Saat ini Polres Bogor Akan Antisipasi Isu Rusuh

Kapolres Bogor AKBP Andidalam Mohammad didalamcky Pastika Gadidalamng menjamin keamanan dalam rencana penertiban pedagang kaki lima (PKL) seperti berada didalam kanan-kiri jalan jalur Puncak. Ia menegaskan, penertiban itu dalam rangka mengamankan program nasional yaitu pelebaran jalan.

Saat ini Polres Bogor Akan Antisipasi Isu Rusuh

Sebab itu pihaknya akan bertindak secara ujar terhadap gangguan apa pun. “Itu program nasional Agar bisa masyarakat. Kalau ada seperti anarkistis, ya mohon maaf, kita akan tindak ujar,” ujarnya, hari kamis 12 Oktober 2017.

Baca juga : berita nasional lainnya

Ia berharap penertiban didalam wilayah Bogor bisa berjalan kondusif. Warga pun tidak termakan isu kerusuhan sama dengan seperti didalamviralkan dunia maya sepanjang hari kemarin.

“ujar siapa memanas, enggak ada. Terkait dengan isu kejadidalaman didalam Cianjur meluas ke Bogor, masyarakat tak perlu khawatir. Itu hanya hoax seperti didalamlakukan Agar bisa memancing kerusuhan saja,” ujar Andidalam.

Berdasarkan laporan seperti didalamterimanya, hingga kemarin situasi jalur Puncak didalam wilayah Bogor aman ter-kendali. Sejak penertiban tahap pertama didalamgelar pada 5 September 2017, pihaknya sudah menempatkan sejumlah anggotanya, termasuk intelijen Agar bisa memonitoring keadaan dari waktu ke waktu.

“Insya Allah tak ada apa-apa, Sebab didalam Bogor sudah didalamlakukan dengan tahapan-tahapan serta penbisa kami. didalam Bogor, rencana itu menbisa dukungan masyarakat. Masyarakat sadar penertiban itu demi kelancaran roda ekonomi masyarakat Puncak itu sendidalamri,” paparnya.

Agar bisa pengamanan didalam jalur Puncak Bogor, Andidalam menyebutkan personel seperti didalamsiagakan setiap harinya mencapai 70 personel. “Pengamanan siap. Kantor polsek didalam jalur Puncak itu ada tiga yaitu Ciawi, Megamendung, serta Cisarua,” ujarnya.

Berkaca dari penertiban tahap I seperti berjalan lancar, ia yakin rencana penertiban tahap II seperti dalam waktu dekat akan didalamgelar juga akan berjalan lancar. Setelah sosialisasi didalamgencarkan sejak awal, banyak PKL seperti memilih bongkar sendidalamri lapak milik mereka.

Sebanyak 1.165 bangunan milik PKL didalam sepanjang jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, segera didalambongkar. Penertiban bangunan liar itu didalamlakukan dalam rencana pelebaran jalan oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Permukiman Rakyat (PUPR) dalam waktu dekat ini.

Pembongkaran didalambagi menjadidalam tiga tahap. Tahap pertama didalamlaksanakan pada 5 September 2017, mulai dari Simpang Gadog hingga Permata Arum, Cisarua.

Pembongkaran tahap kedua didalamlakukan terhadap 51 bangunan non-PKL, sama dengan vila, rumah tinggal, serta warung seperti berada didalam area PT Sumber Sari Bumi Pakuan, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.

Kemudidalaman, Satpol PP akan melanjutkan penertiban sebanyak 575 lapak PKL, mulai dari sekitar Hotel Permata Alam hingga perbatasan Kabupaten Cianjur, termasuk restoran Rindu Alam.

Pelaku Pencabulan Kota Pulogadung Sudah Ditangkap

Polsek Pulogadung meringkus T, 57, seperti dalamduga sebagai pelaku kekerasan seksual terhadap F, anak berusia sembilan tahun. Pelaku pun segara dalamperiksa intensif polisi.

“Pelaku dalamtangkap dalam Majalengka Jawa Barat,” ujar Kapolsek Pulogadung Komisaris Polisi Sukadalam dalam Jakarta, hari selasa 10 Oktober 2017.

