Ini Penampilan Meghan Markle dan Kate Middleton di Acara Kerajaan

Meghan Markle menghadiri tradisi kerajaan tahunan bersama tunangannya, Pangeran Harry, pada makan siang Natal Kerajaan Inggris.

Tak hanya Meghan Markle dan Pangeran Harry, dalam makan siang Natal tersebut juga hadir Pangeran William dan Kate Middleton bersama Ratu Elizabeth di Istana Buckingham pada Rabu (20/12/2017).

Penampilan Meghan Markle

Mereka hadir bersama 50 anggota keluarga kerajaan dalam acara makan siang di Istana, termasuk Pangeran Charles, Camilla, Putri Eugenie, Putri Beatrice, Zara, dan Mike Tindall. Dilansir dari elle.com pada Jumat (22/12/2017), mungkin ini menjadi pertama kalinya bagi Meghan Markle bertemu dengan seluruh keluarga kerajaan dalam acara tahunan kerajaan. Dalam makan siang Natal tersebut, Meghan tampak menggunakan midi dress Self Portrait dengan renda nightshade.

Penampilan Kate Middleton

Sementara Kate Middleton juga hadir bersama Pangeran Williams dan kedua buah hatinya, George dan Charlotte. Seperti biasa, Kate tampil begitu anggun dalam acara makan siang Natal tersebut. Kate tampak menggunakan cape panjang dari Zara yang dipadukan dengan gaun plum. Gaun ini pernah digunakan Kate Middleton ketika menghadiri sebuah forum sekolah bulan lalu.

3 Momen Natal yang Khas Terjadi di Australia

Setiap tahunnya, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan hari Natal. Masing-masing negara memiliki budaya sendiri dalam menyambut hari tersebut, tak terkecuali Australia. Suasana Natal di Australia memiliki perbedaan dari negara-negara lainnya. Ini bisa menjadi alasan bagi kamu untuk memasukkan nama negara itu ke daftar wisata akhir tahun.

Jika tahun ini kamu sudah punya agenda lain, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengunjungi Australia pada tahun berikutnya.

Melansir rilis media yang diterima dari Tourism Australia, berikut ini adalah 3 kekhasan Natal di Australia.

Pantai

Australia memang negara 4 musim. Namun karena letaknya berada di bagian selatan, maka urutan musimnya terbalik dengan negara-negara di utara. Oleh karena itu, Desember di Australia adalah waktu musim panas tiba. Warga Australia merayakan Natal di alam terbuka, misalnya pantai. Pantai Bondi di Sydney atau pantai Scarborough di Perth bisa menjadi opsi yang menarik.

Pilihan lainnya adalah menikmati suasana natal di taman, mengunjungi Christmas Market dengan suasana berbeda, serta menonton karnaval Natal.

Seafood

Ilustrasi Foto Ikan Salmon (iStockphoto)
Natal di negara lain mungkin merupakan waktu untuk menyantap kalkun atau daging merah di acara makan malam. Di Australia, Natal akan diisi oleh seafood, seperti udang, lobster, ikan, dan lain sebagainya yang disajikan pada siang hari di ruang terbuka.

Dalam bahasa Italia disebut dengan istilah Al Fresco yang berarti “di ruang terbuka”. Buah-buah yang disajikan bersama menu seafood tersebut adalah mangga dan ceri. Segelas minuman dingin akan menyempurnakan suasana Summer Christmas di Australia

Carols by Candlelight

Hari Raya Natal, 25 Desember. (iStockphoto)
Carols by Candlelight merupakan salah satu tradisi Natal tertua di Australia. Penyiar radio Norman Tyrell Banks memulai tradisi itu pada tahun 1930an. Saat Tyrell Banks pulang kerja pada suatu malam, ia melihat seorang perempuan tua sedang menyanyi lagu Natal yang diputar di radio dengan wajah yang terkena sinar lilin.

Membayangkan banyaknya orang-orang yang merayakan Natal sendiri, akhirnya tercetuslah ide di kepala Tyrell Banks untuk membuat acara menyanyi lagu natal bersama dengan cahaya lilin. Tradisi ini berlanjut hingga saat ini, dan acara terbesarnya adalah Carols by Candlelight dari Vision Australia.

