Bottas Bertekad Kalahkan Hamilton Musim Depan

Valtteri Bottas tampil cukup impresif menjalani musim debut bersama Mercedes. Tepatnya pada musim lalu, pembalap asal Finlandia tersebut sukses finis di peringkat ketiga klasemen pembalap F1 2017 dengan mengoleksi 305 poin.

Bottas mengaku poin tersebut memang bagus untuk membantu Mercedes di klasemen konstruktor. Berkat tambahan poinnya, Mercedes mengoleksi 668 poin dan berhasil menjadi juara konstruktur F1 2017. Namun, Bottas tetap tidak puas dengan hanya karena finis di peringkat ketiga klasemen pembalap.

“Saya harus mengatakan tidak puas. Untuk kontribusi tim itu sangat bagus. Tetapi, hasil untuk individu, saya tidak bangga,” ujar Bottas.

“Saya tahu ini akan menjadi pekerjaan sulit dan saya harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil bagus. Tetapi, saya mengharapkan lebih banyak,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Bottas juga mengaku Lewis Hamilton akan tetap menjadi favorit juara pada musim depan. Namun, bukan berarti, ia tidak bisa mengalahkan pembalap asal Inggris tersebut.

“Ya, tetap itu tergantung pada saya dalam meningkatkan performa. Ada saat musim ini ketika saya bisa melaju lebih cepat. Tetapi, juga saat saya lebih cepat darinya. Jadi, saya bekerja keras dan percaya pada diri sendiri,” tutur Bottas.

Perusahaan Mobil Alfa Romeo Kembali Meramaikan F1

Perusahaan mobil dengan merek dagang Alfa Romeo akan kembali meramaikan ajang Formula One (F1). Mereka kembali ke F1 untuk pertama kalinya setelah terakhir kali pada 1985 dan bergabung dengan tim Sauber.

Perusahaan Mobil Alfa Romeo Kembali Meramaikan F1

Langkah ini memperkuat hubungan antara Sauber dan Ferrari. Sebagai informasi, Alfa Romeo berafiliasi dengan Fiat yang merupakan masih satu grup dengan Ferrari.

Fiat dan Ferrari memiliki bos yang sama dalam diri Sergio Marchionne. Pria berusia 65 tahun itu menggambarkan kerja sama ini sebagai perjanjian kemitraan teknis dan komersial untuk beberapa tahu mendatang.

Dengan kerja sama ini, Sauber akan memberikan kesempatan kepada pembalap didikan Ferrari, Charles Leclerc musim depan di ajang F1. Leclerc diketahui sebagai juara GP2 musim 2017.

Sementara itu, pos pembalap lainnya kemungkinan akan direbutkan oleh Marcus Ericsson dari Swedia atau pembalap cadangan Ferrari, Antonio Giovinazzi.

Ketua Sauber, Pascal Picci mengatakan: “Alfa Romeo memiliki sejarah kesuksesan yang panjang dalam balap grand prix F1, dan kami sangat bangga bahwa perusahaan yang terkenal secara internasional telah memilih untuk bekerja sama dengan kami untuk kembali ke puncak ajang balap mobil.”

“Bekerja sama dengan produsen mobil merupakan kesempatan besar bagi Sauber Group untuk lebih mengembangkan teknologinya dan proyek tekniknya,” lanjutnya.

Logo Alfa Romeo sebenarnya telah muncul di mobil Ferrari musim ini. Akan tetapi, ini akan menjadi keterlibatan tertinggi merek Alfa Romeo di F1 sejak terakhir kali pada 1985.

Sebelumnya, perusahaan mobil yang berbasis di Milan itu memenangi dua gelar F1 pertama di tahun 1950 dan 1951 dengan pembalap Giuseppe ‘Nino’ ??Farina dan Juan Manuel Fangio. Alfa Romeo menjadi tim terdepan dalam pada zaman awal F1 atau kejuaraan Eropa. Ketika itu Afa Romeo identik dengan driver legendaris seperti Tazio Nuvolari dan Achille Varzi.