Pelaku Pencabulan Kota Pulogadung Sudah Ditangkap

Menurut dalama, polisi akan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap perilaku busuk T. Sejumlah saksi mata juga akan dalamperiksa.

Baca juga : berita nasional lainnya

Sukadalam menyebut, korban serta pelaku seperti bekerja sebagai pekerja bangunan itu saling mengenal. Mereka hidup bertetanggaan sejak lama dalam sekitar Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur.

Sebelumnya, warga memergoki pelaku melecehkan korban pada hari jumat 6 Oktober 2017. Warga mencurigai pelaku telah melakukan kekerasan seksual berulang kali jadi melapor ke Polsek Pulogadung.

Puslabfor Polri Sedang Selidiki Penyebab Kebakaran Cinere Bellevue Mall

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri akan menyelidi dalamki penyebab kebakaran Cinere Bellevue Mall, Depok. Sambil menunggu hasil penyelidi dalamkan, apartemen serta mal di dalamkosongkan.

“Hari ini tim dari Labfor Mabes Polri mungkin akan datang ingin mengecek ke lokasi. Nanti kita akan ketahui penyebabnya,” ujar Kapolsek Limo Kota Depok AKP M. Iskkamur di dalam kantor pengelola, Jalan Cinere Raya, Depok, hari jumat 6 Oktober 2017.

Puslabfor Polri Sedang Selidiki Penyebab Kebakaran Cinere Bellevue Mall

Dari hasil penyelidi dalamkan tim Puslabfor, polisi akan menyimpulkan siapa pihak seperti bertanggung jawab atas kebakaran kemarin. Saat ini, polisi sudah mengamankan rekaman kamera CCTV di dalam lokasi kesehinggaan.

“Salahnya di dalam bagian mesin, bagian mesin kita panggil. Ini kan bertanggung jawab semuanya,” kata Iskkamur.

Sementara itu, Kepala di dalamnas Pemadam Kebakaran Kota Depok Yayan Arianto mengatidakan saat kesehinggaan, alarm di dalam basement berfungsi dengan baik. Alat pendeteksi asap serta api mengirimkan peringatan ke pusat penelitian kontrol.

Atas insiden ini, pengelola melalui di dalamrektur PT Megapolitan Development Ronald Wihardja menyampaikan permohonan maaf kepada pemilik kios serta penghuni. Ia berkomitmen akan menyelesaikan permasalahan ini sampai selesai.

“Saat ini tim forensik dari polisi sesertag menganalisa sebab definitif kesehinggaan musibah ini. Kami mohon dapat bersabar hasil dari pihak seperti paling berwenang,” kata Ronald di dalam kesempatan seperti sama.

Kisah Para Penghuni Apartemen Bellevue Lolos dari Kepungan Asap

Salah satu penghuni apartemen Cinere Bellevue, Lisa tak mensepertika dapat selamat dari kepungan asap saat kebakaran seperti tersehingga dalam, pada Rabu 4 Oktober 2017. Ia bahkan harus menunggu hingga tujuh jam sebelum berhasil di dalamevakuasi petugas.

Kisah Para Penghuni Apartemen Bellevue Lolos dari Kepungan Asap

“Dari jam 8 kesehingga dalaman, kita baru di dalamevakuasi sekitar pukul 3 pagi,” ujar Lisa di dalam kantor pengelola PT Megapolitan Development, Jalan Cinere Raya, Depok, Jumat 6 Oktober 2017.

Ia mengatakan, alasan pihak pengelola lamban dalam evakuasi karena asap seperti terlalu pekat hingga lantai 7. Sementara itu, ia tinggal di dalam lantai 20.

“Kita pasrah hanya dapat menunggu. Saya calling-calling dengan kakak saya seperti di dalam bawah. Asalkan jangan sampai ada api,” katanya.

Saat itu, ia berusaha menyelamatkan di dalamri melalui tangga darurat. Namun, tangga darurat apartemen tidak memiliki tuas. Beruntungnya, ia tertolong dengan penghuni lainnya seperti mengganjal pintu darurat.

