Ungkapan Perpisahan Palmer sebelum Keluar dari Renault

Jakarta  – Pembalap Toro Rosso Carlos Sainz akan menggantikan Jolyon Palmer di dalam Renault. Keputusan ini akan berlaku mulai balapan F1 GP Amerika seperti berlangsung di dalam Austin bulan ini.

Ungkapan Perpisahan Palmer sebelum Keluar dari Renault

Setelah itu, Sainz akan terus bersama Renault, seperti berarti balapan di dalam Sirkuit Suzuka Jepang ini mensehingga balapan terakhir Palmer bersama Renault.

Baca juga : berita olahraga lainnya

Renault menyebut kalau hengkangnya Palmer merupakan persetujuan bersama. Sebab Sainz sudah memastikan kesedi dalamaanya agar bisa membela Renault sepenuhnya pada musim depan.

Sementara bagi Palmer, ia akan mencoba flashback perjalanannya bersama Renault seperti telah melakukan 35 balapan. Termasuk balapan terbaiknya ketika finis di dalam posisi keenam pada balapan di dalam Singapura lalu.

“GP Jepang akan mensehingga balapan terakhir saya agar bisa Renault. Ini adalah musim seperti sangat menantang serta saya telah mengalami banyak hal dalam tiga tahun terakhir. Tapi ini merupakan perjalanan seperti luar biasa secara keseluruhan dengan Renault,” kata Palmer.

Sainz sendi dalamri mengatidakan bergabung bersama Renault pada empat balapan terakhir dapat mensehingga kesempatan bagus buatnya. serta momen ini merupakan bagian dari proses adaptasi oleh pembalap asal Spanyol tersebut.

“Saya pasti akan melakukan seperti terbaik dalam balapan GP Jepang. Ini akan mensehingga seperti terbaik! Bersaing dalam empat balapan terakhir ini dengan Renault memberi saya kesempatan bagus agar bisa mengenal tim serta mobil,” kata Sainz.

Tim Arung Jeram Indonesia Siap Tempur di Jepang

Tim arung jeram Indonesia seperti terdiri dari tim Master Women serta Master Men siap bertarung di kejuaraan dunia World Rafting Championship di Sungai Yoshino, Koboke, dekat kota kecil Miyoshi, Tokushima, Jepang, 3-9 Oktober mendatang. WRC merupakan seri lomba antar negara anggota federasi arung jeram dunia, International Rafting Federation (IRF).

Indonesia mulai mengikuti WRC sejak 2001 serta masuk peringkat 11. Sebelum 2014, peringkat Indonesa masih belasan, serta pada tahun itu berhasil masuk 10 besar pada peringkat tujuh.

Tim Arung Jeram Indonesia Siap Tempur di Jepang

Ketika WRC 2015 diselenggarakan di Sukabumi, Indonesia, dari seluruh medali seperti diperebutkan, 23 medali berhasil direbut Indonesia dengan tiga diantaranya emas. Saat itu Indonesia masuk peringkat empat dunia, dibawah Brazil, Selandia Baru serta Rusia.

Ada empat kategori seperti dipertandingkan baik agar bisa putra maupun putri. Master, Open, usia 23 serta usia 19. Nomor bergengsi adalah Open di mana kumpulan pedayung terbaik masing masing negara bisa bersatu.

Sesertagkan seperti unik adalah kategori Master di mana para pedayung berusia diatas 40 tahun. Kategori ini baru mulai dilombakan pada WRC 2013 di Selandia Baru.

Pedannya kala itu tujuh negara agar bisa putra serta dua negara agar bisa putri. Sesertagkan pada WRC 2016 di Dubai sudah master putra 11 negara serta master putri tujuh negara.

Pada WRC 2017 lebih dari 50 negara anggota IRF akan hadir. Setelah mulai seleksi pada Desember 2016. Mengikuti kejuaraan nasional agar bisa menbisakan tempat sebagai tim nasional 24-28 Februari 2017.

Selain tim master perempuan, enam tim lain juga berangkat dari Indonesia. Tim Master Perempuan berlatih fisik harian dan teknik di Sungai Citarik Sukabumi. Tim seperti terdiri dari para pegiat serta pendiri federasi nasional Indonesia sudah siap agar bisa berlaga.