Ferrari sendiri memulai kiprah di F1 bekerja sama dengan Alfa Romeo. Enzo Ferrari menjalankan mobil grand prix Alfa Romeo pada 1930-an sebelum kedua merek dagang tersebut jatuh sesaat sebelum Perang Dunia kedua. Ferrari kemudian memakai mereka sendiri mulai pada musim 1947. (BBC)

Marquez Merayakan Juara MotoGP di Kampung Halamannya

Pesta gelar juara MotoGP Marc Marquez belum berakhir. Sepekan memastikan diri meraih gelar keempat di Sirkuti Ricardo Tormo, Valencia, kini Marquez membagi kebahagiaan di kampung halamannya, Carvera.

Perayaan tersebut dimulai dari konferensi pers dan ditutup dengan parade di pusat kota. Pada sesi konferensi pers tersebut, Baby Alien merasa perayaan gelar juaranya tak lengkap jika tak diadakan di kampung halamannya.

“Untuk merayakan gelar keempat MotoGP di tempat Anda lahir, tempat Anda tinggal, ini adalah sesuatu yang luar biasa. Tentu saja saya akan mencoba menikmati hari istimewa ini karena setiap tahun selalu berbeda dan setiap tahun ada lebih banyak orang yang merayakannya,” ujar Marquez kepada situs resmi MotoGP, Minggu 19 November.

Diringi dengan pesta kembang api, Marquez yang berada di panggung merayakannya bersama anggota tim, keluarga dan fans klubnya. Pada kesempatan itu, pembalap Repsol Honda tersebut juga membeberkan enam poin penting dalam mempertahankan gelar juara.

Di samping karena faktor tim, kerja keras, konsistensi dan kepribadian, Marquez juga tidak pernah meremehkan lawan, Dia juga mengaku enggak memikirkan dan fokus pada Andrea Dovizioso yang merupakan rival paling rajin membuntutinya hingga akhir balapan.

Dia juga mengungkapkan bahwa Dovizioso adalah saingan yang paling dia sukai selama balapan berlangsung. “Rasa hormat yang sangat besar dan selalu saya lakukan itu di dalam trek,” terangnya.

Kini setelah melakukan beberapa rangkaian perayaan, sudah waktunya Marquez berlibur pada musim dingin. Ia baru kembali mengaspal untuk melakukan uji resmi di Sepang pada Januari 2018. (MotoGP)

Kontra Slingers, CLS Knights Diperkuat Pemain Baru

Menghadapi game kedua ASEAN Basketball League (ABL) melawan Singapura Slingers pada Minggu 26 November malam WIB, CLS Knights Indonesia berada dalam kondisi yang cukup baik. Absennya Duke Crews yang dibekap cedera selama kurang lebih 12 pekan sudah digantikan oleh Evan Brock.

Meski muka baru, Evan Brock sesungguhnya tidak asing lagi bagi pencinta basket di tanah air. Sepak terjangnya bersama Stanley Pringle membuahkan prestasi manis untuk Indonesia Warriors pada 2012. Keduanya mengantarkan tim asal Indonesia tersebut merajai kancah ABL dengan mengalahkan wakil Filipina, San Miguel Beermen.

Ditambah lagi, eks pemain yang pernah berbaju Atlanta Hawks tersebut pernah direkrut oleh Hangtuah Sumsel untuk tampil di sebuah turnamen basket di Malaysia beberapa tahun lalu. Menariknya, pada saat itu, arsitek tim CLS Knights Indonesia Koko Heru Setyo Nugroho masih menjadi asisten pelatih tim Hangtuah Sumsel.

Meski kedatangannya terbilang instan jelang menghadapi Slingers, sesungguhnya justru Koko cukup yakin dengan kualitas para pemain lokal yang semakin kompak dan saling mengisi seperti yang ditunjukkan pada game pertama mereka kemarin.