5 Cara Menabung Uang Lewat Media Sosial

Cara menghemat pengeluaran itu banyak. Bahkan salah satunya lewat media sosial yang biasa digunakan Kids zaman now. Nah, ketimbang hanya mengunggah hal yang tidak penting, lebih baik manfaatkan semua akun media sosial yang dimiliki itu untuk menghemat pengeluaran dan membantu mengatur keuangan.

5 Cara Menabung Uang Lewat Media Sosial

Apa saja cara menghemat pengeluaran lewat media sosial? Berikut rangkumannya dari DuitPintar.com.

1. Bergabung dengangrup jual-beli di Facebook

Sangat banyak grup info jual-beli di Facebook. Gabung grup seperti ini jauh lebih berguna ketimbang ikutan grup yang isinya orang-orang debat kusir. Dari grup itu kita bisa tahu barang apa yang sedang dijual sekaligus harganya. Kita bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Misalnya ikut grup jual-beli berdasarkan lokasi domisili. Bisa juga grup yang khusus tentang jual-beli barang tertentu, misalnya barang second atau elektronik. Dengan begitu, kita bisa langsung menghubungi orang yang menjual dan ajak ketemu untuk transaksi. Siapa tahu dapat harga murah untuk barang yang sedang dibutuhkan. Ayo cerdas pakai media sosial!

2. Follow atau like akun merek dan toko online favorit

Hampir semua merek dan toko online punya akun media sosial. Dengan follow atau like akun dan halaman mereka, kita bisa selalu mengikuti apa saja promo yang sedang berlangsung. Salah satunya adalah info flash sale, supaya kita tidak ketinggalan dari yang lain.

Beberapa di antaranya juga sering membuat kuis berhadiah dengan bonus voucher. Kalau kita bisa menang, pastinya pengeluaran untuk beli produk mereka bisa lebih ringan.

3. Tanya rekomendasi ke teman lewat media sosial

Ilustrasi Media Sosial (iStockphoto)
Kadang ada teman di media sosian yang unggah review suatu barang yang baru saja dibeli. Ada kemungkinan barang itu juga sedang kita incar. Bila review itu kebetulan muncul di newsfeed, alangkah beruntungnya. Kita bisa menghindari keluar uang percuma kalau ternyata barang yang tadinya kita inginkan tidak bagus. Kita pun bisa sekalian tanya-tanya rekomendasi darinya, meski tidak selamanya review orang lain itu sama dengan pendapat kita.

4. Cari diskon atau promo dengan hashtag

Cara menghemat pengeluaran yang ini terutama bisa dilakukan di Twitter dan Instagram. Hashtag alias tagar sering disematkan ketika ada promosi barang tertentu. Bukan hanya toko atau merek besar, pelaku usaha kecil-menengah juga pakai trik promosi ini. Kita jadi bisa lebih mudah mencari promo barang tertentu dengan menelusuri hashtag itu. Kuis berhadiah juga sering dibuat dengan hashtag untuk memudahkan pencarian.

5. Belajar DIY lewat Pinterest

Ilustrasi Media Sosial (iStockphoto)
Dibanding Facebook, Twitter, atau Instagram, media sosial Pinterest sepertinya kurang akrab di telinga kebanyakan orang Indonesia. Media sosial ini mirip dengan Instagram, tapi isinya lebih banyak soal gagasan kreasi atau ide untuk membuat sesuatu. Dari Pinterest, kita bisa belajar DIY alias metode do-it-yourself untuk membuat segala sesuatu sendiri. Misalnya ada yang membagikan tips membuat kerajinan tangan sendiri.

Top 3 Hari Ini: Jago Makeup, Sosok Shafa Harris Bikin Takjub

Jauh dari gosip yang beredar, sosok Shafa Harris ternyata memiliki keahlian makeup layaknya profesional makeup artist.

Top 3 Hari Ini: Jago Makeup, Sosok Shafa Harris Bikin Takjub

Keahlian ini membuat banyak orang penasaran dan tak jarang pula yang menyempatkan waktu untuk menonton video tutorial makeupnya di Instagram. Berita tentang keahlian makeup Shafa Harris ini menjadi artikel terpopuler dari kanal Lifestyle.

Intip Fakta di Balik Keahlian Makeup Shafa Harris

Nama Shafa Harris kini sedang hangat diperbincangkan. Di balik konflik keluarga yang kini sedang menjadi perhatian, sosok gadis belia ini pun tak luput dari sorot mata publik.

