Karena Sering Jatuhnya Marquez Bagi Rookie Patut Dicontoh

Rookie MotoGP dari Marc VDS, Franco Morbidelli, menganggap Marc Marquez mengajarkan agar dapat memahami motornya lewat jatuh atau kecelakaan. Ia juga mengatakan bahwa Honda tak mudah agar dapat dikuasai.

Karena Sering Jatuhnya Marquez Bagi Rookie Patut Dicontoh

Dalam beberapa tahun terakhir, Honda memang terkenal sulit agar dapat dikendarai bagi para rookie. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri agar dapat Morbidelli yang baru saja dipromosikan dari Moto2 ke MotoGP bersama Marc VDS.

agar dapat lebih memahami segala kekuatan motornya, pembalap asal Italia itu yakin dapat dilakukan dengan cara memacu motornya sampai melebihi batas kemampuan. Morbidelli mengacu pada Marquez yang kerap mencobanya hingga mengalami jatuh dari motornya di sesi tes, latihan serta bahkan kualifikasi.

“Biasanya saya tak suka agar dapat jatuh, saya bukan orang yang suka jatuh saat di Moto2. Saya memeliki sedikit sekali catatan kecelakaan,” kata Morbidelli usai tes pramusim di Qatar.

“kamu harus memacunya sampai melebihi batas kemampuannya serta saat itu sangat rentan agar dapat jatuh pastinya.”

“Tetapi Marc (Marquez) mengajarkan hal tersebut. Ia mengajarkan bahwa jatuh adalah caranya. Kami tak harus terus-terusan begitu, tetapi jika kamu ingin belajar cepat, kamu harus mencapai batasnya dulu.”

“Tetapi saya paham bahwa agar dapat memahami motornya, jika kamu ingin mengetahui batasannya, kamu harus kecelakaan.”

Morbidelli mengakui motor yang dikendarainya tak mudah agar dapat dikendarai. Ia membutuhkan kerja keras agar dapat dapat menguasainya.

“Kami sadar motor kami tak mudah agar dapat dipahami, tetapi kami bekerja keras agar dapat menaklukannya dalam artian baik serta mengendarainya dengan baik,” ujarnya.

Rookie berusia 23 tahun itu men4i posisi ke-12 pada sesi terakhir tes pramusim di Qatar. Morbidelli terpaut 1,1 detik dari rider tercepat, Johann Zarco.

Menpora Berharap Akan Ada Banyak Atlet Berprestasi dari Pondok Pesantren

Menteri Pemuda serta Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi berharap agar pondok pesantren dapat membisertai lahirnya atlet-atlet berprestasi. Hal tersebut dikatakan Menpora saat menghadiri acara Karnaval Budaya sekaligus memperingati hari lahir ke-33 Pondok Pesantren Asshidiqqiyah Jakarta.

Menpora Berharap Akan Ada Banyak Atlet Berprestasi dari Pondok Pesantren

“Jadi ke depan kita harap banyak atlet dari pondok pesantren, ketika dia bertanding Badminton, Taekwondo, Pencak Silat sambil dalam hatinya menghafalkan Al Quran. serta yang harus kita dukung atlet-atlet sumbernya juga dari santri pondok pesantren,” kata Menpora.

Menpora mengaku mendorong pondok pesantren agar dapat menggalakan semua kegiatan yang bermanfaat. tak hanya itu, tetapi juga mengasah kemampuan di bisertag olah raga, agar menjadi santri plus atlet berprestasi.

“Seperti yang kita ketahui banyak santri-santri di Pesantren Asshidiqqiyah yang mendulang prestasi di bisertag olahraga, kita harus terus mendukung serta mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Menpora m6bahkan, dengan banyak santri yang tumbuh menjadi atlet dapat membawa nama Indonesia semakin disegani oleh negara-negara lain.

