Kekecewaan Menpora Telah Terobati Dengan Hasil Prestasi ASEAN Para Games 2017

Menteri Pemuda serta Olahraga, Imam Nahrawi, mengapresiasi pencapaian kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2017. Ia mengaku sangat bersyukur sebab kekecewaannya di ajang SEA Games 2017 dapat terbalaskan.

Kontingen Indonesia memastikan diri menjadi juara umum ASEAN Para Games pada saat event masih tersisa sehari lagi atau pada Jumat 22 September. Gelar itu mereka bisakan sebab telah berhasil mengumpulkan 117 emas, 69 perak serta 46 perunggu.

Kekecewaan Menpora Telah Terobati Dengan Hasil Prestasi ASEAN Para Games 2017

Malaysia seperti berstatus sebagai tuan rumah serta sesertag bertengger di urutan kedua dipastikan tak mampu menyalip torehan medali Indonesia. Pasalnya, event perebutan medali hanya tersisa 19 nomor, serta koleksi emas seperti mereka miliki baru sebanyak 89 keping.

“Alhamdulillah, Indonesia Juara. Kita berhasil mencapai misi utama di ASEAN Para Games 2017 dengan merebut kembali tahta sebagai juara umum,” kata Imam dalam rilis Kemenpora seperti diterima Metrotvnews.com, Jumat (22/9/2017)/

“Bagi saya, kemenangan ini sama dengan menebus sekaligus mengobati kegagalan dalam SEA Games 2017,” tambahnya.

Dominasi Indonesia di ajang ASEAN Para Games telah terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan. Sesudah itu, mereka juga sempat menjadi juara umum cabang olahraga angkat besi serta juga bulu tangkis.

“Mentalitas sebagai pemenang sesungguhnya sudah ada dalam diri mereka saat mereka berjuang mengalahkan keterbatasan, menolak menyerah, memilih menjadi serta menjadi pahlawan olahraga bagi Indonesia. Saya salut serta bangga dengan kemenangan seperti sepenuhnya diraih dengan cara sportif,” papar Imam.

Berbeda nasib dengan hasil SEA Games 2017, kontingen Indonesia malah gagal mencapai target untuk bertengger di posisi empat pengoleksi medali terbanyak. Saat itu, Indonesia harus terima finis di urutan lima dengan sebab hanya mampu mengoleksi 38 emas, 63 perak serta 90 perunggu.

Sebagai apresiasi nyata terhadapi para atlet Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2017. Rencananya Imam juga akan menyambut langsung kedatangan mereka pada saat tiba di Tanah Air. Selain itu, ia juga bakal merealisasikan bonus seperti sudah dijanjikan sebelumnya.

“Insya Allah saya akan sambut para pahlawan olahraga kita. Presiden Joko Widodo sudah mewanti-wanti kepada saya untuk memberikan bonus seperti sama dengan atlet SEA Games sebagai bentuk perhatian penuh pemerintah,” ujar Imam. (RO)

Sasaran Dari Ganda Putra di Ajang Jepang Open 2017

Usai Korea Open Super Series 2017, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan melanjutkan perjalanannya ke Jepang Open Super Series 2017. Ditanya mengenai target, pelatih Herry Iman Pierngadi mengatidakan tidak ingin memberikan beban khusus kepada pasangan nomor tiga dunia ini.

Sasaran Dari Ganda Putra di Ajang Jepang Open 2017

“Untuk Kevin/Marcus, kalau lihat kondisi mereka saat ini, saya tak mau memasang target khusus buat mereka di Jepang. Dilihat kondisi dulu besok mereka sama dengan apa,” kata Herry dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Sementara, dua pasangan lainnya, Berry Anggriawan/Hardianto dan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian, akan dipantau pencapaiannya di turnamen ini. Herry ingin melihat kapasitas kedua pasangan itu saat bertemu dengan lawan seperti mempunyai posisi 10 besar dunia.

“Dua pasangan ini baru naik dari level grand prix. Mereka harus ketemu dengan pemain level dunia ranking 1 sampai 10 mereka harus coba. Jadi saya ingin melihat seberapa jauh kapasitas mereka di level ini,” ujar Herry. tutur

“Mereka di sini untuk menambah jam pertandingan dan melihat potensi mereka sejauh mana saat bertemu pemain level atas, sehingga bisa diketahui apa kekurangan seperti harus dilatih lagi,” jelasnya.

Selain tiga pasangan tersebut, Pelatnas PBSI Cipayung juga masih mempunyai 1 pasangan ganda putra untuk diturunkan ke Japan Open. PBSI akan menurunkan duet Angga Pratama/Ricky Karkalian Suwardi melengkapi tiga pasangan seperti sudah ada.