Pasalnya, di usia yang terbilang muda yakni 14 tahun, dirinya memiliki keahlian makeup layaknya seorang make-up artist. Ia pun kerap mengunggah keahliannya tersebut dalam bentuk foto hingga video tutorial.

Keahliannya ini pun kerap membuat banyak orang penasaran dan tak sedikit pula yang menonton video tutorial-nya tersebut. Tim Liputan6.com pun berhasil berbincang-bincang dengan Shafa Harris, dan ternyata sejumlah fakta pun terungkap akan keahian makeup yang dimilikinya yang tentu membuat banyak orang penasaran. Baca selengkapnya di sini.

Menikah menjadi momen sekali seumur hidup yang takkan pernah terlupakan. Anda tentu menginginkan momen istimewa tersebut terselenggara dengan sangat sempurna. Namun menikah bukan hanya perkara peresmian hubungan yang lebih serius sebagai sepasang suami istri yang kemudian dirayakan dalam pesta megah sehari semalam. Melainkan ada komitmen yang patut Anda jaga dan perjuangkan sepanjang hidup.

Aktris cantik Acha Sinaga berbagi pandangannya soal pernikahan yang telah dijalani selama kurang lebih 8 bulan ini. Dalam sebuah unggahan di Instagram pribadinya, Acha memberikan pandangan tentang pernikahan kepada Anda yang masih melajang. Menurutnya, banyak orang yang masih melajang tidak perlu merasa iri dengan temannya yang sudah menikah. Baca selengkapnya di sini.

7 Tanda Anda Sedang Rasakan Cinta Sejati, Apa Itu?

Ketika merasa tertarik dengan seseorang, mungkin Anda bingung apakah itu rasa cinta sejati atau sekedar ketertarikan secara seksual saja. Ini wajar.

Nafsu sebenarnya hanya hasrat seksual yang kuat, bukan hal yang buruk, namun tidak akan berlangsung lama. Sedangkan bagaimana dengan cinta sejati?

Dilansir dari yourtango.com, Senin (11/12/2017), berikut ini adalah beberapa tanda jika Anda sedang merasakan cinta sejati. Penasaran apa saja?

1. Anda meluangkan waktu untuk saling mengenal satu sama lain

Anda memberi banyak ruang untuk saling mengenal, tidak merasa perlu terburu-buru. Orang baru bisa muncul kapan saja dan Anda menyadari hal tersebut.

2. Perasaannya tidak hilang

Ketertarikan cinta sejati tidak akan hilang, kecuali jika itu hanya nafsu. Daya tarik tersebut justru bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam dan tidak mati sewaktu-waktu.

3. Tidak ada perasaan lain yang terlibat

Jika rasa cinta Anda disertai dengan ketakutan, cemburu, dan kerterikatan, ini bisa jadi nafsu. Cinta adalah perasaan yang konstan, ada di dalam setiap diri manusia untuk saling memberi dan menerima, rasanya ringan.

4. Perasaan tersebut terus meningkat, tidak menurun

Cinta memiliki kekuatan untuk mengatasi segala jenis masalah, menemukan jalan untuk menerima kembali. Sangat kuat sehingga cinta sejati tidak dapat dikalahkan oleh apapun ketika dua orang menyatukannya secara bersamaan.

Bekraf Luncurkan Klaster Filantropi Seni dan Budaya Indonesia

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Filantropi Indonesia dan Koalisi Seni Indonesia baru saja meluncukan Klaster Filantropi Kesenian dan Kebudayaan Indonesia. Bertujuan memberi kemudahan partisipasi semua pemangku kepentingan dalam kesenian dan kebudayaan, Filantropi Kesenian dan Kebudayaan Indonesia diluncurkan di Mini Stage Festival Badan Ekonomi Kreatif, Gedung Persediaan PT KAI Bandung.

Dalam acara peluncuran tersebut, dilakukan penandatanganan pernytaan komitmen bersama antara Filantropi Indonesia, Koalisi Seni, dan Bekraf.

RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Linda Hoemar Abidin perwakilan Koalisi Seni Indonesia mengatakan, melalui penandatanganan komitmen bersama ini, lembaga-lembaga yang terkait sepakat saling mendukung dan bekerjasama mendorong filantropi untuk kemajuan kesenian dan kebudayaan Indonesia

Terkait hal itu, Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Kamis (7/12/2017) menambahkan, “Kami menyadari peran penting filantropi sebagai salah satu sumber pembiayaan non-[erbankan bagi pelaku ekonomi kreatif. Harapan kami, melalui penandatanganan pernyataan ini pihak semua pihak berkomitmen untuk bersinergi dalam pelaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing, mengingat kemajuan ekonomi kreatif tidak lepas dari kemajuan seni dan budaya masyarakat yang memiliki intelectual property sebagai modal utama.”

