Sandi Berduka atas Kepergian Yon Koeswoyo

Kepergian vokalis Koes Plus Yon Koeswoyo menimbulkan duka bagi para penggemarnya, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. Sandi tak menyangka musisi kawakan itu tutup usia.

“Sangat berduka. Kebetulan Rabu (3 Januari 2018) kemarin saya baru memainkan lagu beliau bersama Prof Agus Suradika (Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI),” kata Sandiaga di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur, Jumat, 5 Januari 2018.

Sandi sempat memainkan gitar dan membawakan lagu milik Koes Plus berjudul Why Do You Love Me. Dia mengaku menikmati lagu-lagu Koes Plus.

Menurut dia, Yoen pun sangat menginspirasi musisi muda untuk terus berkarya dalam industri kreatif. “Koes Plus ini legenda dari industri kreatif,” ujar dia.

Yon Koeswoyo meninggal di usia berusia 77 tahun. Vokalis sekaligus gitaris ini
sudah lama mengindap komplikasi penyakit.

Yon lahir di Tuban, Jawa Timur, pada 27 September 1940. Dia adalah anak keenam dari sembilan bersaudara.

Pada akhir 2016, Yon sempat menggelar konser bersama Koes Plus dengan tajuk “Andaikan Koes Plus Datang Kembali”. Dalam acara itu, ia meminta band-band baru di Tanah Air supaya berkiprah dan bertahan lama seperti Koes Plus.

TMII Targetkan 500 Ribu Pengunjung hingga 2 Januari

Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, masih menjadi tujuan wisatawan menghabiskan malam pergantian tahun. Manajemen TMII menargetkan 500 ribu pengunjung di momen libur akhir tahun ini.

“Terhitung sejak 16 Desember 2017 sampai saat ini sudah 450 ribu pengunjung. Ditargetkan tercapai 500 ribu pengunjung sampai 2 Januari 2018,” kata Kabag Humas TMII Jerrimias Lahama kepada Medcom.id di lokasi, Minggu, 31 Desember 2017.

Jumlaj pengunjung TMII sudah melampaui angka wisatawan pada 2016. Tahun lalu, TMII hanya kedatanagn 400 ribu pengunjung.

TMII menggelar beragam acara merayakan pergantian tahun. Beberapa di antaranya, pentas budaya tradisional di masing-masing anjungan, pagelaran wayang, video mapping, dan puncak pesta kembang api saat malam pergantian tahun.

Contraflow Dihentikan di Ruas Tol Cikampek

PT Jasa Marga menghentikan kebijakan contraflow di KM 37+600 hingga KM 47. Pasalnya, arus lalu lintas di ruas jalan Tol Jakarta Cikampek mulai terurai.

Contraflow Dihentikan di Ruas Tol Cikampek

Jasa Marga atas diskresi Kepolisian, memberlakukan Contraflow untuk mengurangi kepadatan jelang akses masuk Rest Area Km 39. Namun, contraflow yang diberlakukan sejak pukul 16.15 WIB telah berhasil mengurai kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek.

“Untuk itu mulai pukul 17.35 WIB contraflow di Km 37+600 hingga Km 47 ditutup,” kata AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru lewat pernyataan tertulisnya, Sabtu, 23 Desember 2017.

Jasa Marga, lanjut dia, terus berupaya memberikan layanan yang terbaik bagi pengguna jalan. Bagi pengguna jalan juga diminta mempersiapkan perjalanan dengan mengisi penuh bahan bakar kendaraan, perbekalan makanan yang cukup dan membawa uang elektronik dengan kecukupan saldo untuk kenyamanan transaksi pembayaran tol .

“Serta pastikan kondisi kendaraan dan pengemudi yang prima,” tuturnya.

Sebelumnya, PT Jasa Marga juga memberlakukan sistem contraflow dari Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Km 29 hingga Km 47 Jalan Tol Jakarta Cikampek arah Cikampek. Sistem contraflow ini sudah diberlakukan sejak pukul 10.35 WIB untuk mencairkan kepadatan menjelang GT Cikarang Utama.

Dari Balik Penjara Gino Belajar Mengkafirkan Orang

Hukuman penjara untuk membuat pelaku kejahatan jera agaknya tak selalu demikian. Abu Gino, mantan pengikut kelompok radikal yang pernah menjadi terpidana menyaksikan sendiri bahwa di balik jeruji besi seseorang yang diharapkan bisa bertaubat justru semakin jahat.

“Di penjara dapat materi baru yang lebih keras dan membuat saya semakin yakin bahwa memerangi pemerintah dan sebagainya itu sangat wajib,” ungkap Gino, dalam News Story Insight (NSI), Kamis 21 Desember 2017.

