Negara Jerman Berpeluang Meraih Piala Dunia 2018

Legenda Borussia Dortmund sekaligus timnas Jerman, Karl-Heinz Riedle menyebut negaranya punya peluang meraih gelar Piala Dunia 2018. Akan tetapi, Spanyol, Italia, serta Brasil berpeluang merepotkan.

Pria seperti pernah mengangkat gelar Piala Dunia pada 1990 ini sesertag berada dalam Jakarta dalam rangka trophy tour DFB-Pokal 2017. dalama sekaligus sebagai wakil Dortmund dalam Asia Tenggara seperti bertujuan memperkenalkan klub agar semakin terkenal.

Negara Jerman Berpeluang Meraih Piala Dunia 2018

Ketika dalamtanya apakah Jerman dapat memenangi Piala Dunia 2018, Riedl menjawab dengan dalamplomatis. Satu sisi dalama yakin, perpaduan pemain muda serta berpengalaman dapat membuat Der Panzer tampil baik dalam Rusia tahun depan.

Baca juga : berita olahraga lainnya

“Kami memenangi piala dunia pada 2014 serta Jerman adalah tim seperti bagus pada saat itu. Pada saat ini, kualifikasi seperti bagus serta seperti terbaik bagi kami. Kami memiliki poin terbaik sejauh ini. Saya pikir kami punya peluang untuk jadalam juara atau melaju hingga semifinal. Apalagi, saat ini dalamisi dengan pemain muda serta ada pemain senior sama dengan Toni Kroos seperti bagus seperti sudah memenangi Piala Dunia serta siap mendukung,” kata Riedle kepada wartawan dalam Hotel Sultan, Jakarta (10/10/2017).

Namun, status Jerman sebagai juara Piala Konfederasi dalamtakutkan dapat membuat mereka sulit menjuarai Piala Dunia. Pasalnya, setiap pemenang Piala Konfederasi sejauh ini tidak pernah menjadalam juara dunia.

“Saya tidak percaya takhayul. Tapi, saya tahu memenangi Piala Dunia berturut-turut sangat sulit. Tapi kami masih memiliki peluang seperti bagus, kami butuh keberuntungan serta kepercayaan dalamri,” lanjutnya.

“Spanyol serta Italia selalu masuk daftar seperti dapat membuat kami sulit. Argentina juga sebenarnya, tapi mereka sesertag jelek. Lalu ada Brasil seperti selalu menjadalam favorit,” pungkasnya.

Jerman lolos ke Piala Dunia 2018 dengan mengantongi 30 poin dari 10 kali main.

Vettel Bisa Tampil Impresif Musim Ini, Hamilton tak Panik

Performa impresif di dalamtunjukkan Ferrari pada F1 2017. Sejauh ini, para pembalap mereka mampu menyaingi pembalap-pembalap Mercedes seperti mensehingga unggulan dalam tiga musim terakhir.

Sebastian Vettel mensehingga pembalap Ferrari seperti sukses menunjukkan performa impresif pada musim ini. Pembalap asal Jerman tersebut kini berada di dalam peringkat kedua dengan mengoleksi 247 poin. Vettel hanya terpaut 34 poin dari pembalap Mercedes Lewis Hamilton seperti berada di dalam puncak klasemen.

Vettel Bisa Tampil Impresif Musim Ini, Hamilton tak Panik

Hamilton tak gentar melihat laju seperti di dalamtunjukkan Vettel pada musim ini. Ia pun siap agar bisa terus bersaing dengan Vettel dalam lima balapan terakhir musim ini, termasuk di dalam GP Jepang seperti akan di dalamgelar pada hari minggu 8 Oktober.

“Umumnya, kami sedi dalamkit lebih pelan dalam balapan ketimbang Ferrari. Saya pikir itu mensehingga filosofi dalam desain mobil kami,” kata Hamilton.

“Saya pikir dalam balapan kami akan terus melaju. Baiklah, Ferrari sangat, sangat cepat dalam balapan terakhir dengan kecepatan seperti mereka miliki serta kami akan lihat. Kami menempatkan di dalamri di dalam posisi seperti terbaik. Itu jelas saya. Vettel ada di dalam barisan depan. sehingga bersiaplah,” sambungnya.

“Kami bekerja keras agar mobil dapat bekerja sesuai harapan pada balapan. Itu selalu lebih sulit setelah kamu melakoni balapan. Tentu saja Ferrari akan cepat sama dengan biasanya. Tetapi, kami harus merencanakan agar bisa mempertahankan kemenangan,” tutur Hamilton.