“Olahraga itu menjadi tolak ukur sebuah bangsa itu besar, sebuah bangsa itu dapat sejajar dengan bangsa yang lain. Ini sangat sangat penitng agar dapat memadukan kekuatan fisik, kekuatan rohani, kekuatan jasmani serta kelak dari santrilah Indonesia semakin jaya di masa depan,” tambahnya.

Menpora Cari Dana Tambahan Untuk Persiapan Asian Games 2018

Menteri Pemuda dan Olahraha (Menpora) RI Imam Nahrawi akan mencari dana tambahan untuk memfasilitasi beberapa cabang olahraga (cabor) unggulan mengikuti pelatihan dan uji coba di dalam dan luar negeri. Hal itu ditempuh sebagai upaya mempersiapkan atlet jelang Asian Games 2018.

Menpora Cari Dana Tambahan Untuk Persiapan Asian Games 2018

“Saya akan berusaha mencari anggaran baru untuk mendukung beberapa cabor unggulan melakukan try out,” kata Imam, usai meninjau pelatnas cabor polo air dan renang indah di Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

Meski harus mencari dana tambahan, Imam memastikan bahwa kebutuhan dasar para atlet terpenuhi. Namun, dia tetap mengingatkan agar seluruh pengurus cabor mencari dana tambahan.

“Yang pasti, saya minta betul-betul kepada PRSI dan semua cabang olahraga bahwa yang telah dilakukan pemerintah merupakan stimulan kebutuhan dasar. Tapi kebutuhan yang lain, saya yakin pimpinan cabor mampu mencari alternatif sponsor baik itu swasta maupun lainnya,” ucap Menpora.

Dia meyakini pengurus cabor mampu mencari sponsor. Sebab, setiap cabor memiliki prestasi yang menjanjikan dan bisa dijual kepada pihak swasta. “Ini kesempatan bagi cabor menjual ke publik, menjual ke sponsor bahwa kita layak mendapatkan uang,” katanya.

Ketika ditanya apakah usulan tersebut telah disampaikan kepada seluruh cabor, Imam menjawab, sudah. Hanya tiga cabor yang belum disampaikan karena kendala masalah internal, yaitu hoki yang mengalami dualisme kepengurusan, trilomba atau triatlon, dan sambo.

“Federasi (hoki) Asia tidak mengakui FHI, sementara KOI dan KONI mengakui FHI. Ini sedang kami selesaikan. Yang jelas hoki harus bertanding. Kemudian, sambo soal administrasi, karena kita butuhkan SK dari KONI, KOI. Triatlon sama,” ujar Menpora.

Susy Susanty : Akibat Aturan Poin Diubah Bulu Tangkis jadi Sulit Dinikmati!

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti menilai tiga aturan baru dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Dari seluruh aturan baru itu, perubahan penghitungan poin adalah yang paling disoroti.

Susy Susanty : Akibat Aturan Poin Diubah Bulu Tangkis jadi Sulit Dinikmati!

Terdapat tiga aturan baru yang dicanangkan BWF pada awal musim 2018, yakni keharusan pemain elit bertanding minimal 12 turnamen dalam setahun, perubahan batas tinggi servis, serta penghitungan skor.

Penghitungan skor dari reli poin 21 menjadi 11 poin adalah perubahan yang paling disayangkan oleh Susy. Sebab, aturan itu bisa mengubah pola permainan dan latihan tiap atlet.

“Perubahan skor 15 ke 21 saja butuh empat sampai lima tahun penyesuaiannya. Sekarang, saat orang sudah menikmati permainan poin 21, diubah lagi aturannya. Kami ingin tahu sebetulnya bulu tangkis mau dibawa ke mana?” ujar Susy dalam rilis Humas PBSI.

“Badminton sudah populer, lalu kenapa tidak dipertahankan dulu. Kalau ada yang kurang bisa ditambah tapi tidak secara drastis,” tambahnya.

Penghitungan skor 11 poin itu rencananya akan dimainkan sebanyak lima game. Apabila pertandingan imbang 10-10, maka laga bisa dilanjutkan sampai skor maksimal 15-14.