Ginting Raih Trofi Korea Open 2017

Anthony Sinisuka Ginting memenangkan laga sengit menghadapi sesama tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie di Final Korea Open. Melalui pertarungan rubber game 21-13 19-21 22-20, Ginting menyudahi perlawanan Jonatan.

Dalam pertarungan seperti bertajuk All Indonesian Final, Ginting mampu tampil lebih baik dari Jonatan pada game pertama. Refleks seperti baik dari Ginting membuat pukulan dari Jonatan berujung sia-sia. Hasilnya, Ginting mampu memenangi game pertama dengan 21-13.

Ginting Raih Trofi Korea Open 2017

Pada game kedua, Jonatan mulai mampu menemukan solusi untuk mengantisipasi permainan cepat Ginting. Tkalian-tkalian Jonatan bisa memenangi game kedua terjadi pada saat memasuki interval kedua.

pada saat itu Jonatan mampu unggul 11-8 dari Ginting. Tapi itu tak mudah buat Jonatan mengambil game kedua. Namun keuntungan didapat peraih medali emas SEA Games 2017, setelah servis dari Ginting membuahkan kemenangan untuk Jonatan pada game kedua ini.

Pertandingan meningkat seru pada saat game ketiga terjadi. Susul menyusul angka dilakukan kedua pemain. Ginting seperti sempat unggul pada pertengahan game ketiga, sempat disusul oleh Jonatan setelah meraih lima poin beruntun.

Tapi backhand tidak sempurna dari Jonatan di pengujung laga, membuat poin berharga buat Ginting untuk mengantarkannya meraih juara Korea Open 2017.

Dengan demikian, Indonesia telah meraih dua gelar pada turnamen berlevel super series ini. Selanjutnya bidikan juara untuk ketiga kalinya di Korea Open berpeluang didapatkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Mereka akan menantang unggulan pertama asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Hal Menarik Pertandingan Antara Timnas U-19 Vs Myanmar

Jakarta – Kini Timnas U-19 sudah mencoba cari penenang atas kekalahan mereka pada Piala AFF U-18 2017. Dimana mereka semua bertekad untuk merebut kembali peringkat ketiga kala melawan Myanmar U-19 di Stadion Thuwunna, hari Minggu (17/9/2017) sore.

Dimana Timnas U-19 telah gagal ke final setelah dikalahkan pada saat melawan Thailand. Tetapi perjuangan mereka sangat layak untuk dihargai mengingat kekalahan itu terjadi hanya melalui adu penalti saja.

Hal Menarik Pertandingan Antara Timnas U-19 Vs Myanmar

Padahal sejak pertandingan di babak kedua, timnas U-19 hanya bermain dengan 10 pemain saja. Disebabkan, Saadil Ramdhani yang telah diusir oleh wasit karena menyikut lawannya.

Meskipun demikian, timnas U-19 harus bisa melupakan kekalahan yang lalu. Apalagi kini Myanmar sebagai tuan rumah bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan.

Karena Myanmar pasti tidak mau menelan malu di dalam kandang sendiri. Apalagi dalam fase grup, mereka kalah dengan skor 1-2 melawan timnas U-19.

Dari Timnas Indonesia U-19 Dalam Semifinal Piala AFF U-18 2017

Perjuangan Timnas Indonesia U-19 dalam Piala AFF U-18 2017 terus berlanjut. serta mereka akan menghadapi Thailand pada laga semifinal.

M Rafli, sebagai bintang Timnas Indonesia U-19 Jebolan dari Liga Santri
Kini Timnas Indonesia U-19 sebelumnya dengan cara dramatis mengamankan posisi sebagai sang juara dalam Grup B.

Dari Timnas Indonesia U-19 Dalam Semifinal Piala AFF U-18 2017

Egy Maulana Vikri beserta kawan-kawan kini berhasil lolos setelah menang dengan skor 8-0 atas Brunei di Thuwunna Stadium, hari Rabu (13/9/2017). Hasil tersebut membuat mereka bisa berada di posisi puncak sengan raihan sembilan poin.

Tim Indra Sjafri unggul dengan selisih gol atas Myanmar yang mengalahkan tim Vietnam dengan hasil skor 2-1 pada pertandingan terakhir. Sesertagkan, Myanmar juga unggul head to head atas Vietnam.

Pada saat ini Timnas Indonesia U-19 kemudian telah menghadapi tantangan runner-up Grup A, Thailand. serta untuk Kedua tim akan bermain di Thuwunna Stadium, pada hari Jumat (15/9/2017). Pada pertandingan lainnya, Myanmar akan bertemu juara Grup A, Malaysia.

Marquez Juara Di Misano

Jakarta – Marc Marquez dengan sukses yang fantastis bisa menjadi juara pada balapan seri MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, pada hari Minggu (10/9/2017). Pembalap Repsol Honda ini menjadi yang tercepat setelah mengalahkan kecepatan pembala Ducati, Danilo Petrucci di pada lap terakhir.