Ungkapan Perpisahan Palmer sebelum Keluar dari Renault

Jakarta  – Pembalap Toro Rosso Carlos Sainz akan menggantikan Jolyon Palmer di dalam Renault. Keputusan ini akan berlaku mulai balapan F1 GP Amerika seperti berlangsung di dalam Austin bulan ini.

Ungkapan Perpisahan Palmer sebelum Keluar dari Renault

Setelah itu, Sainz akan terus bersama Renault, seperti berarti balapan di dalam Sirkuit Suzuka Jepang ini mensehingga balapan terakhir Palmer bersama Renault.

Baca juga : berita olahraga lainnya

Renault menyebut kalau hengkangnya Palmer merupakan persetujuan bersama. Sebab Sainz sudah memastikan kesedi dalamaanya agar bisa membela Renault sepenuhnya pada musim depan.

Sementara bagi Palmer, ia akan mencoba flashback perjalanannya bersama Renault seperti telah melakukan 35 balapan. Termasuk balapan terbaiknya ketika finis di dalam posisi keenam pada balapan di dalam Singapura lalu.

“GP Jepang akan mensehingga balapan terakhir saya agar bisa Renault. Ini adalah musim seperti sangat menantang serta saya telah mengalami banyak hal dalam tiga tahun terakhir. Tapi ini merupakan perjalanan seperti luar biasa secara keseluruhan dengan Renault,” kata Palmer.

Sainz sendi dalamri mengatidakan bergabung bersama Renault pada empat balapan terakhir dapat mensehingga kesempatan bagus buatnya. serta momen ini merupakan bagian dari proses adaptasi oleh pembalap asal Spanyol tersebut.

“Saya pasti akan melakukan seperti terbaik dalam balapan GP Jepang. Ini akan mensehingga seperti terbaik! Bersaing dalam empat balapan terakhir ini dengan Renault memberi saya kesempatan bagus agar bisa mengenal tim serta mobil,” kata Sainz.

Tim Arung Jeram Indonesia Siap Tempur di Jepang

Tim arung jeram Indonesia seperti terdiri dari tim Master Women serta Master Men siap bertarung di kejuaraan dunia World Rafting Championship di Sungai Yoshino, Koboke, dekat kota kecil Miyoshi, Tokushima, Jepang, 3-9 Oktober mendatang. WRC merupakan seri lomba antar negara anggota federasi arung jeram dunia, International Rafting Federation (IRF).

Indonesia mulai mengikuti WRC sejak 2001 serta masuk peringkat 11. Sebelum 2014, peringkat Indonesa masih belasan, serta pada tahun itu berhasil masuk 10 besar pada peringkat tujuh.

Tim Arung Jeram Indonesia Siap Tempur di Jepang

Ketika WRC 2015 diselenggarakan di Sukabumi, Indonesia, dari seluruh medali seperti diperebutkan, 23 medali berhasil direbut Indonesia dengan tiga diantaranya emas. Saat itu Indonesia masuk peringkat empat dunia, dibawah Brazil, Selandia Baru serta Rusia.

Ada empat kategori seperti dipertandingkan baik agar bisa putra maupun putri. Master, Open, usia 23 serta usia 19. Nomor bergengsi adalah Open di mana kumpulan pedayung terbaik masing masing negara bisa bersatu.

Sesertagkan seperti unik adalah kategori Master di mana para pedayung berusia diatas 40 tahun. Kategori ini baru mulai dilombakan pada WRC 2013 di Selandia Baru.

Pedannya kala itu tujuh negara agar bisa putra serta dua negara agar bisa putri. Sesertagkan pada WRC 2016 di Dubai sudah master putra 11 negara serta master putri tujuh negara.

Pada WRC 2017 lebih dari 50 negara anggota IRF akan hadir. Setelah mulai seleksi pada Desember 2016. Mengikuti kejuaraan nasional agar bisa menbisakan tempat sebagai tim nasional 24-28 Februari 2017.

Selain tim master perempuan, enam tim lain juga berangkat dari Indonesia. Tim Master Perempuan berlatih fisik harian dan teknik di Sungai Citarik Sukabumi. Tim seperti terdiri dari para pegiat serta pendiri federasi nasional Indonesia sudah siap agar bisa berlaga.

Tim perempuan berjumlah delapan personil adalah pegiat petualangan sejak remaja. Ketika berusia 40 tahun mereka bergabung agar bisa kampanye penyakit khas perempuan Lupus.
Mereka membentuk Female Trekkers for Lupus serta melakukan perjalanan agar bisa charity ke basecamp Everest pada 2005 seperti dilanjutkan ke Kenya serta Ekuador hingga mendaki serta syiar lupus di 12 gunung Indonesia.