Hingga saat ini, sumber pendanaan komunitas seni masih terbatas. Berdasarkan penelitian Koalisi Seni Indonesia tahun 2015 tentang keberlangsungan 227 lembaga seni di 8 kota di Indonesia, total hanya 15 persen lembaga seni yang memiliki akses dana publik yang disediakan oleh pemerintah daerah dan nasional, Kebanyakan lembaga, sekitar 79 persen mengandalkan pendanaan utamanya secara swadaya. “Dukungan filantropi untuk kesenian sangatlah penting. Kesenian mengasah kreativitas dan daya imajinasi kita, dua hal ini diperlukan agar kita dapat terus berinovasi demi masa depan Indonesia yang lebih maju,” jelas Linda.

Seni Budaya Belum Jadi Prioritas

Filantropi di Indonesia untuk sektor seni dan kebudayaan pernah diteliti tahun oleh lembaga PIRAC (Public Interest Research and Advocacy), yang menunjukkan bahwa seni masih belum menjadi prioritas fokus kedermawanan. Tahun 2007, dari 1.372 kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan-perusahaan swasta, dengan nilai dukungan mencapai Rp 44 miliar, hanya 18,1 persen yang ditujukan untuk seni dan budaya.

Saat ini pokok pendanaan negara untuk seni dan budaya telah diatur dalam UU Pemajuan Kebudayaan No.5/2017 pasal 47 dan 48. Namun demikian, diharapkan melalui pembentukan Klaster Filantropi Kesenian dan Kebudayaan Indonesia usaha-usaha mendorong dukungan filantropi individu dan lembaga semakin tersinergi dengan baik.

Riset dan Penelitian Harus Menciptakan Perbaikan, Murah, dan Cepat

Penelitian atau riset perlu digencarkan demi membantu menyelesaikan persoalan yang ada dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada tiga hal yang diharapkan dari riset.

“Itulah tantangan suatu penelitian. Bagaimana meneliti sesuatu sehingga dia lebih baik, dia lebih murah dan lebih cepat,” kata Kalla dalam Seminar Nasional “Hilirisasi Teknologi dan Start-Up Bisnis” di Universitas Brawijaya Malang, Senin, 4 Desember 2017.

Menurut Kalla, tiga hal itu berlaku di penelitian bidang apa pun. Baik penelitian di bidang teknologi maupun di bidang lainnya seperti pertanian.

“Itulah yang menjadi bagian dari upaya kita untuk mempebaiki situasi bangsa ini,” ujar dia.

Kalla menyebut bangsa Indonesia adalah bangsa yang menengah. Pendapatan per kapitanya sekitar USD3.700 atau USD3.800 per tahun.

“Di sisi lain, Malaysia sudah sepuluh ribuan US dolar dan lain-lain. Kita masih rendah dibanding negara lain. Tapi tentu lebih tinggi juga dari banyak negara lain,” ucap dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, Indonesia memiliki modal untuk terus bangkit. Terutama dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.

Kalla menuturkan modal tersebut adalah pemanfaatan teknologi dan jumlah penduduk yang cukup besar. Penduduk diharapkan menjadi pekerja sekaligus konsumen.

“Karena tanpa konsumen yang baik, tentu kita tidak bisa menciptakan sesuatu yang baik. Teknologi adalah hasil dari riset dan riset hasil dari pendidikan,” tandas dia.

4 Cara Zaman Now dan Seru Menyantap Pizza

Pizza merupakan salah satu makanan khas Italia yang semua orang suka. Jika selama ini cara makan pizza secara langsung seperti biasanya, ternyata ada cara lain yang bisa dilakukan saat sedang menikmati pizza. Penasaran?

4 Cara Zaman Now dan Seru Menyantap Pizza

Melansir dari video singkat yang dibagikan oleh akun @tastemade, Kamis (30/11/2017) bagi para pecinta pizza wajib coba empat cara baru dan seru saat menikmati pizza di rumah berikut ini.

Memotong boks pizza yang masih bersisa.