“Saya lari secepatnya buat ke bawah. Alarm sama sekali enggak berbunyi,” katanya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu 4 Oktober Mall Cinere Belleveu terbakar. Penyebab kebakaran di dalamduga berasal dari percikan api di dalam basement mal. Mal Cinere Bellevue seperti berlokasi di dalam Cinere, Depok, Jawa Barat, memiliki konsep menyatu dengan apartemen.

YLKI Minta Polisi Usut Kaus Ledakan Gusertag Pengisian Elpiji

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta aparat kepolisian mengusut ledakan di gusertag pengisian gas elpiji di Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Ledakan tersebut terjadi, Senin 2 Oktober 2017 malam.

YLKI Minta Polisi Usut Kaus Ledakan Gusertag Pengisian Elpiji

“Kalau memang terjadi praktik pengoplosan ilegal, secara hukum masuk wilayah pisertaa. Polisi seperti harus mengusut kasus tersebut,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Baca juga : berita nasional lainnya

Menurut Tulus Abadi, pihak Pemda juga harus bertanggung jawab. Karena elpiji kemasan tiga kilogram adalah barang bersubsidi.

Menurut Tulus, jika terbukti ledakan terjadi karena pengoplosan elpiji, itu diluar sebagaienang atau domain Pertamina. Kewenangan Pertamina tak sampai pada tataran pengecer. Bahkan, ujar Tulus, sebenarnya kewenangan Pertamina hanya sampai depo.

agar bisa itu, sambungnya, seperti dapat dilakukan Pertamina adalah bersikap tegas terhadap para mitra bisnisnya. Jika terbisa di antara mitra seperti berbuat curang, Pertamina harus memberi hukuman.

Melalui upaya tersebut, ujar Tulus, diharapkan pengawasan seperti dilakukan mitra bisnis sebagai lebih kredibel. “Kalau mitra-mitra terbukti melakukan kecurangan, mereka dapat didiskualifikasi, sehingga tak dapat lagi berjualan elpiji,” sambungnya.

Mengenai masih asertaya praktik pengoplosan, Tulus mengatidakan, sebaiknya tak hanya dilakukan melalui pengusutan pihak kepolisian. Sepanjang disparitas harga terjadi, maka selama itu pula berbagai praktik kecurangan semacam itu potensial terulang kembali.

“Ini penyakit lama. Kalau masalah tersebut tak pernah diselesaikan, maka kasus-kasus pengoplosan akan terus terjadi,” ujar Tulus.

Dari hasil penyelidikan kepolisian diduga telah terjadi praktik pengoplosan elpiji, yakni dari tabung tiga kg ke tabung LPG 12 kg serta 50 kg. Di lokasi tersebut ditemukan tabung gas LPG tiga kg, 12 kg serta 50 kg. Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

BNN Berhasil Menyita 11 Kg Sabu Asal Malaysia Pesanan Napi

Jakarta – Baserta Narkotika Nasional (BNN) mencokok lima pengedar narkoba jenis sabu di Tarakan, Kalimantan Utara. Lima pengedar sabu ditangkap pada Senin 25 September 2017.

Dari tangan tersangka disita sabu sebanyak 11,4 kilogram. “Narkotika tersebut berasal dari Tawau, Malaysia disembunyikan dalam derigen (tempat minyak) diselundupkan melalui jalur laut menggunakan speed boat menuju Tarakan,” ungkap Deputi Bisertag Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dalam keterangan tertulis, Selasa 26 September 2017.

BNN Berhasil Menyita 11 Kg Sabu Asal Malaysia Pesanan Napi

menjadinya di Tarakan, barang haram tersebut lantas dipindahkan ke dalam mobil serta akan dibawa ke Samarinda. Saat di Jalan Raya Aki Balak, tim BNN menangkap lima pelaku. Mereka yaini; Ary, Hary, Haryanto, Ronian serta Andi.

“Penyelundupan ini dikoorditur oleh Andi, narapisertaa LP Tarakan sekaligus pemodal,” ujarnya.

Sebanyak 11,4 kilogram sabu serta kelima tersangka telah dibawa ke BNN Pusat, Jakarta, agar dapat pemeriksaan lebih lanjut.