Mungkin Gino sedikit terpukul ketika akhirnya Ia masuk bui akibat terlibat dalam aksi amaliah. Namun setelah mengetahui bahwa penjara bukanlah halangan untuk menebarkan paham radikal, Gino tenang.

Ia mengaku belum banyak mencerna setiap materi jihad yang didapatkan selama ini. Tetapi sampai di penjara, Ia bertemu kelompok yang lebih ekstrem yang mengajarkan pemahaman lebih keras dari yang pernah Ia dapat.

Salah satu contoh adalah pemahaman takfiri atau mengkafirkan orang lain yang tak sama pemahaman dengan kelompok radikal Ia dapatkan justru dari balik jeruji besi.

“Sebelum bertemu mereka motif jihadnya murni, kita tidak diberikan materi takfiri. Begitu di penjara diberikan materi mudah mengkafirkan orang lain di luar pemahaman,” ungkapnya.

Meski tak lagi dapat menjaring anak muda untuk bergabung dengan kelompok radikal, dari balik jeruji besi, mereka yang dipidana terkait kasus terorisme masih bisa merekrut anggota.

Target kaderisasi anggota radikal justru berasal dari para terpidana yang dihukum setelah melakukan berbagai tindak kejahati. Pemahaman bahwa para ‘preman’ ini lebih mudah didekati dan dipengaruhi membuat kelompok radikal masih bisa melebarkan sayapnya dari dalam penjara.

“Ada yang tua ada yang muda. Tapi yang muda lebih berani melakukan hal-hal yang menimbulkan kerusakan besar. Saya mengalami sendiri bahwa salah satu orang yang saya bina waktu itu menjadi orang yang sangat keras dan radikal,” katanya.

Meski kini Ia sudah bertaubat dan ‘pensiun’ dari dunia hitam terorisme, pemahaman yang Ia tanamkan kepada sesama terpidana ketika di penjara dulu tak bisa ditarik kembali.

Memberi nasehat untuk tidak melakukan amaliah sudah tak lagi berlaku. Ia kemudian mendapati bahwa ‘anak asuh’ yang sempat Ia bina dari balik penjara tewas ditembak aparat.

“Informasi yang saya dengar ketika itu dia mengancam meledakkan diri sehingga keburu dieksekusi aparat,” ungkapnya.

Kini, pola rekrutmen anggota kelompok radikal sudah berubah. Gino mengakui bahwa kecanggihan teknologi terutama adanya media sosial dan internet memudahkan kelompok radikal menyebarkan pemahamannya ke para pengguna internet.

Dikendalikan dari Suriah, anggota kelompok radikal kemudian membuat komunitas dan perkumpulan melalui media sosial untuk mengajarkan paham radikal. Bukan hanya teknis membuat bom atau merakit senjata, melalui media sosial fatwa-fatwa menyesatkan pun disebar.

Misalnya, kata Gino, bagi pengikut yang tidak bisa sampai ke Suriah cukup melakukan amaliah atau operasi dengan senjata yang dimiliki di tempat masing-masing. Mereka yang bisa merakit bom dipersilakan beraksi dengan bom, atau yang hanya memiliki pisau bisa beraksi dengan pisau.

“Apapun itu harus dilakukan meskipun sendirian. Makanya ada filosofi lebih baik jadi singa satu hari daripada serigala bertahun-tahun.”

“Artinya jangan cuma menggonggong tapi beraksilah seperti singa meskipun sendirian. Inilah yang dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek kerugian, yang penting amaliah terus berjalan,” pungkasnya.

240 Ribu Aparat Diterjunkan Selama Operasi Lilin 2017

Sekitar 240 ribu aparat gabungan diterjunkan dalam Operasi Lilin 2017 untuk mengamankan momentum Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Pengamanan melibatkan Polri dan TNI serta elemen pemerintah dan masyarakat.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pihaknya menerjunkan setaknya 90 ribu personel Korps Bhayangkara. Sementara itu, TNI menurunkan 80 ribu prajurit.

“Elemen masyarakat sekitar 70 ribu,” kata Tito di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Desember 2017.

Tito mengakui jumlah personel lebih banyak ketimbang pada 2016 yang hanya sekitar 150 ribu. Namun, ia mengatakan hal itu bukan karena ada potensi bahaya yang meningkat.

Penambahan personel lantaran momen akhir tahun kali ini juga berbarengan dengan bencana di sejumlah wilayah. “Kita memang menghadapi problem tambahan di tahun ini, cuaca, bencana, dan lain-lain,” ujar dia.

Ada sejumlah bidang yang bakal jadi atensi aparat dalam Operasi Lilin 2017. Satu yang utama adalah pengamanan tempat ibadah dari aksi terorisme juga aksi sweeping.