Perpindahan sisi lapangan terjadi pada game kelima saat kedudukan angka 6. Kemudian, sesi berdiskusi dengan pelatih diberikan maksimal dua kali di sepanjang pertandingan.

Penghitungan skor 11 x 5 memang belum resmi diberlakukan. Namun kabarnya, sistem baru itu akan digunakan pada Olimpiade Tokyo 2020.

“Penerapan skor 11 untuk persiapan Olimpiade 2020, waduh terlalu mepet. Perubahan skor akan mempengaruhi permainan, pola main, program latihan dan sebagainya,” tutur legenda tunggal putri Indonesia tersebut.

Bukan hanya atlet saja yang dirugikan, lanjut Susy, sistem penghitungan skor yang baru juga bisa mengurangi kualitas pertandingan ketika disaksikan. Menurutnya, penonton jadi tidak bisa menikmati pertandingan karena ritme permainannya terlalu cepat.

“Bagaimana misalnya jika ada pemain ketinggalan terus menyusul, seperti kemarin Firman (Abdul Kholik) yang ketinggalan 14-20 lalu bisa menang lewat adu strategi, fisik dan keberanian. Nah, kalau menggunakan skor 11 x 5 enggak ada lagi tontonan seperti itu. Jadinya kita agak susah menikmati permainan badminton,” pungkas Susy.

Dovizioso Ragu Untuk Menggunakan Fairing Terbaru Ducati

Andrea Dovizioso mengaku masih sulit untuk menentukan penggunaan fairing pada motor Desmosedici-nya. Tepatnya setelah timnya menyediakan fairing dengan versi teranyar.

Dovizioso Ragu Untuk Menggunakan Fairing Terbaru Ducati

Dovizioso mengakhiri tes hari pertama di Sirkuit Buriram di posisi keempat. Ia hanya terpaut 0,14 detik lebih lambat dari pimpinan tes, Cal Crutchlow dari LCR Honda.

Pada tes tersebut, Dovi mencoba fairing baru jelang sesi penutup. Meski anyar, ada beberapa kemiripan dengan yang digunakannya pada paruh kedua musim lalu.

“Tentang fairing, kami menggarapnya karena sangat aneh bekerja dengan sayap Serta fairing. Bila Anda mencoba settingan, dari gaya Anda membalap, Anda bisa memilih sesuatu dengan cara apapun atau sebaliknya,” ujar Dovizioso.

“Saya sangat sulit mengambil keputusan, mana Fairing yang akan saya gunakan. Dalam satu trek itu bisa lebih baik Serta di jalur lainnya bisa lebih baik. Ini sangat sulit, besok kami akan membahas secara detail,” terangnya.

“Hari ini kami menghabiskan satu setengah jam, tapi kami perlu melahap lap lebih banyak lagi. Untuk mendapatkan feedback terbaik, sulit bekerja dengan fairing ini,” tegasnya.

Dovizioso menggunakan motor versi 2017 Serta versi ’18 pada tes sebelumnya di Sepang. Ia menjelaskan bahwa ia akan menggunakan dua motor versi ’18 di Thailand.

Valverde: Biarkan Messi Bernafas

Entrenador Barcelona Ernesto Valverde berharap Lionel Messi tidak diberikan beban berat. Ia mengimbau untuk pemain lain agar membiarkan Messi sedikit bernafas.

Valverde: Biarkan Messi Bernafas

Messi memainkan peran penting saat Barcelona bersua Valencia pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2017 — 2018 dini hari tadi. Kendati urung menciptakan gol, Messi turut andil untuk membantu Luis Suarez menciptakan gol.

Berawal dari penetrasinya di sisi kanan pertahanan Valencia, Messi melewati beberapa pemain bertahan Valencia sebelum mengarahkan bola ke mulut gawang. Bola yang sempat ditepis kiper Jaume Domenech mengarah ke Suarez dan dengan tenang El Pistolero menyambar bola dengan sundulan.

“Ketika Messi memegang bola, semua orang berharap banyak dari dirinya,” ujar Valverde seperti dikutip Soccerway, Jumat 2 Februari 2018.