Masing-masing dalam perkumpulan pencinta alam di kampus mereka pernah menjadi atlet arung jeram pada dekade 80 serta 90-an. Pertemanan ini pun menghasilkan sinergi agar bisa membangun Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).

Sebagian menjadi pengurus serta lainnya mengembangkan karir di disiplin petualangan lain. FAJI sendiri berhasil membawa arung jeram menjadi lomba di Pekan Olahraga Nasional.

Master Women Indonesia Team terdiri dari Veronica Moeliono (54), Amy Kadarhutami (53), Diah Bisono (52), Amalia Yunita (50), Mieranda Wimar (50), Tense Manalu (43), Sarah Sagita Harmoun (41) serta Inge Sianturi (43) selaku tim manajer.

Tim ini dilatih oleh Andi Suherli, pedayung nasional seperti pernah mengharumkan Indonesia pada World Cup 2007 di Korea di mana timnya dijuluki The Rising Star. Tahun berikutnya tim seperti sama menbisakan posisi Runner Up di Jepang.

Lima Orang Pemain Bayern Ternyata tidak Menyukai Ancelotti

Bayern Muenchen memecat Carlo Ancelotti. Hal itu tidak lepas dari hasil buruk seperti dialami oleh Bayern.

Namun, ada informasi menyebut bahwa pemain Bayern sudah tak menyukai Ancelotti. Hal itu dikonfirmasi oleh Presiden Bayern Muenchen, Uli Hoeness.

Tiga dari lima pemain seperti tak suka dengan Ancelotti di antaranya adalah Robert Lewandowski, Thomas Mueller, serta Arjen Robben.

Lima Orang Pemain Bayern Ternyata tidak Menyukai Ancelotti

“Ada lima pemain seperti melawan Ancelotti,” ujar Hoeness sama dengan kepada Westfalenpost dikutip Soccerway, Jumat (29/9/2017).

Sementara itu, Chairman Bayern Karl-Heinz Rummenigge menyebut penurunan performa menjadi alasan kuat Ancelotti didepak.

“Penampilan tim kita sejak awal musim belum sesuai harapan. Kekalahan di Paris jelas menunjukkan bahwa kita harus segera melakukan tindakan. Saya sudah bertemu dengan Ancelotti serta berterus terang memberitahukan keputusan kita,” ujar Rummenigge

Selain mendepak Ancelotti, Bayern juga tak memakai jasa staf dari Ancelotti sama dengan Davide Ancelotti, Giovanni Mauri, Francesco Mauri, serta Mino Fulco. sehingga dapat sementara, Bayern akan dilatih oleh asisten pelatih Willy Sagnol.

Lintasan Datar Tempat Para Pembalap UBK Incar Kemenangan

Jakarta – Fatahillah Abdullah, 32, pembalap Indonesia dari tim UBK, mengincar kemenangan di etape 1, 2, serta 4 International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) 2017. Sesertagkan etape 3, dia mengakui, sulit ditidaklukkan.

Rute etape 1, 2, serta 4 mengelilingi Kota Banyuwangi dengan lintasan cenderung datar. Etape 3 lebih sulit sebab lintasan menanjak ke arah Gunung Ijen.

Lintasan Datar Tempat Para Pembalap UBK Incar Kemenangan

Selasa pagi sampai siang, 26 September 2017, Fatahillah mengetes lintasan di dalam kota sampai perbatasan Banyuwangi. Menurutnya, kondisi lintasan seperti dilalui dengan baik. Dia dua kali mengmengikutii ITdBI pada 2012 serta 2013. Dari dua kali kemengikutidanan ini, Fatahillah merasakan sulitnya menaklukkan tanjakan Ijen.

“Seperti menantang ini nanti etape ketiga, ke arah Ijen. ini sehingga penentuan sebuah tim bagus atau tak,” ujar Fatahillah kepada Metrotvnews.com, ditemui di lokasi.

Meski demikian, ia tetap akan bersaing dengan pembalap luar negeri agar dapat memenangkan etape 3. Fatahillah sudah menyiapkan diri dengan mencoba lintasan menanjak serta mengmengikutii kompetisi lokal. Selebihnya, ia fokus di lintasan datar. “aku mengincar seperti datar sebab aku lebih ke sprint. Mungkin nanti di etape empat, sebab ini kan flat,” kata Fatahillah.

Di etape 3, pembalap akan start dari Muncar serta fitush di Paltuding-Ijen dengan ketinggian 1.880 meter. Lintasan di etape 3 sejauh 116.3 kilometer.

