepeda online lainnya. Ketika wartawan Tiongkok mendatangi kantor Bluegogo, kantor tersebut terkunci dan terlihat telah ditinggalkan. Bluegogo juga tidak menjawab email atau SMS yang meminta komentar.

Sempat Terancam Keluar, Silverstone Perpanjang Kontrak Tuan Rumah MotoGP

Sirkuit Silverstone Inggris akhirnya resmi memperpanjang kontrak menjadi tuan rumah MotoGP. Padahal, sirkuit di Inggris itu sempat terancam keluar dari daftar tuan rumah MotoGP musim depan.

Dorna selaku promotor sempat merilis draft jadwal sementara MotoGP 2018 yang tak mencantumkan Silverstone. Habisnya masa kontrak membuat Silverstone terancam tak lagi menggelar MotoGP sejak pertama dilakukan pada 2010 lalu.

Terlebih setelah proyek Circuit of Wales rampung dan menandatangani kontrak lima tahun membuat Silverston kian terancam. Donington Park pun sempat menjadi alternatif andai kesepakatan baru Silverstone dengan Dorna tak tercapai.

Namun, kini Silverstone dikonfirmasi telah resmi masuk kalender balap MotoGP 2018. Kabarnya, sirkuit yang memiliki panjang lintasan 5.891 kilometer itu setidaknya akan menggelar MotoGP hingga musim 2020.

“Banyak waktu dan uang telah diinvestasikan dalam beberapa tahun terakhir untuk memastikan penggemar MotoGP, tim dan pembalap menikmati apa yang ditawarkan Silverstone dan kami senang bisa mendapatkan kontrak sampai 2020,” papar Direktur Manajemen Silverstone, Stuart Pringle dilansir Motorsport.com.

Sementara, CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta mengatakan senang bisa terus menggelar MotoGP di Silverstone. Karena menurutnya Silverstone adalah rangkaian ikon Inggris.

“Inggris juga merupakan pasar penting bagi Dorna dan harus tetap berada di kalender MotoGP, terutama dengan diperkenalkannya British Talent Cup tahun depan, yang kami harap akan menginspirasi generasi penerus talenta muda Inggris,” kata Ezpeleta.

Pencipta Pakaian Iron Man Masuk Daftar Rekor Dunia

Pakaian canggih ala Iron Man masih menjadi daya tarik untuk dikembangkan. Beberapa waktu lalu, seorang pria asal Inggris berhasil membuat pakaian tersebut dan masuk daftar Guiness World Records.

Richard Browning, mantan Marinir Inggris menciptakan pakaian ala Iron Man dengan 3 buah mesin jet yang terletak di tiap tangan, totalnya ada 6 buah mesin jet dengan bahan bakar kerosene. Dia berhasil terbang dengan kecepetan 32,02 km per jam, meskipun tidak dengan ketinggian hingga lebih dari 2 meter.

Guiness World Records memasukkan karya Browning bukan hanya karena canggih, tetapi juga karena mampu menciptakan pakaian dengan mesin jet yang berhasil membuat kecepatan laju tercepat sejauh ini dan berhasil didemokan.

Dilaporkan oleh Engadget, kabar mengenai pengembangan pakaian jet tersebut pertama kali terdengar pada bulan Maret lalu. Disebutkan oleh Browning, biaya pembuatannya sebesar USD50.000 atau setara Rp677 juta. Namun, biaya tersebut ditanggung oleh pihak Red Bull sebagai penyandang dana untuk proyek ini.

Pakaian jet yang diberi nama Daedalus ini memiliki bobot 22kg yang akan sangat terasa berat bagi seseorang yang tidak terbiasa dengan kegiatan olahraga fitness atau body building. Menariknya, Browning membuat seluruhnya dengan klaim bahwa teknologi tersebut aman.

Dia menjelaskan bahan bakar kerosen tidak mudah meledak atau terbakar ketimbang bahan bakar lainnya, apalagi dia menggunakannya dalam jumlah yang tebilang sedikit. Selain itu, dia menyiapkan ‘dead-man switch’ yakni sebuah tombol yang jika tidak ditekan secara otomatis pakaian jet tersebut akan berhenti berfungsi, sehingga kendalinya lebih aman.

Untuk desainnya, Browning menyebutkan penggunaan mesin jet di bagian tangan sekaligus kaki dianggap masih sulit untuk dikendalikan saat terbang. Akhirnya, dia memutuskan hanya menggunakan mesin jet di bagian tangannya.