“Evan Brock bagus, tapi saat ini saya belum melihatnya secara langsung lagi. Kami pernah bekerjasama waktu di Hangtuah lalu. Tapi ini tidak menjadi masalah, inilah risiko berlaga di ajang ABL, kita harus siap dengan segala kondisi. Dalam latihan kemarin para pemain juga penuh semangat dan sedikit rileks menyambut game tandang pertamanya. Semoga Evan bisa langsung tune in dengan pola permainan kami,” ujar Koko dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, ia menilai tim yang akan mereka hadapi nanti merupakan tim yang solid dan berpengalaman di ajang ABL. Akan tetapi, bukan bearti nyali CLS Knights akan ciut saat menghadapi tuan rumah Slingers yang menjadi runner-up ABL musim kompetisi musim lalu.

“Mereka tim berpengalaman dan disiplin dalam offense dan defense. Jika kita bisa menyamakan level fokus yang sama dengan apa yang Slingers lakukan, kita punya kesempatan juga untuk mengalahkan mereka, terlepas Evan Brock baru bergabung bersama kami di Singapura kemarin,” kata Koko lebih lanjut.

Perekrutan Evan Brock merupakan salah satu syarat yang ditetapkan oleh ABL jika ada pemain asing impor yang cedera, maka tim itu harus segera mencari penggantinya. Untuk sementara Duke Crews dimasukan ke dalam “Inactive/Injured list” dan ia fokus untuk memulihkan kondisi cederanya secepat mungkin, mengingat sesungguhnya ia merupakan roh permainan tim CLS Knights Indonesia.

“Saya ucapkan selamat datang untuk Evan Brock, dia pemain dengan sarat pengalaman. Namun harapan saya pribadi Duke Crews bisa cepat pulih. Bukan karena dia mempunyai kapasitas semata, lebih dari itu dia sudah seperti keluarga dan semakin hari dia semakin jadi leader bagi tim CLS Knights, di dalam dan di luar lapangan. Duke bisa menyemangati para pemain lokal saat latihan. Ia juga menunjukan apresiasi yang tinggi terhadap semua pemain lokal kita yang menunjukkan performa luar biasa di game pertama kemarin,” Ungkap Christopher Tanuwidjaja, Managing Partner CLS Knights Indonesia.

Komentar Ahsan/Rian Usai Terhenti di Semifinal

Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro terhenti di babak semifinal Tiongkok Open Super Series Premier 2017, Sabtu 18 November. Mereka gagal mengatasi unggulan dua asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dan kalah dua game langsung 20-22, 12-21 di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok.

“Sampai sejauh ini kami bersyukur dulu dengan hasil ini. Tapi memang penampilan di semifinal ini di luar harapan, kami nggak puas dengan permainan kami. Banyak yang harus di evaluasi dari kami berdua. Harus latihan lagi,” ungkap Ahsan kepada Badmintonindonesia.org.

“Pertama memang mereka bagus mengontrol kami. Tapi yang paling mencolok adalah kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” tambah Ahsan.

Pertandingan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Ahsan/Rian dengan Boe/Mogensen. Sebelumnya di Hong Kong Open 2016, Ahsan/Rian kalah dua game langsung dengan 18-21 dan 11-21.

“Game pertama kami masih bisa mengikuti permainan mereka. Tapi di game kedua kebanyakan salah-salah sendiri. Kadang saya juga kaget dengan pola mereka. Saya juga kurang tenang dan mengatur tempo permainan,” jelas Rian mengenai pertandingannya tersebut.

Dengan demikian, Indonesia hanya berhasil mengirimkan satu wakil ke babak final. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan berhadapan dengan Boe/Mogensen. Laga final ganda putra ini menjadi final ideal karena mempertemukan unggulan satu, Kevin/Marcus dengan Boe/Mogensen yang merupakan unggulan dua.

Sempat Terancam Keluar, Silverstone Perpanjang Kontrak Tuan Rumah MotoGP

Sirkuit Silverstone Inggris akhirnya resmi memperpanjang kontrak menjadi tuan rumah MotoGP. Padahal, sirkuit di Inggris itu sempat terancam keluar dari daftar tuan rumah MotoGP musim depan.

Dorna selaku promotor sempat merilis draft jadwal sementara MotoGP 2018 yang tak mencantumkan Silverstone. Habisnya masa kontrak membuat Silverstone terancam tak lagi menggelar MotoGP sejak pertama dilakukan pada 2010 lalu.