Saat sedang makan pizza yang masih bersisa, Anda bisa membuat boksnya terlihat lebih efisien dengan membuatnya menjadi lebih kecil. Caranya dengan menggunting bagian pinggir boks dan menyematkan tali agar boks terlihat lebih kecil. Pizza siap dinikmati kembali.

Memasak pizza kembali

Anda bisa menikmati pizza kembali dengan memasaknya lagi. Caranya potong-potong pizza menjadi bentuk segitiga kecil-kecil, lalu taburi dengan keju mozzarella. Panggang sebentar dan nikmati selagi hangat.

Jangan buang pinggiran pizza

Banyak orang yang tidak suka menikmati bagian pinggiran pizza. Jika Anda salah satunya, sebaiknya jangan langsung membuangnya. Karena bagian pinggiran pizza dapat dinikmati kembali sebagai topping salad. Caranya, potong pinggiran pizza menjadi kecil-kecil, lalu campuka dengan minyak zaitun atau air lemon. Tuang di atas salad favorit Anda.

Sandwich pizza

Ubah pizza Anda jadi sandwich isi keju mozzarella. Potong pizza menjadi bentuk kotak, lalu isi dengan helaian keju mozzarella. Panggang hingga matang. Sandwich pizza siap disantap.

Wayang Ajen Ikut Mengangkat Potensi Wisata Banten

Pertunjukan apik Wayang Ajen sukses menutup ajang Pameran 30 Ikon Kuliner Nusantara di Alun-Alun Barat Kota Serang, Banten, Sabtu (25/11/2017). Tidak hanya itu, penampilan Wayang Ajen juga menjadi atraksi wisata budaya yang turut memperkuat sekaligus mengangkat potensi wisata Banten yang begitu kaya.

Wayang Ajen Ikut Mengangkat Potensi Wisata Banten

“Seperti diketahui, Banten punya ragam potensi wisata yang besar. Tidak hanya budaya, kuliner, tapi juga alamnya yang indah,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati.

Selama satu hari penuh, Alun-Alun Barat Kota Serang dipadati masyarakat. Dimulai dari pagi hari dengan pameran 30 ikon kuliner nusantara. Deretan kuliner seperti Satai Maranggi, Satai Ayam Madura, Rendang Padang, Nasi Tumpeng, Es Bir Pletok, Kunyit Asam Solo dan lainnya disuguhkan kepada masyarakat.

Tidak hanya pameran kuliner, demo masak dari dua chef andal, Sisca Soewitomo dan Chef Marco Lim semakin memeriahkan acara.

Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau mengatakan, 30 Ikon Kuliner Nusantara adalah program dari pemerintah pusat dalam membangkitkan potensi wisata Indonesia melalui kuliner.

“Tapi tidak boleh berhenti sampai disitu saja. Bahwa ikon tersebut harus menjadi pemantik bagi pengembangan kuliner daerah,” ujar Vita Datau.

Untuk itu ia berharap, kehadiran pameran kuliner ini bukan sebagai ajang mengenalkan makanan daerah lain di Banten, tapi justru menjadi pemantik agar masyarakat ataupun komunitas dapat mengembangkan dan mendorong kuliner khasnya sebagai daya tarik wisatawan.

“Berdasarkan data, wisata kuliner adalah penyumbang PDB terbesar pada industri ekonomi kreatif. Artinya, wisatawan itu dalam pengeluaranya, 30 persen dikhususkan untuk makanan dan oleh-oleh,” ujar Vita Datau.

Banten pun, ujar Vita Datau, punya potensi itu. Rabeg misalnya, yang merupakan makanan khas dari Serang, Banten.

“Nah bagaimana makanan ini bisa dikreasikan. Kuncinya ada tiga, yaitu Rasa, Rupa dan Rekayasa,” ujar Vita.

Satu makanan dapat dikembangkan atau dipromosikan secara luas ketika dia memiliki rasa yang enak yang bisa disesuaikan dengan selera orang banyak. Kemudian rupa, bahwa makanan itu presentasinya harus bagus.

“Rekayasa, adalah makanan itu bisa dimasak dengan mudah. Bagaimana caranya? Melalui kegiatan inilah diharapkan potensi wisata khususnya kuliner di Banten dapat dikembangkan,” ujar Vita Datau yang dalam acara turut dihadiri Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar, Mumus Muslim.