Dia juga menambahkan sebuah perangkat helm Sony yang dimodifikasi sehingga bisa menampilkan informasi bahan bakar dari pakaiannya. Benar-benar menyerupai pakaian jet ala Iron Man.

Lagu Cover YouTube Bagi Tulus

Tulus menjadi salah satu musisi yang diundang ke dalam acara YouTube FanFest yang diadakan pada 10-12 November. Dalam konferensi media, dia sempat mengungkapkan harapannya bahwa akan semakin banyak konten di YouTube yang mendidik.

Ketika ditanya soal hak kekayaan intelektual, dia merasa bahwa keadaan di Indonesia sudah membaik. “Tidak hanya berhenti di kesadaran, negara kita juga sudah punya peraturan terkait itu,” katanya saat ditemui di Hotel Sheraton, Jumat (10/10/2017).

“Kekayaan intelektual itu memang satu hal yang sangat esensial dalam berkarya,” ujarnya sebelum menyatakan dukungannya atas segala sesuatu yang berhubungan tentang copyright.

“Saya sih senang saja,” jawab Tulus ketika ditanya apa pendapatnya ketika lagu miliknya dinyanyikan oleh orang lain. “Kalau lagu kita di reintepretasi oleh orang lain, itu menyenangkan,” katanya.

“Namun, ada peraturan tentang batasannya. Jangan sampai nanti karyanya dijual, jadinya itu sesuatu yang ilegal.”

Tulus mengaku, dia tidak pernah mempermasalahkan jika ada kreator YouTube yang membuat cover dari lagunya. “Kalau cover sih saya senang, jualnya itu yang ilegal,” katanya.

Sekilas, dia bercerita tentang bagaimana lagu cover dari karyanya dijual di platform digital. Lebih lanjut ditanya soal monetisasi video di YouTube, dia merasa masih belum tahu pasti soal peraturan dalam platform video di bawah Google tersebut.

Masalah tentang lagu cover memang sempat ramai pada bulan September lalu. Untungnya, YouTube sendiri memiliki metode yang disebut oleh Content ID, yang dapat menentukan apakah sebuah konten mengandung material yang memiliki hak cipta.

Jika ya, maka sistem tersebut akan secara otoamtis mengklaim sebuah video atas nama sang pemegang hak cipta. Sang pemegang hak cipta bisa bebas menentukan apa yang mereka akan lakukan terkait video cover tersebut.

Lorenzo Akui Sulit Menghentikan Marquez

Pembalap Ducati Jorge Lorenzo mengaku sulit menjegal Marc Marquez. Secara hitung-hitungan poin, Marquez di atas angin.

Dovi tertinggal 21 poin dari Marquez. Tidak ada cara lain bagi Dovi, dia harus menjuarai seri pamungkas di MotoGP Valencia untuk meraih juara.

Lorenzo sadar peluang Dovi tipis. Namun, dia menyarankan agar Dovi tetap berusaha sampai akhir balapan.

“Sangat sulit bagi saya untuk melakukan sesuatu karena situasinya jauh lebih baik untuk Marquez dan tidak begitu sederhana bagi Dovi. Tetapi, jelas saya harus kerja keras apabila saya yang berada dalam posisi memperjuangkan kemenangan. Saya mengerti pentingnya gelar juara dunia tetapi sangat sulit untuk menghentikan Marquez,” kata Lorenzo seperti dilansir Crash, Jumat (10/11/2017).

Lorenzo juga mengatakan bahwa Sirkuit di Valencia punya kenangan manis bagi dirinya.

“Saya benar-benar memiliki kenangan manis di lintasan ini, terutama di ajang MotoGP. Saya tidak terlalu kompetitif di berbagai kelas tetapi di MotoGP saya mulai menemui kemenangan pada 2010, 2013, 2015, dan tahun lalu,” tegas Lorenzo.

Opera Perbaiki Browser untuk Desktop

Opera meluncurkan update Opera Browser versi desktop. Update tersebut dilengkapi dengan fitur snapshot editing, pencarian pop-up, integrasi aplikasi pesan populer, serta dukungan untuk konten Virtual Reality (VR).

“Tahun ini, kami meluncurkan konsep browser baru, Opera Neon, yang benar-benar mencerminkan imajinasi masyarakat akan sebuah browser. Saat ini, tim kami terus menyempurnakan sekaligus menerapkan beberapa konsep baru sebagai bagian dari proyek yang kami namai Reborn atau lahir baru,” Head of Opera Browser, Krystian Kolondra.