“Terkadang, kita jangan terlalu memberatkan dirinya. Kita harus memberikan Messi kesempatan bernafas sedikit,” sambungnya.

“Memang benar, dia (Messi) adalah pemain hebat seperti yang sudah kami katakan berkali-kali. Ini adalah tontonan yang luar biasa untuk mengawasinya setiap hari,” tutur Valverde.

Arsitek 53 tahun itu menambahkan, kemenangan 1-0 tidaklah buruk. Sebab, Valencia memang skuat yang sulit dikalahkan.

“Saya tidak mengatakan bahwa skornya buruk. Saya pikir, itu hasil yang bagus karena kami memenangkan pertandingan,” ujar Valverde.

“Menang melawan Valencia adalah hal sulit dan kami harus berpikir bermain imbang 0-0 di Mestalla adalah hasil yang bagus,” papar Valverde.

Bagi Stoner Ducati Tidak Ada Kelemahan

Casey Stoner mengatakan motor Ducati pada MotoGP 2018 tidak memiliki kelemahan. Hal itu dirasakannya setelah melakukan tes di Sepang, Malaysia.

Bagi Stoner Ducati Tidak Ada Kelemahan

Stoner adalah salah satu dari beberapa pembalap yang mengikuti uji coba jelang musim baru lebih cepat dari pembalap lainnya. Berangkat bersama tester, Michele Pirro, pembalap asal Australia itu awalnya dijadwalkan untuk tes pada Rabu dan Jumat, namun kondisi cuaca yang kurang mendukung membuatnya melakukan tes pada Kamis dan istirahat pada Jumat.

“Kondisi cuaca mengubah rencana kami, tapi kami bisa mendapat keuntungan selama dua jam pada hari Rabu dan Kamis siang,” kata Stoner.

Stoner adalah pembalap pertama yang mencoba GP18, motor yang dikendarai pembalap Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso tahun ini. Pemabalap berusia 32 tahun itu mengatakan bahwa dia merasa bahwa pabrikan asal Italia tersebut telah berhasil mengurangi poin paling lemah dari mesin 2017, kurangnya kecepatan mid-corner dan manajemen mesin.

“Kesimpulan saya adalah kami telah melakukan beberapa langkah maju dalam hal chassis dan beberapa hal mengenai mesin. Sejauh ini semuanya positif, kami belum menemukan sesuatu yang negatif,” sambungnya.

“Saya pikir sangat sulit untuk memenuhi persyaratan pembalap MotoGP, tapi saya akui bahwa kami akan menuju ke arah yang benar. Mulai sekarang, ini adalah masalah untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman dan maju.”

“Saya tidak sabar untuk tahu apa yang dipikirkan Jorge dan Dovi tentang motor baru setelah mencobanya. Memperbaiki titik terlemah di masa lalu akan menjadi langkah besar,” tutupnya.

Carolina Marin Menceritakan Tampilan Baru Istora

Carolina Marin memuji penampilan baru Istora sebagai venue pegelaran Indonesia Masters 2018. Pebulu tangkis asal Spanyol itu menganggap Istora lebih berwarna.

Carolina Marin Menceritakan Tampilan Baru Istora

Seperti diketahui, Indonesia Masters juga menjadi test event Asian Games yang akan digelar pada Agustus mendatang. Pasca renovasi banyak yang berubah menurut pkamungan Marin.

“Istora saat ini terlihat sangat baik, saya suka. Dengan interior yang lebih berwarna, terlihat cantik. Saya selalu menyukai bertanding di Indonesia,” ujar pebulu tangkis berusia 24 tahun ini.

Marin juga berbicara dengan upayanya yang selalu haus gelar. Meski telah mengoleksi beberapa trofi, Marin tetap mematok banyak target selagi usianya yang masih muda.