Tim perempuan berjumlah delapan personil adalah pegiat petualangan sejak remaja. Ketika berusia 40 tahun mereka bergabung agar bisa kampanye penyakit khas perempuan Lupus.
Mereka membentuk Female Trekkers for Lupus serta melakukan perjalanan agar bisa charity ke basecamp Everest pada 2005 seperti dilanjutkan ke Kenya serta Ekuador hingga mendaki serta syiar lupus di 12 gunung Indonesia.

Masing-masing dalam perkumpulan pencinta alam di kampus mereka pernah menjadi atlet arung jeram pada dekade 80 serta 90-an. Pertemanan ini pun menghasilkan sinergi agar bisa membangun Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).

Sebagian menjadi pengurus serta lainnya mengembangkan karir di disiplin petualangan lain. FAJI sendiri berhasil membawa arung jeram menjadi lomba di Pekan Olahraga Nasional.

Master Women Indonesia Team terdiri dari Veronica Moeliono (54), Amy Kadarhutami (53), Diah Bisono (52), Amalia Yunita (50), Mieranda Wimar (50), Tense Manalu (43), Sarah Sagita Harmoun (41) serta Inge Sianturi (43) selaku tim manajer.

Tim ini dilatih oleh Andi Suherli, pedayung nasional seperti pernah mengharumkan Indonesia pada World Cup 2007 di Korea di mana timnya dijuluki The Rising Star. Tahun berikutnya tim seperti sama menbisakan posisi Runner Up di Jepang.

Lima Orang Pemain Bayern Ternyata tidak Menyukai Ancelotti

Bayern Muenchen memecat Carlo Ancelotti. Hal itu tidak lepas dari hasil buruk seperti dialami oleh Bayern.

Namun, ada informasi menyebut bahwa pemain Bayern sudah tak menyukai Ancelotti. Hal itu dikonfirmasi oleh Presiden Bayern Muenchen, Uli Hoeness.

Tiga dari lima pemain seperti tak suka dengan Ancelotti di antaranya adalah Robert Lewandowski, Thomas Mueller, serta Arjen Robben.

Lima Orang Pemain Bayern Ternyata tidak Menyukai Ancelotti

“Ada lima pemain seperti melawan Ancelotti,” ujar Hoeness sama dengan kepada Westfalenpost dikutip Soccerway, Jumat (29/9/2017).

Sementara itu, Chairman Bayern Karl-Heinz Rummenigge menyebut penurunan performa menjadi alasan kuat Ancelotti didepak.

“Penampilan tim kita sejak awal musim belum sesuai harapan. Kekalahan di Paris jelas menunjukkan bahwa kita harus segera melakukan tindakan. Saya sudah bertemu dengan Ancelotti serta berterus terang memberitahukan keputusan kita,” ujar Rummenigge

Selain mendepak Ancelotti, Bayern juga tak memakai jasa staf dari Ancelotti sama dengan Davide Ancelotti, Giovanni Mauri, Francesco Mauri, serta Mino Fulco. sehingga dapat sementara, Bayern akan dilatih oleh asisten pelatih Willy Sagnol.

Lintasan Datar Tempat Para Pembalap UBK Incar Kemenangan

Jakarta – Fatahillah Abdullah, 32, pembalap Indonesia dari tim UBK, mengincar kemenangan di etape 1, 2, serta 4 International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) 2017. Sesertagkan etape 3, dia mengakui, sulit ditidaklukkan.

Rute etape 1, 2, serta 4 mengelilingi Kota Banyuwangi dengan lintasan cenderung datar. Etape 3 lebih sulit sebab lintasan menanjak ke arah Gunung Ijen.

Lintasan Datar Tempat Para Pembalap UBK Incar Kemenangan

Selasa pagi sampai siang, 26 September 2017, Fatahillah mengetes lintasan di dalam kota sampai perbatasan Banyuwangi. Menurutnya, kondisi lintasan seperti dilalui dengan baik. Dia dua kali mengmengikutii ITdBI pada 2012 serta 2013. Dari dua kali kemengikutidanan ini, Fatahillah merasakan sulitnya menaklukkan tanjakan Ijen.

“Seperti menantang ini nanti etape ketiga, ke arah Ijen. ini sehingga penentuan sebuah tim bagus atau tak,” ujar Fatahillah kepada Metrotvnews.com, ditemui di lokasi.