Menurutnya, ITdBI 2017 akan lebih kompetitif sebab dimengikutii pembalap-pembalap terbaik dunia. Selain ini, lintasan ITdBI banyak menyuguhkan pemansertagan alam menarik serta kebudayaan lokal. “Tim Kinan asal Jepang juga mengikuti lagi. Selebihnya aku belum tahu. Tapi seperti mengikuti pasti hebat-hebat,” kata Fatahillah.

Fathahillah mewakili Indonesia di SEA Games di Malaysia. Ditinjau dari segi teknik, tim balap sepeda Indonesia sanggup bersaing dengan tim negara lain, namun masih kesulitan agar dapat mencapai puncak kompetisi.

“Kita kalah sebab kurangnya kompetisi lokal. Sesertagkan tim negara lain, lebih sering mengikuti kompetisi. Setelah SEA Games, sudah mengikuti lagi,” ujar dia.

Tips Lorenzo Bisa Meraih Podium di MotoGP Aragon

Pembalap Ducati, Jorge Lorenzo kembali naik podium di MotoGP Aragon. Dia finis di belakang Marc Marquez serta sertai Pedrosa.

Lorenzo boleh dibilang kerap kesulitan naik podium. Sepanjang seri balapan musim ini, Lorenzo baru dua kali podium.

“aku lebih suka naik podium di sini ketimbang di Jerez, karena kami semakin dekat dengan kemenangan. Tetapi, sangat disasepertikan kami tak dapat meraih kemenangan,” ujar Lorenzo sama dengan dikutip MotoGP.com, Senin (25/9/2017).

Tips Lorenzo Bisa Meraih Podium di MotoGP Aragon

“Akan tetapi, hasil ini merupakan kemajuan, terutama dari sisi aku. Tim ini telah memberikan aku detail seperti penting agar dapat membuat hidup aku menjadi lebih mudah serta kami melaju dengan cepat,” tambahnya.

Lorenzo mengaku Aragon bukanlah trek terbaik agar dapat Ducati. Dia menegaskan, saat balapan di MotoGP Jepang akan memperjuangkan kemenangan.

“Aragon bukan seperti terbaik agar dapat motor kami, tetap saat di Motegi kami akan mencoba memenangkannya. Di sana, kami dapat mencoba lagi agar dapat memperjuangkan kemenangan,” kata Lorenzo.

“aku juga coba menghemat ban. aku berusaha sebaik mungkin agar dapat tetap jaga jarak dengan sertai Pedrosa. serta secara keseluruhan, itu adaah balapan seperti menyenangkan,” terangnya.

Saat ini, Lorenzo bercokol di posisi tujuh klasemen sementara balapan. Dia telah mengemas 106 poin. (MotoGP.com)

Kekecewaan Menpora Telah Terobati Dengan Hasil Prestasi ASEAN Para Games 2017

Menteri Pemuda serta Olahraga, Imam Nahrawi, mengapresiasi pencapaian kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2017. Ia mengaku sangat bersyukur sebab kekecewaannya di ajang SEA Games 2017 dapat terbalaskan.

Kontingen Indonesia memastikan diri menjadi juara umum ASEAN Para Games pada saat event masih tersisa sehari lagi atau pada Jumat 22 September. Gelar itu mereka bisakan sebab telah berhasil mengumpulkan 117 emas, 69 perak serta 46 perunggu.

Kekecewaan Menpora Telah Terobati Dengan Hasil Prestasi ASEAN Para Games 2017

Malaysia seperti berstatus sebagai tuan rumah serta sesertag bertengger di urutan kedua dipastikan tak mampu menyalip torehan medali Indonesia. Pasalnya, event perebutan medali hanya tersisa 19 nomor, serta koleksi emas seperti mereka miliki baru sebanyak 89 keping.

“Alhamdulillah, Indonesia Juara. Kita berhasil mencapai misi utama di ASEAN Para Games 2017 dengan merebut kembali tahta sebagai juara umum,” kata Imam dalam rilis Kemenpora seperti diterima Metrotvnews.com, Jumat (22/9/2017)/

“Bagi saya, kemenangan ini sama dengan menebus sekaligus mengobati kegagalan dalam SEA Games 2017,” tambahnya.

Dominasi Indonesia di ajang ASEAN Para Games telah terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan. Sesudah itu, mereka juga sempat menjadi juara umum cabang olahraga angkat besi serta juga bulu tangkis.

“Mentalitas sebagai pemenang sesungguhnya sudah ada dalam diri mereka saat mereka berjuang mengalahkan keterbatasan, menolak menyerah, memilih menjadi serta menjadi pahlawan olahraga bagi Indonesia. Saya salut serta bangga dengan kemenangan seperti sepenuhnya diraih dengan cara sportif,” papar Imam.