Begitu juga dengan suguhan Wayang Ajen yang ditampilkan sebagai pemuncak acara.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, kehadiran pementasan Wayang Ajen tentunya diharapkan menjadi atraksi wisata budaya bagi masyarakat dan wisatawan. Namun tentunya, suguhan ini justru mengangkat potensi wisata budaya lainnya yang ada di Serang, dan Banten pada umumnya.

“Wayang Ajen memang punya daya tarik kuat. Banyak wisatawan yang selalu memburu penampilannya. Ketika hadir di Serang, maka wisatawan itu tidak hanya menikmati Wayang Ajen, tapi apa yang menjadi daya tarik lainnya yang ada di Banten. Kehadiran acara ini justru memperkuat potensi wisata budaya yang ada di Banten,” ujar Esthy didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kemenpar, Wawan Gunawan.

Dalam kesempatan itu, sebelum pementasan, digelar juga edukasi budaya bagi anak-anak untuk bisa mencintai wayang. Anak-anak, dengan didampingi dua orang dalang dari Wayang Ajen, diajak untuk mengetahui lebih dalam tentang wayang. Mereka diajarkan tentang filosofi wayang, bahkan mereka diajak berinteraksi langsung untuk memainkan wayang.

Dengan ini tentunya diharapkan akan dapat tumbuh kecintaan anak-anak terhadap wayang.

“Dengan begitu, ketika anak-anak sudah mengenal, maka mereka akan semakin mudah dalam mengembangkan budaya-budaya yang ada di Banten. Termasuk wayang garing khas Banten,” ujar Wawan Gunawan.

Wawan mengatakan, anak-anak diberi ruang dan waktu untuk benar-benar mengenal wayang sebagai bagian dari budaya yang besar di Indonesia.

“Diharapkan mereka akan mencintai seni dan budaya. Sehingga nantinya andil mereka dalam membesarkan budaya Banten semakin tinggi,” ujar Wawan.

Pertunjukan Wayang Ajen yang dimulai pukul 20.00 WIB tadi malam sendiri dipadati ribuan penonton. Mereka sangat antusias menyaksikan suguhan dari Wayang Ajen yang mengkolaborasikan antara wayang golek, multimedia dan komposisi musik, tari, musikalisasi puisi, dakwah, musik pop dan lawak. Dalam satu pertunjukkan serta didukung juga penataan artistik panggung, keserasian tata cahaya, serta kostum yang harmonis layaknya sebuah konser yang diminati anak muda.

“Pagelaran yang bagus sekali. Luar biasa menarik, Wayang Ajen mampu menyampaikan nilai tontonan yang berkualitas dan nilai tuntutan moral keagamaan serta mendorong promosi pariwisata Banten,” ujar Asda II Pemprov Banten, Ino S Rawita.

Hal senada juga disampaikan Ustaz Agus dari salah satu pesantren di Serang. Ia mengatakan apa yang disuguhkan Wayang Ajen menyentuh qolbu dan memberi bekal tontonan yang penuh tuntunan. “Suasana spritualnya terasa,” ujar Ustaz Agus.

Tidak hanya tuntutan, Wayang Ajen juga menghadirkan tontonan yang memukau sekaligus menghibur.

“Penampilannya spektakuler. Lucu abis, nggak bikin ngantuk,” ujar Rina, salah seorang penonton dari Tangerang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi suguhan promosi wisata kuliner sekaligus penampilan dari Wayang Ajen. Ia mengatakan apa yang dihadirkan Kementerian Pariwisata bersama Dinas Pariwisata Provinsi Banten diharapkan dapat semakin meningkatkan dan mengangkat potensi-potensi yang ada di daerah. Dalam hal ini adalah Serang dan Banten pada umumnya.

“Banten yang jaraknya dekat dengan Jakarta serta aksesnya yang mudah punya potensi besar dalam pengembangan pariwisata. Untuk itu diharapkan semua unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas dapat sama-sama mengangkat pariwisata Banten. Ayo ke Banten. Exciting Banten,” ujar Menpar Arief Yahya.

Kota Padang Akan Menggelar Padang Indian Ocean Music Festival

Padang Pemerintah Kota (Pemkot) Padang akan menggelar Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest) pada 8-10 Desember 2017. Festival musik ini akan diikuti negara-negara yang tergabung dalam Indian Ocean Rim Association (IORA).