Meski demikian, ia tetap akan bersaing dengan pembalap luar negeri agar dapat memenangkan etape 3. Fatahillah sudah menyiapkan diri dengan mencoba lintasan menanjak serta mengmengikutii kompetisi lokal. Selebihnya, ia fokus di lintasan datar. “aku mengincar seperti datar sebab aku lebih ke sprint. Mungkin nanti di etape empat, sebab ini kan flat,” kata Fatahillah.

Di etape 3, pembalap akan start dari Muncar serta fitush di Paltuding-Ijen dengan ketinggian 1.880 meter. Lintasan di etape 3 sejauh 116.3 kilometer.

Menurutnya, ITdBI 2017 akan lebih kompetitif sebab dimengikutii pembalap-pembalap terbaik dunia. Selain ini, lintasan ITdBI banyak menyuguhkan pemansertagan alam menarik serta kebudayaan lokal. “Tim Kinan asal Jepang juga mengikuti lagi. Selebihnya aku belum tahu. Tapi seperti mengikuti pasti hebat-hebat,” kata Fatahillah.

Fathahillah mewakili Indonesia di SEA Games di Malaysia. Ditinjau dari segi teknik, tim balap sepeda Indonesia sanggup bersaing dengan tim negara lain, namun masih kesulitan agar dapat mencapai puncak kompetisi.

“Kita kalah sebab kurangnya kompetisi lokal. Sesertagkan tim negara lain, lebih sering mengikuti kompetisi. Setelah SEA Games, sudah mengikuti lagi,” ujar dia.

Tips Lorenzo Bisa Meraih Podium di MotoGP Aragon

Pembalap Ducati, Jorge Lorenzo kembali naik podium di MotoGP Aragon. Dia finis di belakang Marc Marquez serta sertai Pedrosa.

Lorenzo boleh dibilang kerap kesulitan naik podium. Sepanjang seri balapan musim ini, Lorenzo baru dua kali podium.

“aku lebih suka naik podium di sini ketimbang di Jerez, karena kami semakin dekat dengan kemenangan. Tetapi, sangat disasepertikan kami tak dapat meraih kemenangan,” ujar Lorenzo sama dengan dikutip MotoGP.com, Senin (25/9/2017).

Tips Lorenzo Bisa Meraih Podium di MotoGP Aragon

“Akan tetapi, hasil ini merupakan kemajuan, terutama dari sisi aku. Tim ini telah memberikan aku detail seperti penting agar dapat membuat hidup aku menjadi lebih mudah serta kami melaju dengan cepat,” tambahnya.

Lorenzo mengaku Aragon bukanlah trek terbaik agar dapat Ducati. Dia menegaskan, saat balapan di MotoGP Jepang akan memperjuangkan kemenangan.

“Aragon bukan seperti terbaik agar dapat motor kami, tetap saat di Motegi kami akan mencoba memenangkannya. Di sana, kami dapat mencoba lagi agar dapat memperjuangkan kemenangan,” kata Lorenzo.

“aku juga coba menghemat ban. aku berusaha sebaik mungkin agar dapat tetap jaga jarak dengan sertai Pedrosa. serta secara keseluruhan, itu adaah balapan seperti menyenangkan,” terangnya.

Saat ini, Lorenzo bercokol di posisi tujuh klasemen sementara balapan. Dia telah mengemas 106 poin. (MotoGP.com)

Kekecewaan Menpora Telah Terobati Dengan Hasil Prestasi ASEAN Para Games 2017

Menteri Pemuda serta Olahraga, Imam Nahrawi, mengapresiasi pencapaian kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2017. Ia mengaku sangat bersyukur sebab kekecewaannya di ajang SEA Games 2017 dapat terbalaskan.

Kontingen Indonesia memastikan diri menjadi juara umum ASEAN Para Games pada saat event masih tersisa sehari lagi atau pada Jumat 22 September. Gelar itu mereka bisakan sebab telah berhasil mengumpulkan 117 emas, 69 perak serta 46 perunggu.