Polri juga mengantisipasi tindak kejahatan di pusat keramaian. Sejumlah kawasan wisata diprediksi banjir pengunjung di libur panjang akhir tahun.

Arus mudik dan arus balik juga jadi perhatian Polri dan TNI. Masyarakat diimbau menyiapkan segala perbekalan dan menaati peraturan saat pulang ke kampung halaman. Tito memprediksi arus mudik mulai bergeliat besok.

Operasi Lilin 2017 juga menyasar pasar. Stabilitas harga pangan jadi salah satu potensi kerawanan di momentum perayaan. Tito mengingatkan jangan ada pihak yang coba berulah sehingga dapat mengakibatkan harga pangan tak stabil.

“Harga pangan, semua bergerak, tiap hari harga kita pantau. Kalau distribusi ada yang nakal, penimbunan segala macam tertibkan, baik soft warning maupun penegakkan hukum,” ucap Tito.

Aparat juga mengantisipasi potensi bencana di libur panjang akhir tahun. Operasi Lilin 2017 bakal digelar mulai besok hingga 2 Januari 2018.

19 Perusahaan Memperoleh Penghargaan Dari Mentri Lingkungan Hidup

Kementerian Lingkungah Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan karegori emas kepada 19 perusahaan. Mereka dinilai berdasarkan ketaatan terhadap peraturan pengelolaan lingkungan hidup.

19 Perusahaan Memperoleh Penghargaan Dari Mentri Lingkungan Hidup

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, penganugerahan Peniliaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) 2017 dibagi dalam lima kategori.

Dari 1.819 perusahaan yang mendapat penilaian, ada 19 perusahaan yang meraih kategori emas Proper 2017.

Selain itu, satu perusahaan masuk kategori hitam, sebanyak 130 perusahaan mendapat kategori merah, sebanyak 1.486 perusahaan mendapatkan kategori biru, 150 perusahaan kategori hijau,

Siti menjelaskan, sebanyak 33 perusahaan tak bisa diberikan peringkat karena sedang menjalani proses penegakan hukum, dalam tahap pemulihan lahan terkontaminasi, dan tidak beroperasi.

Siti mengatakan, pemerintah ingin melihat bagaimana ketaatan perusahan terhadap peraturan pengelolaan lingkungan hidup, seperti sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, limbah B3, limbah non-B3, dan pemberdayaan masyarakat.

“Hasil penilaian menunjukkan tingkat ketaatan perusahaan terhadap lingkungan hidup mencapai 92% atau meningkat 7% dari tahun sebelumnya,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 18 Desember 2017.

Dari sisi efisiensi energi, penghematan berhasil dilakukan sebanyak 230,6 juta giga joule. Data pun mencatat, air yang bisa diefisiensi sebanyak 492 juta meter kubik.

Sedangkan penurunan emisi mencapai 75,7 ton. Penurunan beban air limbah mencapai 535,5 juta ton. Dan, penurunan emisi konvensional menyentuh angka 135 juta ton dan reduksi limbah padat non-B3 sebanyak 11,6 juta ton.

Siti menjabarkan, reduksi limbah B3 berhasil turun sebesar 13,6 juta ton. Dana yang bergulir dari program CSR pun mengalami kenaikan menjadi Rp7,31 triliun.

“Dari seluruh upaya tersebut, bila dilakukan penilaian nominal uang dalam bentuk rupiah secara total berhasil penghematan Rp53,1 triliun. Hasil tersebut tidak terlepas dari inovasi yang dilakukan dunia usaha,” kata Siti.

BNPB Catat 19 Kali Gempa Susulan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada 19 kali gempa susulan pascagempa di Selatan Jawa, Jumat malam, 15 Desember 2017. Namun, kekuatan gempa kecil dan tidak bersifat merusak.

BNPB Catat 19 Kali Gempa Susulan

“Gempa susulan sejak tadi malam sampai sekarang sudah terjadi gempa sebanyak 19 kali, gempanya kecil dan hal yang alamiah,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB Jakarta, Sabtu, 16 Desember 2017.

Menurut Sutopo, gempa kecil akan selalu terjadi setiap ada gempa besar. Hal itu dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempengan bumi. “Gempanya tidak merusak karena di bawah 5 SR,” ujar dia.

Selain itu, Sutopo mengungkapkan tadi pagi kembali terjadi gempa dengan kekuatan 5,4 SR. Namun, titik gempa ini berada di barat daya Garut.

“Jauh, dan tidak menimbulkan kerusakan bangunan di sekitar Garut, Sukabumi, Cianjur dan lainnya,” pungkas dia.

Stok Pangan Cukup hingga Akhir Tahun

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin stok 11 komoditas strategis cukup memenuhi kebutuhan warga. Terlebih, jelang perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018.