Dengan adanya hujan tentu membuat pertandingan menjadi terasa sangat sulit. Dan ada enam pembalap seperti Tito Rabat, Andrea Iannone, Sam Lowes, Aleix Espargaro, Hector Barbera dan Jorge Lorenzo yang akhirnya tidak bisa menyelesaikan pertandingan.

Marquez Juara Di Misano

Meskipun tidak memimpin balapan sejak dari awal, Mark Marquez sukses bisa menjaga kesempatan tersebut. Dirinya bisa berada diposisi ked dua sepanjangan balapan berlangsung pada saat Lorenzo atau Petrucci memimpin balapan.

Tetapi sayangnya Lorenzo hanya mampu mengikuti balapan hingga 7 lap saja. Dia harus mengalami terpenteal dari motornya ketika melewati tikungan keenam dalam Sirkuit Misano itu.

Dan pada saat menjelang lap terkhir, Marquez juga sukses merapatkan motor bersama Petrucci. Dan samapi balapan akan berakhir Marquez mampu memimpin balapan sehingga dirinya bisa menjadi juara di Misano.

Jadwal Timnas U-19 Dalam Piala AFF 2017

Jakarta – Timnas U-19 Indonesia bisa beraksi dengan bagus dalam pertandingan pembuka Piala AFF U-18, pada hari Selasa (5/9/2017). Pertandingan tersebut berlangsung di Thuwunna Stadium, Yangon, anak asuh dari Indra Sjafri sukses mengalahkan tim tuan rumah yaitu Myanmar dengan skor 2-1.

Egy Maulana Vikri pada saat itu tampil menjadi ujung tombak timnas Garuda Nusantara. Dan sosok pemain kelahiran asal Medan itu mampu mencetak dua gol kemenangan dengan skor 2-1 untuk Indonesia.

Jadwal Timnas U-19 Dalam Piala AFF 2017

Meskipun pada kenyataannya, timnas U-19 sempat mengalami ketinggalan terlebih dahulu melalui gol Myat Kaung Khant pada saat menit ke-28. Akan tetapi, Egy beserta kawan-kawan bisa bangkit dari keterpurukan di pertandingan babak kedua dan bisa sukses mengakhiri pertandingan dengan hasil kemenangan.

Dan pada saat di pertandingan ke 2 Grup B Piala AFF U-18, timnas Indonesia U-19 akan bertemu dengan Filipina di stadion yang sama tersebut. Bila sampai menang lagi, tentu peluang untuk menuju semifinal akan lebih terbuka lebar lagi.

Pengaturan Skor Dalam Pertandingan?

Jakarta – Kejuaraan Sea Games 2017 sudah selesai dari sepuluh hari yang lalu. Dimana negara Thailand mampu mendapatkan medali emas dengan mengalahkan Malaysia dengan skor 1-0 di Shah Alam Stadium, pada tanggal 29 Agustus 2017.

Tetapi, sampai detik ini pertandingan bola di Sea Games masih menjadi bahan pembicaraan yang sangat hangat. Hal itu disebabkan karena media Thailand (The Nation) serta Singapura (The Strait Times) menduga bahwa adanya indikasi pengaturan skor dalam 3 pertandingan.

Pengaturan Skor Dalam Pertandingan?

Pengaturan ini tidak membicaran siapa yang menjadi pemenang, akan tetapi lebih ke arah skor terakhir. Dan 3 pertandingan tersebut adalah Malaysia 3-1 Laos, Vietnam 4-1 Kamboja, serta Thailand 3-0 Kamboja.

Dan ada Analis bursa taruhan yang berasal dari Italia, yaitu Ivo Romano, telah melihat bahwa ada pertanda pengaturan skor didalam pertandingan Malaysia vs Laos. Pemikiran itu muncul karena melihat gol ke3 Malaysia yang terjadi pada menit ke-90+4.

Dan juga ada seorang analis lainnya yang tak ingin disebutkan namanya juga setuju dengan penilaian Ramano. Beliau mengatakan, “Bahwa pada saat terjadi skor 2-1, skor yang telah dipertaruhkan tersebut adalah 3-1. Dimana bagi dirinya kehebatan Malaysia yang bisa menang dengan skor 3-1 dengan menciptakan gol terakhir merupakan kejadian yang sangat tidak biasa sekali.”

Strategi permainan seperti itu memang tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti kuat bahwa adanya pengaturan dalam skor pada pertandingan sepak bola SEA Games 2017. Tetapi, hal tersebut bisa menjadi bocoran bahwa sampai saat ini masih ada skandal pengaturan skor dalam level sepak bola di Asia Tenggara.