Fitur snapshot kini hadir dengan editing tools dan selfie mode, memungkinkan pengguna memberikan sentuhan personal terhadap screenshot yang ingin mereka simpan atau bagikan.

Setelah merekam screenshot, editing tools termasuk pensil, panah, blur, zoom, emoji dan kamera selfie, akan muncul di bagian atas.

Sementara itu, integrasi aplikasi pesan yang didukung pada update browser Opera tersebut termasuk Facebook Messenger, WhatsApp, Telegram dan VK. Hal tersebut diklaim Opera memungkinkan masyarakat menggunakan komputer serupa ponsel tanpa perlu memasang software tambahan.

Pemutar video VR 360 pada update ini diperkenalkan dalam versi developer Opera 49. Kehadiran fitur tersebut memungkinkan perangkat dengan kompatibilitas dengan OpenVR, serta HTC Vive dan Oculus Rift menikmati konten video 360 derajat.

Opera juga menghadirkan menu Eay Setup baru, berisi shortcut fitur umum yang dapat disesuaikan. Kehadiran menu ini diklaim mampu membantu pengguna untuk mengatur tampilan Opera Reborn terkait tema, designer wallpapers, bookmark, dan pilihan sidebar.

Easy Setup juga diklaim memudahkan pemindahan bookmarks serta data dari browser lama dan menjadikan Opera sebagai browser baru.

Tidak hanya fitur baru, Opera juga menghadirkan perbaikan pada sejumlah alat di browser versi desktop karyanya tersebut.

Fitur yang mendapatkan perbaikan tersebut termasuk pencarian pop-up dapat mengubah 32 unit pengukuran, 14 zona waktu dan 37 mata uang, ikon extension di sebelah kanan dan dapat diatur ulang, mode pribadi yang lebih baik, serta algoritma pencarian lebih baik.

 

Timnas Balap Sepeda Indonesia Absen di Tour de Singkarak 2017

Timnas balap sepeda Indonesia dipastikan absen pada kejuaraan internasional Tour de Singkarak 2017, 18-26 November, namun PB ISSI membebaskan kepada pebalap yang selama ini masuk pelatnas untuk memperkuat klubnya.

“Memang benar. Tahun ini timnas absen di Tour de Singkarak 2017. Tapi banyak pebalap timnas yang memperkuat klubnya,” kata manajer timnas balap sepeda, Budi Saputra seperti dilansir Antara, Kamis (9/11/2017).

Pebalap timnas selama ini memang tersebar di beberapa klub baik lokal maupun internasional. Selama tidak menjalani pelatnas terpusat, mereka terus mengasah kemampuan bersama dengan klubnya. Bahkan ada beberapa pebalap yang rutin turun di kejuaraan internasional.

Sebut saja Aiman Cahyadi yang saat ini memperkuat tim asal Malaysia, Sapura Pro Cycling Team. Bahkan, pebalap kelahiran Bandung, Jawa Barat itu sudah mampu menjadi pebalap terbaik pada salah satu etape balapan internasional di Negeri Jiran itu.

Begitu juga dengan Dadi Suryadi. Pebalap kelahiran Sumedang, Jawa Barat yang saat ini memperkuat tim asal Malaysia, Trengganu Cycling Team ini juga tidak diragukan lagi kemampuannya. Runner up Tour de Singkarak 2016 itu berpeluang besar kembali menyodok di balapan level 2.2 itu.

Pebalap timnas lain yang berpeluang turun di Tour de Singkarak 2017 diantaranya adalah Robin Manullang yang memperkuat tim United Bike serta beberapa nama yang saat ini tersebar di tim PGN maupun BRCC.

Terkait dengan kelanjutan pelatnas terutama untuk nomor road race, Budi Saputra menjelaskan hingga saat ini belum ada surat keputusan (SK) baru setelah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dibubarkan. Namun, pihaknya akan terus memantau pebalap.

“Kami saat ini memang sudah punya beberapa nama untuk ditarik ke pelatnas. Tour de Singkarak 2017 merupakan salah satu media untuk memantau kemampuan mereka,” kata pria asal Purwokerto itu.