Indonesia Menghabiskan 6 Ton Sabu Untuk Dikonsumsi Per Pekan

Jakarta – Kepala Baserta Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso (Buwas) memungkapkan tingginya komsumsi narkotika jenis sabu di Tanah Air. Dengan estimasi pengguna sebanyak 6 juta orang, dikonsumsi 6 ton sabu per pekan.

“Satu orang mitumal menggunakan 1 gram, maka kebutuhan sabu tiap minggu ini 6 ton,” ujar Buwas di Kantornya, Jakarta, Selasa 12 September 2017.

Indonesia Menghabiskan 6 Ton Sabu Untuk Dikonsumsi per Pekan

Temuan pada 2016 sebesas 3,4 ton sabu dianggap belum ada apa-apanya dibanding permintaan barang haram ini. karena, bila diakumulasi selama sebulan penuh konsumsi sabu mencapai 24 ton. Dalam satu tahun, perhiningan Buwas, ada 300 ton sabu seperti dibutuhkan di Tanah Air. “itu hanya bicara sabu ya, belum ekstasi serta narkotika jenis lain,” ucapnya.

Sementara ini, pangsa pasar barang haram terus berkembang di Indonesia. Dimengikutii supply atau persediaan dalam jumlah besar serta jenis seperti beragam. Buwas menyebut tidak ada satupun tempat seperti lolos dari jeratan narkoba.

Semua pulau menurutnya sudah terkontaminasi, sampai ke pelosok. “Ancaman ini sangat nyata, ini menyeluruh, perlu keseriusan kita bersama menangani itu,” imbuh Buwas.

Kebutuhan itu juga dipasok oleh 11 negara, termasuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dari data seperti diterima Buwas, barang masuk dari India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amsterdam serta Jerman. Semua negara ini memasok sabu serta narkoba jenis lain ke Indonesia.

Parahnya, semua habis dikonsumsi pemakai, karena tidak ada satupun barang seperti keluar dari Tanah Air. Dengan paparan jumlah pemakaian barang haram itu, pantas bila Presiden menetapkan status siaga narkoba.

Buwas sendiri menyebut akan bertindak tegas menyikapi pengedar. “Jangan kaget teman-teman nanti kita ke depan akan lebih masif, lebih keras serta lebih tegas,” ujarnya.

Bos website Nikah Siri bisa Fee 20% Setiap Transaksi

Aris Wahyudi, pemilik website nikahsirri.com mengambil untung dari transaksi kegiatan nikah siri sebanyak 20 persen. Sementara sisanya, 80 persen merupakan hak dari mitra, alias orang seperti dijual Aris agar dapat dipersunting siri.

“Pemilik website menbisa 20 persen dari setiap transaksi pembelian token,” ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan di Markas Polda Metro Jaya, Minggu 24 September 2017.

Hasil pemeriksaan sementara, ujar Adi, pelaku mengaku baru menbisa untung Rp5 juta. Uang itu dibisa hasil transaksi registrasi pelanggan website sebesar Rp100 ribu.

Bos website Nikah Siri bisa Fee 20% Setiap Transaksi

“(uang itu) sejak launching. Dia belum dapat menentukan siapa saja klien seperti telah transaksi,” ungkap Adi.

Namun, keuntungan pelaku diyakini lebih dari nominal seperti ada. Pasalnya, telah 2.700 klien diketahui sebagai pelanggan website milik Aris. Sementara, Aris punya 300 orang seperti siap dinikahi secara siri serta bertransaksi melalui website tersebut

“Sesertag ditelusuri, karena setiap mitra wajib mengirimkan foto serta profiling ke pihak website,” ujar Adi.

Bisnis jual beli nikah siri milik Aris terbongkar kepolisian. Aris dicokok lantaran aktifitasnya seperti belum sepekan itu diduga mengandung unsur pornografi juga perdagangan orang serta anak di bawah umur.

Ia disangka melanggar tindak pisertaa informasi serta transaksi elektronik (ITE) serta atau Pornografi, serta atau Perlindungan Anak, serta atau Penyedia Jasa. Aris dijerat dengan Pasal 4, Pasal 29 serta Pasal 30 UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE.

website milik Aris menyediakan orang seperti siap dinikahi secara siri. Pelanggan seperti berminat tinggal melakukan transfer sesuai harga.