Kekecewaan Menpora Telah Terobati Dengan Hasil Prestasi ASEAN Para Games 2017

Malaysia seperti berstatus sebagai tuan rumah serta sesertag bertengger di urutan kedua dipastikan tak mampu menyalip torehan medali Indonesia. Pasalnya, event perebutan medali hanya tersisa 19 nomor, serta koleksi emas seperti mereka miliki baru sebanyak 89 keping.

“Alhamdulillah, Indonesia Juara. Kita berhasil mencapai misi utama di ASEAN Para Games 2017 dengan merebut kembali tahta sebagai juara umum,” kata Imam dalam rilis Kemenpora seperti diterima Metrotvnews.com, Jumat (22/9/2017)/

“Bagi saya, kemenangan ini sama dengan menebus sekaligus mengobati kegagalan dalam SEA Games 2017,” tambahnya.

Dominasi Indonesia di ajang ASEAN Para Games telah terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan. Sesudah itu, mereka juga sempat menjadi juara umum cabang olahraga angkat besi serta juga bulu tangkis.

“Mentalitas sebagai pemenang sesungguhnya sudah ada dalam diri mereka saat mereka berjuang mengalahkan keterbatasan, menolak menyerah, memilih menjadi serta menjadi pahlawan olahraga bagi Indonesia. Saya salut serta bangga dengan kemenangan seperti sepenuhnya diraih dengan cara sportif,” papar Imam.

Berbeda nasib dengan hasil SEA Games 2017, kontingen Indonesia malah gagal mencapai target untuk bertengger di posisi empat pengoleksi medali terbanyak. Saat itu, Indonesia harus terima finis di urutan lima dengan sebab hanya mampu mengoleksi 38 emas, 63 perak serta 90 perunggu.

Sebagai apresiasi nyata terhadapi para atlet Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2017. Rencananya Imam juga akan menyambut langsung kedatangan mereka pada saat tiba di Tanah Air. Selain itu, ia juga bakal merealisasikan bonus seperti sudah dijanjikan sebelumnya.

“Insya Allah saya akan sambut para pahlawan olahraga kita. Presiden Joko Widodo sudah mewanti-wanti kepada saya untuk memberikan bonus seperti sama dengan atlet SEA Games sebagai bentuk perhatian penuh pemerintah,” ujar Imam. (RO)

Sasaran Dari Ganda Putra di Ajang Jepang Open 2017

Usai Korea Open Super Series 2017, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan melanjutkan perjalanannya ke Jepang Open Super Series 2017. Ditanya mengenai target, pelatih Herry Iman Pierngadi mengatidakan tidak ingin memberikan beban khusus kepada pasangan nomor tiga dunia ini.

Sasaran Dari Ganda Putra di Ajang Jepang Open 2017

“Untuk Kevin/Marcus, kalau lihat kondisi mereka saat ini, saya tak mau memasang target khusus buat mereka di Jepang. Dilihat kondisi dulu besok mereka sama dengan apa,” kata Herry dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Sementara, dua pasangan lainnya, Berry Anggriawan/Hardianto dan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian, akan dipantau pencapaiannya di turnamen ini. Herry ingin melihat kapasitas kedua pasangan itu saat bertemu dengan lawan seperti mempunyai posisi 10 besar dunia.

“Dua pasangan ini baru naik dari level grand prix. Mereka harus ketemu dengan pemain level dunia ranking 1 sampai 10 mereka harus coba. Jadi saya ingin melihat seberapa jauh kapasitas mereka di level ini,” ujar Herry. tutur

“Mereka di sini untuk menambah jam pertandingan dan melihat potensi mereka sejauh mana saat bertemu pemain level atas, sehingga bisa diketahui apa kekurangan seperti harus dilatih lagi,” jelasnya.

Selain tiga pasangan tersebut, Pelatnas PBSI Cipayung juga masih mempunyai 1 pasangan ganda putra untuk diturunkan ke Japan Open. PBSI akan menurunkan duet Angga Pratama/Ricky Karkalian Suwardi melengkapi tiga pasangan seperti sudah ada.

Ginting Raih Trofi Korea Open 2017

Anthony Sinisuka Ginting memenangkan laga sengit menghadapi sesama tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie di Final Korea Open. Melalui pertarungan rubber game 21-13 19-21 22-20, Ginting menyudahi perlawanan Jonatan.