“Yang penting tahun ini cukup stok untuk 11 komoditas strategis,” tegas Amran usai pembahasan pangan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 11 Desember 2017.

Amran menegaskan setidaknya stok masih aman hingga akhir tahun meski beberapa komoditas tetap harus diimpor untuk ketersediaan tahun depan.

“Dari 11 komoditas yang masih impor antara lain kedelai, daging, dan gula. Gula itu, brown sugar dan white sugar,” ujar Amran.

Komoditas yang stoknya masih cukup ialah kedelai, jagung, cabai, bawang, gula pasir, daging ayam, daging sapi, telur, dan beras. Amran berterima kasih kepada Satgas Pangan yang sukses menjaga kestabilan harga. Apalagi, Indonesia berhasil menjaga stabilitas harga tanpa harus mengimpor beras.

“Untuk bawang merah bahkan kita ekspor ke enam negara. Jagung dan cabai segar stabil harganya, bahkan kita ekspor,” ucap dia.

Terjaganya stok juga didukung Polri. Kapolri Jenderal Tito Karnavian yakin kebutuhan terpenuhi meski masih ada kendala distribusi.

Operasi pasar juga bakal dilaksanakan dengan pengawalan aparat, baik di tingkat pusat maupun daerah. Satgas Pangan dipastikan bergerak agar masyarakat nyaman dan pemerintah tak perlu mengeluarkan dana subsidi.

Polisi Buru Pelaku Tawuran Pelajar di Gandaria

Hingga kini polisi masih memburu pelaku tawuran pelajar di Gandaria, Kebayoran Baru. Tawuran tersebut menyebabkan satu orang tewas.

“Saat ini masih penyelidikan ya,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru Kompol Subowo kepada Medcom.id, Jumat, 8 Desember 2017.

Sebanyak enam saksi sudah diperiksa. Namun, polisi mengaku kesulitan mengungkap kasus tersebut, sebab saksi tertutup.

“Saksi belum mau bercerita banyak. Takut sama senior, alumni. Mereka (saksi) semuanya teman korban,” ucapnya.

Sementara keterangan dari pihak SMAN 46, korban sudah dikeluarkan dari sekolah.

Mantan siswa SMAN 46 Jakarta bernama Indra Fajaruddin, 17, dilaporkan tewas dalam aksi tawuran di Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Aksi tawuran terjadi pada Jumat, 27 Oktober 2017.

Riset dan Penelitian Harus Menciptakan Perbaikan, Murah, dan Cepat

Riset dan Penelitian Harus Menciptakan Perbaikan, Murah, dan Cepat
Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Seminar Nasional “Hilirisasi Teknologi dan Start-Up Bisnis – foto: Setwapres.
Jakarta: Penelitian atau riset perlu digencarkan demi membantu menyelesaikan persoalan yang ada dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada tiga hal yang diharapkan dari riset.

“Itulah tantangan suatu penelitian. Bagaimana meneliti sesuatu sehingga dia lebih baik, dia lebih murah dan lebih cepat,” kata Kalla dalam Seminar Nasional “Hilirisasi Teknologi dan Start-Up Bisnis” di Universitas Brawijaya Malang, Senin, 4 Desember 2017.

BACA JUGAFoto Pria Berotot dan Terlihat Makmur Paling Punya Daya TarikRiset Nasional Minim Dukungan DanaSurvei: Ibu Baru Cenderung Malas Bersosialisasi
Brandconnect
Jangan Diam Saja, Ayo Kita Lindungi Anak dari Kekerasan!
Menurut Kalla, tiga hal itu berlaku di penelitian bidang apa pun. Baik penelitian di bidang teknologi maupun di bidang lainnya seperti pertanian.

“Itulah yang menjadi bagian dari upaya kita untuk mempebaiki situasi bangsa ini,” ujar dia.

Kalla menyebut bangsa Indonesia adalah bangsa yang menengah. Pendapatan per kapitanya sekitar USD3.700 atau USD3.800 per tahun.

“Di sisi lain, Malaysia sudah sepuluh ribuan US dolar dan lain-lain. Kita masih rendah dibanding negara lain. Tapi tentu lebih tinggi juga dari banyak negara lain,” ucap dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, Indonesia memiliki modal untuk terus bangkit. Terutama dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.

Kalla menuturkan modal tersebut adalah pemanfaatan teknologi dan jumlah penduduk yang cukup besar. Penduduk diharapkan menjadi pekerja sekaligus konsumen.

“Karena tanpa konsumen yang baik, tentu kita tidak bisa menciptakan sesuatu yang baik. Teknologi adalah hasil dari riset dan riset hasil dari pendidikan,” tandas dia.