“Setiap laga terasa sulit, saya terus meningkatkan permainan saya dan fokus sampai saya memenangkan beberapa gelar lagi, apalagi sekarang cedera tulang panggul saya sudah 100 persen pulih,” tutupnya

Di Indonesia Masters, Marin telah melangkah ke perempat final usai menyingkirkan wakil Denmark Line Hojmark Kjaersfeldt dengan 21-10 21-15. Selanjutnya ia akan ditantang wakil Tiongkok He Biangjiao yang mengalahkan Jang Mi Lee dari Korea Selatan 18-21 21-15 21-18.

Putra Kedua Tontowi Ahmad Telah Lahir

Kabar gembira datang dari pebulutangkis gkamu campuran Indonesia Tontowi Ahmad, pasalnya pada hari ini Jumat 20 januari 2018, ia dan istri Michekke Harminc dikaruniai putra kedua mereka yang diberi nama Arsya Alfarezel Ahmad.

Adapun putra kedua pasangan Tontowi dan Michelle itu lahir tepat pada pukul 13.25 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan, dengan berat 3,2 kg dan panjang 50 cm. Kehadiran Arsya tentunya menambah keceriaan keluarga kecil Tontowi.

“Alhamdulillah… ‘welcome to the world my baby boy’ my name is Arsya Alfarezel Ahmad,” kata Tontowi dilansir laman PBSI, Badmintonidonesia.org.

Uniknya, nama Arsya dipilih sendiri oleh Danish Arsenio Ahmad, putra pertama Tontowi dan Michelle.

“Danish yang kasih nama Arsya. Artinya tertinggi, sedangkan Alfarezel berarti kebaikan yang sempurna. Alhamdulillah ibu dan bayi dalam kondisi sehat semua,” kata Tontowi, dikutip dalam laman web PP PBSI.

Tontowi mengharapkan Arsya kelak menjadi anak yang berguna. “Kami berharap Arsya jadi anak yang sehat, pintar, ganteng, berbakti sama orang tua dan sukses di dunia dan akhirat,” tutur Tontowi.

Di tengah kehadiran putra keduanya, Tontowi tetap harus menjalani latihan bersama pasangan gkamu nya, Liliyana Natsir. Terlebih pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu, tengah mempersiapkan diri menjelang kejuaraan Daihatsu Indonesia Masters 2018 yang akan dilangsungkan pekan depan pada 23-28 Januari 2018.

Kini Yamaha Tech 3 Harus Harus Aktif Mencari Pengganti Folger

Yamaha Tech 3 kini harus mencari pengganti Jonas Folger. Pembalap asal Jerman itu menyatakan mundur lantaran penyakit yang dideritanya.

Kini Yamaha Tech 3 Harus Harus Aktif Mencari Pengganti Folger

Folgar dinyatakan mengalami Sindrom Gilbert, yang merupakan salah satu penyakit kuning. Itu terjadi karena sang penderita mengalami kelelahan.

Ternyata kondisi yang dialami Folger tahun lalu tak menunjukkan perkembangan positif. Sehingga ia harus menyatakan absen membela Yamaha Tech 3 untuk musim 2018.
Klik di sini: Sharapova Belum Temui Kesulitan di Australia Terbuka

Selepas keputusan tersebut, manajer tim Yamaha Tech 3, Herve Poncharal dan tim berupaya mungkin untuk mencari pengganti Folger. Meski keadaan yang cukup mendesak, beberapa rider langsung menjadi bidikannya.

“Saya akan mencoba mencari solusi pengganti Folger. Ini merupakan misi yang sangat sulit, karena semua pembalap cepat sudah memiliki kontrak,” ujar Poncharal.

“Tapi seperti biasa di balap kami harus proaktif, inventif dan mudah-mudahan kami bisa membuat seseorang sangat bahagia,” terangnya.

Sebelumnya beberapa pembalap pernah menjadi pengganti Folger. Di antaranya adalah Kohta Nozane, Broc Parkes dan Michael van der Mark. Mereka secara bergiliran mengganti Folger saat ia absen pada akhir tahun lalu. Sayangnya dari tiga pembalap tersebut tidak satu pun yang meraih poin.