Terlebih setelah proyek Circuit of Wales rampung dan menandatangani kontrak lima tahun membuat Silverston kian terancam. Donington Park pun sempat menjadi alternatif andai kesepakatan baru Silverstone dengan Dorna tak tercapai.

Namun, kini Silverstone dikonfirmasi telah resmi masuk kalender balap MotoGP 2018. Kabarnya, sirkuit yang memiliki panjang lintasan 5.891 kilometer itu setidaknya akan menggelar MotoGP hingga musim 2020.

“Banyak waktu dan uang telah diinvestasikan dalam beberapa tahun terakhir untuk memastikan penggemar MotoGP, tim dan pembalap menikmati apa yang ditawarkan Silverstone dan kami senang bisa mendapatkan kontrak sampai 2020,” papar Direktur Manajemen Silverstone, Stuart Pringle dilansir Motorsport.com.

Sementara, CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta mengatakan senang bisa terus menggelar MotoGP di Silverstone. Karena menurutnya Silverstone adalah rangkaian ikon Inggris.

“Inggris juga merupakan pasar penting bagi Dorna dan harus tetap berada di kalender MotoGP, terutama dengan diperkenalkannya British Talent Cup tahun depan, yang kami harap akan menginspirasi generasi penerus talenta muda Inggris,” kata Ezpeleta.

Lorenzo Akui Sulit Menghentikan Marquez

Pembalap Ducati Jorge Lorenzo mengaku sulit menjegal Marc Marquez. Secara hitung-hitungan poin, Marquez di atas angin.

Dovi tertinggal 21 poin dari Marquez. Tidak ada cara lain bagi Dovi, dia harus menjuarai seri pamungkas di MotoGP Valencia untuk meraih juara.

Lorenzo sadar peluang Dovi tipis. Namun, dia menyarankan agar Dovi tetap berusaha sampai akhir balapan.

“Sangat sulit bagi saya untuk melakukan sesuatu karena situasinya jauh lebih baik untuk Marquez dan tidak begitu sederhana bagi Dovi. Tetapi, jelas saya harus kerja keras apabila saya yang berada dalam posisi memperjuangkan kemenangan. Saya mengerti pentingnya gelar juara dunia tetapi sangat sulit untuk menghentikan Marquez,” kata Lorenzo seperti dilansir Crash, Jumat (10/11/2017).

Lorenzo juga mengatakan bahwa Sirkuit di Valencia punya kenangan manis bagi dirinya.

“Saya benar-benar memiliki kenangan manis di lintasan ini, terutama di ajang MotoGP. Saya tidak terlalu kompetitif di berbagai kelas tetapi di MotoGP saya mulai menemui kemenangan pada 2010, 2013, 2015, dan tahun lalu,” tegas Lorenzo.

Timnas Balap Sepeda Indonesia Absen di Tour de Singkarak 2017

Timnas balap sepeda Indonesia dipastikan absen pada kejuaraan internasional Tour de Singkarak 2017, 18-26 November, namun PB ISSI membebaskan kepada pebalap yang selama ini masuk pelatnas untuk memperkuat klubnya.

“Memang benar. Tahun ini timnas absen di Tour de Singkarak 2017. Tapi banyak pebalap timnas yang memperkuat klubnya,” kata manajer timnas balap sepeda, Budi Saputra seperti dilansir Antara, Kamis (9/11/2017).

Pebalap timnas selama ini memang tersebar di beberapa klub baik lokal maupun internasional. Selama tidak menjalani pelatnas terpusat, mereka terus mengasah kemampuan bersama dengan klubnya. Bahkan ada beberapa pebalap yang rutin turun di kejuaraan internasional.

Sebut saja Aiman Cahyadi yang saat ini memperkuat tim asal Malaysia, Sapura Pro Cycling Team. Bahkan, pebalap kelahiran Bandung, Jawa Barat itu sudah mampu menjadi pebalap terbaik pada salah satu etape balapan internasional di Negeri Jiran itu.