Tour de Singkarak merupakan kejuaraan internasional di bawah kalender UCI yang dimiliki Indonesia. Kejuaraan ini telah memasuki tahun ke sembilan akan menempuh jarak lebih dari 1.000 km dan akan melintasi hampir semua kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Adapun tim yang kemungkinan besar akan kembali turun diantaranya Trengganu Cycling Team dan Sapura Pro Cycling Team asal Malaysia, 7 Eleven RBP Filipina, Qinghai Thiayude China, Kansai Creage Jepang, VIB Bikes Bahrain serta tim lokal seperti PGN, KFC Continental Team, BRCC hingga Padang Road Bike Team. (Ant)

Kemdikbud Sebut Agama dan Penghayat Kepercayaan Dua Domain Berbeda

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengatakan agama dan penghayat kepercayaan dua domain yang berbeda. Kemdikbud menilai penghayat kepercayaan saat ini dominan tradisi dan budaya.

“Kalau sekarang definisinya dianggap sebagai tradisi,” kata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid kepada Metrotvnews.com, Kamis 9 November 2017.

Dari sisi nilai-nilai budaya, tentu keberadaan kelompok penghayat kepercayaan menambah khazanah budaya nusantara yang beragam. Ini menjadi tugas dari Kemdikbud untuk melestarikan nilai dan tradisi yang sudah ratusan tahun turun temurun. “Kita kan enggak ikut campur mengurusi isi dan bentuk dari kepercayaannya,” ujar Hilmar.

Hal ini sudah berlangsung sejak tahun 70-an. Meski tak mencampuri kepercayaan yang mereka anut, Kemdikbud tetap menjamin para penghayat kepercayaan bisa menjalankan kepercayaan yang mereka yakini. “Dianggap sejalan dengan koridor dan tatanan negara hukum, ya engga masalah,” ucapnya.

Sementara dari sisi urusan agama dalam status sipil, hal itu menjadi ranah Kementerian Dalam Negeri. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sejatinya berdampak kepada Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil. Adapun apakah penghayat kepercayaan sesuai dengan enam agama resmi di Indonesia yang diakui menjadi urusan Kementerian Agama.

“Karena bukan domain kita menentukan mana yang sejalan dengan sistem hukum Indonesia mana yang tidak,” pungkasnya.

Dari data Direktorat Kepercayaan YME dan Tradisi Kemendikbud mencatat ada 187 kelompok penghayat kepercayaan yang tersebar di 13 provinsi di Tanah Air. Jawa Tengah menjadi provinsi terbanyak penghayat kepercayaan dengan 53 kelompok.

Sebelumnya, MK mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 61 Ayat (1) dan (2), serta Pasal 64 ayat (1) dan (5) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk). Putusan ini membuat penghayat kepercayaan mendapatkan pengakuan negara dalam sistem administrasi kependudukan.

Permohonan uji materi dengan perkara 97/PUU-XIV/2016 itu diajukan Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba, dan Carlim. Para pemohon merupakan penghayat kepercayaan dari berbagai komunitas kepercayaan di Indonesia.

Temajuk, Sekeping Surga di “Ekor” Kalimantan

Temajuk Mungkin belum banyak orang yang tahu tentang Temajuk. Desa kecil di sudut utara Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) itu jauh dari kesan megah. Listrik baru bisa dinikmati selama enam jam sehari, sinyal telepon baru bisa dinikmati di beberapa titik, dan nternet pun tak mampir ke desa ini.

Walaupun begitu, untuk urusan pariwisata, penduduknya sangat melek Sapta Pesona. Destinasinya sangat komplet, mulai dari bukit, pantai, underwater, mangrove, hingga deretan homestay nan cantik. Orang Kalimantan Barat kerap menyebutnya sebagai sekeping surga di ekor Kalimantan.

Pulau Seram Maluku Tawarkan Wisata Laut Melimpah
“Saya punya keyakinan ke depannya, Temajuk akan jadi destinasi wisata kelas dunia. Terbaik di dunia,” ujar Bupati Kabupaten Sambas, Atbah Romin Suhaili.

Atbah berani mengatakan hal itu karena punya dasar yang kuat. Pertama, modal keindahan alam Temajuk ada di atas rata-rata. Kondisi pantainya masih alami dan pasir putihnya terhampar luas. Belum lagi, gugusan bebatuan granit yang indah seperti di Tanjung Kelayang, Belitung.

Di Temajuk, wisatawan juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam di dermaga panjang yang ada di dusun Camar Bulan. Mereka juga dapat berwisata di pusat peneluran penyu terpanjang di Indonesia. Panjangnya 63 km dari total 90 km garis pantai Temajuk. Atau, mereka bisa melihat langsung panen ubur-ubur.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) pun sudah mulai menggarap akses di Temajuk, mulai dari penimbunan, perataan, pekerasan tanah dan perkerasan agregat. Bersama Zeni TNI dan kontraktor BUMN, Kementerian PUPR membuka jalan paralel di sepanjang area perbatasan dengan Malaysia. Jalannya membentang dari Kalimantan Utara (Kaltara) hingga Temajuk, Kalimantan Barat (Kalbar), sepanjang 1.900 Km.