Dalam pertarungan seperti bertajuk All Indonesian Final, Ginting mampu tampil lebih baik dari Jonatan pada game pertama. Refleks seperti baik dari Ginting membuat pukulan dari Jonatan berujung sia-sia. Hasilnya, Ginting mampu memenangi game pertama dengan 21-13.

Ginting Raih Trofi Korea Open 2017

Pada game kedua, Jonatan mulai mampu menemukan solusi untuk mengantisipasi permainan cepat Ginting. Tkalian-tkalian Jonatan bisa memenangi game kedua terjadi pada saat memasuki interval kedua.

pada saat itu Jonatan mampu unggul 11-8 dari Ginting. Tapi itu tak mudah buat Jonatan mengambil game kedua. Namun keuntungan didapat peraih medali emas SEA Games 2017, setelah servis dari Ginting membuahkan kemenangan untuk Jonatan pada game kedua ini.

Pertandingan meningkat seru pada saat game ketiga terjadi. Susul menyusul angka dilakukan kedua pemain. Ginting seperti sempat unggul pada pertengahan game ketiga, sempat disusul oleh Jonatan setelah meraih lima poin beruntun.

Tapi backhand tidak sempurna dari Jonatan di pengujung laga, membuat poin berharga buat Ginting untuk mengantarkannya meraih juara Korea Open 2017.

Dengan demikian, Indonesia telah meraih dua gelar pada turnamen berlevel super series ini. Selanjutnya bidikan juara untuk ketiga kalinya di Korea Open berpeluang didapatkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Mereka akan menantang unggulan pertama asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Hal Menarik Pertandingan Antara Timnas U-19 Vs Myanmar

Jakarta – Kini Timnas U-19 sudah mencoba cari penenang atas kekalahan mereka pada Piala AFF U-18 2017. Dimana mereka semua bertekad untuk merebut kembali peringkat ketiga kala melawan Myanmar U-19 di Stadion Thuwunna, hari Minggu (17/9/2017) sore.

Dimana Timnas U-19 telah gagal ke final setelah dikalahkan pada saat melawan Thailand. Tetapi perjuangan mereka sangat layak untuk dihargai mengingat kekalahan itu terjadi hanya melalui adu penalti saja.

Hal Menarik Pertandingan Antara Timnas U-19 Vs Myanmar

Padahal sejak pertandingan di babak kedua, timnas U-19 hanya bermain dengan 10 pemain saja. Disebabkan, Saadil Ramdhani yang telah diusir oleh wasit karena menyikut lawannya.

Meskipun demikian, timnas U-19 harus bisa melupakan kekalahan yang lalu. Apalagi kini Myanmar sebagai tuan rumah bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan.

Karena Myanmar pasti tidak mau menelan malu di dalam kandang sendiri. Apalagi dalam fase grup, mereka kalah dengan skor 1-2 melawan timnas U-19.

Dari Timnas Indonesia U-19 Dalam Semifinal Piala AFF U-18 2017

Perjuangan Timnas Indonesia U-19 dalam Piala AFF U-18 2017 terus berlanjut. serta mereka akan menghadapi Thailand pada laga semifinal.

M Rafli, sebagai bintang Timnas Indonesia U-19 Jebolan dari Liga Santri
Kini Timnas Indonesia U-19 sebelumnya dengan cara dramatis mengamankan posisi sebagai sang juara dalam Grup B.

Dari Timnas Indonesia U-19 Dalam Semifinal Piala AFF U-18 2017

Egy Maulana Vikri beserta kawan-kawan kini berhasil lolos setelah menang dengan skor 8-0 atas Brunei di Thuwunna Stadium, hari Rabu (13/9/2017). Hasil tersebut membuat mereka bisa berada di posisi puncak sengan raihan sembilan poin.

Tim Indra Sjafri unggul dengan selisih gol atas Myanmar yang mengalahkan tim Vietnam dengan hasil skor 2-1 pada pertandingan terakhir. Sesertagkan, Myanmar juga unggul head to head atas Vietnam.

Pada saat ini Timnas Indonesia U-19 kemudian telah menghadapi tantangan runner-up Grup A, Thailand. serta untuk Kedua tim akan bermain di Thuwunna Stadium, pada hari Jumat (15/9/2017). Pada pertandingan lainnya, Myanmar akan bertemu juara Grup A, Malaysia.