Begitu juga dengan Dadi Suryadi. Pebalap kelahiran Sumedang, Jawa Barat yang saat ini memperkuat tim asal Malaysia, Trengganu Cycling Team ini juga tidak diragukan lagi kemampuannya. Runner up Tour de Singkarak 2016 itu berpeluang besar kembali menyodok di balapan level 2.2 itu.

Pebalap timnas lain yang berpeluang turun di Tour de Singkarak 2017 diantaranya adalah Robin Manullang yang memperkuat tim United Bike serta beberapa nama yang saat ini tersebar di tim PGN maupun BRCC.

Terkait dengan kelanjutan pelatnas terutama untuk nomor road race, Budi Saputra menjelaskan hingga saat ini belum ada surat keputusan (SK) baru setelah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dibubarkan. Namun, pihaknya akan terus memantau pebalap.

“Kami saat ini memang sudah punya beberapa nama untuk ditarik ke pelatnas. Tour de Singkarak 2017 merupakan salah satu media untuk memantau kemampuan mereka,” kata pria asal Purwokerto itu.

Tour de Singkarak merupakan kejuaraan internasional di bawah kalender UCI yang dimiliki Indonesia. Kejuaraan ini telah memasuki tahun ke sembilan akan menempuh jarak lebih dari 1.000 km dan akan melintasi hampir semua kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Adapun tim yang kemungkinan besar akan kembali turun diantaranya Trengganu Cycling Team dan Sapura Pro Cycling Team asal Malaysia, 7 Eleven RBP Filipina, Qinghai Thiayude China, Kansai Creage Jepang, VIB Bikes Bahrain serta tim lokal seperti PGN, KFC Continental Team, BRCC hingga Padang Road Bike Team. (Ant)

Ricciardo tak Sudi Berada di Belakang Verstappen

Pembalap Red Bull Daniel Ricciardo tak sudi berada di belakang rekan setimnya Max Verstappen. Ia mengatakan tidak ada alasan berada di belakang Verstappen.

Sepanjang musim ini, Verstappen dianggap punya kualitas oke. Bahkan, Verstappen mampu menjadi juara sebanyak dua seri atau unggul satu seri dibandingkan dengan Ricciardo.

“Saya tidak memberikan alasan apapun (untuk mengalah),” kata Ricciardo seperti dikutip Sports Mole, Senin (6/11/2017).

“Verstappen baru saja mengendarai mobil tahun ini dengan cemerlang dan dia tahu bagaimana memanfaatkan mobil pada setiap balapan,” sambungnya.

Fakta yang terjadi Ricciardo tetap unggul 40 poin lebih dari Verstappen. Dengan menyisakan dua balapan lagi, rasanya sulit bagi Verstappen mengejar raihan Ricciardo.

“Itu pencapaian yang luar biasa. Verstappen telah mengalami sejumlah nasib buruk. Saya rasa dia hanya sial saja,” tegas Ricciardo.

Perbandingan Statistik Menjelang Chelsea VS Manchester United

Kurang dari 10 jam lagi, Stamford Bridge akan menggelar big match Liga Primer Inggris, antara Chelsea menjamu Manchester United, Minggu 5 November.

Perbandingan Statistik Menjelang Chelsea VS Manchester United

Chelsea yang saat ini berada di posisi keempat klasemen sementara, tengah mencari ritme permainan mereka usai menelan kekalahan atas AS Roma 0-3 di Stadion Olimpico pada ajang Liga Champions lalu.

Sementara Man United ingin menjaga konsistensi mereka sepanjang musim ini. Sebab mereka menjadi pesaing terdekat si pemimpin klasemen sementara Liga Primer Inggris, Manchester City dengan selisih lima poin.

Jika menang melawan United, bukan hanya menjadi modal untuk menjaga persaingan Chelsea di kancah liga domestik, tapi juga mengembalikan kepercayaan diri mereka yang belum lama ini hilang.

Sebaliknya bagi United, kemenangan di kandang The Blues akan berarti mengubah sejarah, di mana dalam tujuh laga bermain di Stamford Bridge, Setan Merah belum sama sekali meraih kemenangan.