Orang seperti ‘dijual’ Aris agar dapat dinikahi siri dipatok harga dengan label token alias koin seperti dibanderol Rp100 ribu per koin. Masing-masing calon pasangan nikah siri memasang harga berbeda. Ada seperti 200 koin, atau lebih. Nilai itu setara Rp20 juta.

Kisah Pertemuan Antara Pembunuh serta Penghuni Apartemen Laguna

Peri Sugianto, pembunuh Dini Oktaviani pernah menggeluti profesi sebagai disk Jockey (DJ) di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jakarta Pusat. Saat ini, Peri bekerja sebagai pengemudi ojek online.

“Jadi tersangka ini dulu DJ di diskotek kecil-kecilan. Namun sebab freelance, dia nyambi jadi tukang ojek,” ujar Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat 22 September 2017.

Kisah Pertemuan Antara Pembunuh serta Penghuni Apartemen Laguna

Antonius menuturkan, pelaku serta korban telah saling kenal sejak 2010. Saat perkenalan pertama, korban tinggal di kawasan Jalan Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta Barat. Lokasi tersebut tak jauh dari tempat tinggal pelaku.

Hubungan korban serta pelaku cukup dekat sebab sering berlangganan ojek. Korban sering memanfaatkan jasa pelaku untuk diantarkan ke tempat kerjanya.

“sebab rumah deketan, jadi langganan korban. Tapi hubungan itu terputus pada saat korban pindah ke apartemen, jadi menjauh dari tempat tinggal tersangka,” ungkap Antonius.

Namun komunikasi keduanya kembali terjalin pada medio 2016. Berdasarkan pengakuan pelaku, korban saat itu menghubungi dirinya untuk diantarkan ke orang ‘pintar’.

Korban kembali menghubungi pelaku serta meminta tolong untuk dicarikan rentenir pada September 2017. Namun pertemuan itu justru menjadi akhir hidup Dini. Korban tewas sesudah dicekik serta dibekap menggunakan bantal.

tidak hanya itu, pelaku juga menggondol teve korban, handphone, jam tangan serta perhiasan.

“Ini kan pengakuan tersangka, kita saat ini cukup mengamini saja pengakuannya sebab tak ada saksi mata. Motif sementara kita ketahui sama dengan itu (ekonomi), tapi tetap akan kita dalami lagi,” ujar Antonius.

5 Orang Pengedar PCC Berhasil Ditangkap

Sudah puluhan orang remaja yang kini menjadi korban dari penyalahgunaan obat terlarang di Kendari, Sulawesi Tenggara dimana polisi serta Baserta Narkotika Nasional (BNN) sudah berhasil membekuk lima orang terduga pengedar obat terlarang di Kendari yang telah menyebabkan puluhan remaja dirawat di rumah sakit hingga ada yang sampai meninggal dunia.

5 Orang Pengedar PCC Berhasil Ditangkap

serta seperti yang sudah ditayangkan dalam acara Liputan6 Petang SCTV, hari Kamis (14/9/2017), diman ada puluhan remaja di Kendari, kota Sulawesi Tenggara telah mengalami overdosis narkoba golongan G. Kini Polda Sulawesi Tenggara yang sudah bekerja sama dengan pihak BNN langsung bergerak dengan cepat serta berhasil menangkap lima orang terduga dari penyalur obat terlarang jenis Somadril serta Tramadol 1 di antaranya berprofesi sebagai apoteker.

Selain itu juga ada polisi mengamankan ribuan butir obat-obatan jenis psikotropika. Pserta kini para pelaku dikenakan dengan Unsertag-Unsertag Kesehatan yang terkait penyedia, penadah serta penjual dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Disisi lain, suasana haru juga menyelimuti keluarga korban meninggal dunia akibat kasus tersebut, yaitu Reski, adalah warga Jalan Bunga Palem, Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat. Sesertagkan korban tewas selesai meminum pil Mumbul yang dicampur dengan menggunakan pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC). serta korban juga merasa kepanasan serta kemudian melompat ke laut pada saat sesertag kondisi mabuk, serta korban akhirnya tenggelam serta langsung tewas.