Berbeda nasib dengan hasil SEA Games 2017, kontingen Indonesia malah gagal mencapai target untuk bertengger di posisi empat pengoleksi medali terbanyak. Saat itu, Indonesia harus terima finis di urutan lima dengan sebab hanya mampu mengoleksi 38 emas, 63 perak serta 90 perunggu.

Sebagai apresiasi nyata terhadapi para atlet Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2017. Rencananya Imam juga akan menyambut langsung kedatangan mereka pada saat tiba di Tanah Air. Selain itu, ia juga bakal merealisasikan bonus seperti sudah dijanjikan sebelumnya.

“Insya Allah saya akan sambut para pahlawan olahraga kita. Presiden Joko Widodo sudah mewanti-wanti kepada saya untuk memberikan bonus seperti sama dengan atlet SEA Games sebagai bentuk perhatian penuh pemerintah,” ujar Imam. (RO)

Sasaran Dari Ganda Putra di Ajang Jepang Open 2017

Usai Korea Open Super Series 2017, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan melanjutkan perjalanannya ke Jepang Open Super Series 2017. Ditanya mengenai target, pelatih Herry Iman Pierngadi mengatidakan tidak ingin memberikan beban khusus kepada pasangan nomor tiga dunia ini.

Sasaran Dari Ganda Putra di Ajang Jepang Open 2017

“Untuk Kevin/Marcus, kalau lihat kondisi mereka saat ini, saya tak mau memasang target khusus buat mereka di Jepang. Dilihat kondisi dulu besok mereka sama dengan apa,” kata Herry dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Sementara, dua pasangan lainnya, Berry Anggriawan/Hardianto dan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian, akan dipantau pencapaiannya di turnamen ini. Herry ingin melihat kapasitas kedua pasangan itu saat bertemu dengan lawan seperti mempunyai posisi 10 besar dunia.

“Dua pasangan ini baru naik dari level grand prix. Mereka harus ketemu dengan pemain level dunia ranking 1 sampai 10 mereka harus coba. Jadi saya ingin melihat seberapa jauh kapasitas mereka di level ini,” ujar Herry. tutur

“Mereka di sini untuk menambah jam pertandingan dan melihat potensi mereka sejauh mana saat bertemu pemain level atas, sehingga bisa diketahui apa kekurangan seperti harus dilatih lagi,” jelasnya.

Selain tiga pasangan tersebut, Pelatnas PBSI Cipayung juga masih mempunyai 1 pasangan ganda putra untuk diturunkan ke Japan Open. PBSI akan menurunkan duet Angga Pratama/Ricky Karkalian Suwardi melengkapi tiga pasangan seperti sudah ada.

Ginting Raih Trofi Korea Open 2017

Anthony Sinisuka Ginting memenangkan laga sengit menghadapi sesama tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie di Final Korea Open. Melalui pertarungan rubber game 21-13 19-21 22-20, Ginting menyudahi perlawanan Jonatan.

Dalam pertarungan seperti bertajuk All Indonesian Final, Ginting mampu tampil lebih baik dari Jonatan pada game pertama. Refleks seperti baik dari Ginting membuat pukulan dari Jonatan berujung sia-sia. Hasilnya, Ginting mampu memenangi game pertama dengan 21-13.

Ginting Raih Trofi Korea Open 2017

Pada game kedua, Jonatan mulai mampu menemukan solusi untuk mengantisipasi permainan cepat Ginting. Tkalian-tkalian Jonatan bisa memenangi game kedua terjadi pada saat memasuki interval kedua.

pada saat itu Jonatan mampu unggul 11-8 dari Ginting. Tapi itu tak mudah buat Jonatan mengambil game kedua. Namun keuntungan didapat peraih medali emas SEA Games 2017, setelah servis dari Ginting membuahkan kemenangan untuk Jonatan pada game kedua ini.

Pertandingan meningkat seru pada saat game ketiga terjadi. Susul menyusul angka dilakukan kedua pemain. Ginting seperti sempat unggul pada pertengahan game ketiga, sempat disusul oleh Jonatan setelah meraih lima poin beruntun.

Tapi backhand tidak sempurna dari Jonatan di pengujung laga, membuat poin berharga buat Ginting untuk mengantarkannya meraih juara Korea Open 2017.

Dengan demikian, Indonesia telah meraih dua gelar pada turnamen berlevel super series ini. Selanjutnya bidikan juara untuk ketiga kalinya di Korea Open berpeluang didapatkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Mereka akan menantang unggulan pertama asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.