Bila akses tersebut sudah selesai dibangun, Temajuk diprediksi bakal kebanjiran wisatawan. Terlebih lagi, di saat bersamaan, Malaysia juga sedang membangun jalan Van Borneo di wilayah perbatasan. Jalannya membentang dari Teluk Melano hingga Sabah.

“Terima kasih Presiden Jokowi. Dengan dimulainya pembangunan jalan, itu bisa menarik para pengunjung ke Temajuk. Jika jalan dikerjakan secara cepat, saya yakin Temajuk akan lebih maju. Lebih terbuka. Dan menjadi daerah destinasi dan didukung oleh masyarakat, jual beli masyarakat,” ujar Atbah.

Masalah atraksi, juga sudah mulai disentuh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Cerminannya bisa dilihat dari Festival Pesisir Paloh, 5-11 November 2017. Di festival ini, rombongan Kemenpar yang dipimpin PIC Crossborder Kalbar, Eddy Susilo, ikut memboyong pedangdut Nita Thalia.

Sekitar 15 ribu orang ppun langsung menyerbu Temajuk. Kawasan yang tadinya sepi berubah jadi lautan manusia.

“Temajuk itu indah. Saya sempat menyambangi pos observasi Penyu di Temajuk. Tempatnya bagus. Jadi kalau mau berwisata enggak perlu repot-repot ke luar negeri. Di Indonesia sudah cukup kok karena ada banyak destinasi indah yang bisa dieksplor,” ucap pedangdut, Nita Thalia.

Dalam hal amenitas, Temajuk sudah punya 60 homestay berasitektur keren. Rumah terbalik, homestay kayu dengan pemandangan pantai yang panjang, dan homestay high end dengan pemandangan batu-batu granit sebesar gajah, semuanya ada di Temajuk.

Pelopor homestay-nya bernama Atong. Rumah terbalik, homestay modern, dan homestay di bibir pantai yang panjang itu digarap olehnya. Desainnya dipikirkan dengan sangat matang dan terkonsep. Desain rumah disesuaikan dengan typologi rumah dan bangunan khas yang ada di Temajuk dan Nusantara.

“Ide awalnya adalah mencari sumber pendapatan lain di luar berkebun dan nelayan. Karena Temajuk itu indah, saya mulai kepikiran membuat homestay,” kata Atong.

Untuk menyiasati keterbatasan listrik, homestay pun didesain dengan prinsip hemat energi. Dinding homestay dibuat berongga, sehingga cahaya dan udara bisa terasa hingga di dalam rumah.

”Desain homestay-nya saya arahkan untuk mengakrabkan wisatawan dengan nuansa Temajuk yang masih sangat alami. Sengaja saya tidak kasih televisi agar wisatawan dapat berinsteraksi sekaligus belajar mengenai keindahan alam dan kebudayaan Temajuk,” ujar Atong.

Untuk bahan, dirinya mengambil material kayu yang banyak betebaran di Temajuk. Penggunaan material lokal yang melimpah, tetapi masih belum dimanfaatkan, sekaligus mengedukasi bahwa kayu juga dapat dijadikan bangunan yang indah dan terjangkau.

“Hampir semuanya kami bangun tanpa campur tangan pihak manapun. Mudah-mudahan tidak lama lagi Temajuk kebagian sinyal telepon yang mumpuni dan jaringan internet. Ini untuk mengakomodir wisatawan generasi milenial yang gemar selfie dan mem-posting kegiatan liburannya ke media sosial,” ucap Atong.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun tak segan melayangkan pujian. Baginya, Temajuk adalah sebuah surga. Surga yang indah untuk diabadikan dalam sebuah gambar, surga yang eksotik untuk digali keindahan setiap sudut panoramanya, dan surga yang menjadi agenda wajib dalam daftar kunjungan.

“Ini potensi pariwisata yang besar. Kami akan terus bantu pasarkan agar makin banyak yang berkunjung ke Temajuk. Saya kira events crossborder bisa jadi solusi. Mudah-mudahan ini bisa jadi destinasi wisata bagi warga perbatasan di Malaysia,” kata dia.