Kota Padang Akan Menggelar Padang Indian Ocean Music Festival

Kepala Dinas Pariwisata Padang, Medi Iswandi, menjelaskan bahwa PIOMFest adalah festival musik yang digelar untuk menjalin silaturahmi budaya antara negara IORA serta negara mitranya. Ia mengatakan, musik dipilih sebagai wadah karena musik adalah bahasa budaya paling universal.

“PIOMFest ini sebagai pengikat setiap negara IORA agar selalu mengenang Padang. Karena Padang pernah menjadi lokasi konferensi IORA. Konferensi IORA dilaksanakan tiap tahun dan dilaksanakan bergantian oleh setiap negara anggotanya,” ujar Medi, Jumat (24/11/2017).

Ia menjelaskan, ada 21 negara anggota dan enam negara mitra yang secara bertahap akan diundang untuk tampil dalam PIOMFest. Pada tahun pertama PIOMFest ini, grup musik dan musisi dari empat negara sudah mengonfirmasi keikutsertaannya, yakni India, Singapura, Jepang, dan Indonesia.

“Dari Indonesia, grup musik dan musisi yang sudah mengonfirmasi kehadirannya adalah grup musik dari Medan (Brevin Tarigan), Bengkulu (Dol Arastra), Jakarta (Taufik Adam), Riau (Riau Rithym Chamber), dan Sumbar (Talago Buni, Komunitas Nan Tumpah, Sanggar Dayung-Dayung, Grup Musik Gamad, dan Grup Gamang Long Se Tong),” ucap Medi.

Bukan hanya untuk meningkatkan kerja sama budaya dengan negara IORA, imbuhnya, PIOMFest digelar juga untuk meningkatkan angka kunjungan wisatatawan ke Padang. Karena itu, pihaknya berencana menjadikan PIOMFest sebagai festival tahunan.

“PIOMFest akan dijadikan acara tahunan karena menambah daya tarik wisata Kota Padang yang sedang fokus mengembangkan pariwisata dan menarik minat wisatawan,” kata Medi.

PIOMFest akan digelar sepanjang sore dan malam di bawah Jembatan Siti Nurbaya, Muaro Padang, di antara bangunan tua yang masih tersisa. Penonton acara ini tidak dibebani biaya.

Sementara itu, Kurator PIOMFest, Edy Utama, menerangkan bahwa konsep PIOMFest mirip dengan konsep Sawahlunto International Music Festival (SIMFest), yaitu musiknya bersumber dari musik etnik. Kriteria pesertanya adalah musisi yang dianggap mewakili tradisi musik atau identitas dari suatu masyarakat etnik atau dari kawasan kebudayaan tertentu.

“Kota Padang adalah salah satu titik penting dari 21 negara yang bersentuhan dengan Samudra Hindia, ditambah lagi dengan enam negara mitra, seperti Jepang, Cina, Perancis, dan lain-lain. Jariangan itu disebut IORA. Salah satu tujuan dari IORA adalah untuk mengembangkan kerja sama kebudayaan. Kita berharap secara bertahap, negara yang tergabung dalam IORA atau negara mitranya, akan tampil di panggung PIOMFest,” ujar Edy.

Ia menambahkan, di PIOMFest, genre musik yang ditampilkan secara umum disebut world music, yakni musik-musik baru yang digali atau dikembangkan dari suatu tradisi musik tertentu. Peserta PIOMFest kali ini mayoritas grup musik.

“Pada tahun ini, hanya peserta dari Jepang yang main tunggal, sedangkan peserta lainnya main dengan grup,” ucap Edy.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengapresiasi langkah Padang dalam mengemas event berskala internasional. Waktunya juga sudah pasti, ada tanggal dan bulannya, sehingga memudahkan wisatawan membuat perencanaan berwisata ke Padang.

“Yang penting jangan sampai berubah tanggal, apalagi bulan dan tahun. Jangan lupa promosikan melalui pendekatan POP (pre-event, on-event, dan post-event), agar mencapai sasaran yang optimal,” kata dia.

Menurut Arief, kegiatan tersebut menunjukkan Kota Padang, khususnya Sumatera Barat, sebagai destinasi yang lengkap dan punya potensi besar dalam pariwisata.

“Sumatera Barat, khususnya Padang, memiliki segalanya, mulai gunung, sawah, sungai, pantai, sampai bawah laut yang berkelas. Juga punya budaya yang berkarakter, khas, dan punya nilai keindahan yang tinggi. Juga punya arsitektur Nusantara, rumah begonjong yang tidak ada duanya di dunia,” ujarnya.