Startup Sewa Sepeda Tutup, Pemilik Bawa Kabur Uang Pelanggan?

Perusahaan berbagi sepeda online terbesar ketiga di Tiongkok dikabarkan mengalami masalah keuangan, di tengah konsolidasi industri di negara Tirai Bambu tersebut.

Bluegogo telah menghabiskan CNY600 juta (Rp1,2 triliun) yang didapat dari investor tahun ini sejak ia didirikan oleh CEO Li Gang dan menyediakan 700 ribu sepeda di berbagai kota di Tiongkok.

Sering disebut “Uber untuk sepeda”, perusahaan-perusahaan berbagi sepeda ini memenuhi jalan-jalan di Tiongkok dengan sepeda berwarna oranye, kuning dan biru. Sepeda-sepeda saling bertumpuk adalah pemandangan yang biasa dilihat, lapor The Guardian.

Perusahaan persewaan sepeda online ini memungkinkan pelanggan menyewa sepeda menggunakan smartphone mereka. Sepeda yang disewa bisa ditinggalkan di mana saja.

Tergantung perusahaan, pengguna hanya perlu membayar deposit CNY99 (Rp202 ribu) sampai CNY299 (Rp609 ribu). Ongkos sewa sepeda kemudian dihitung berdasarkan lama penggunaan, setiap 30 menit.

Namun, Bluegogo dilaporkan tengah bermasalah. Media sosial di Tiongkok diramaikan oleh para pengguna yang memprotes bahwa mereka tidak bisa mendapatkan kembali deposit yang mereka titipkan. Selain itu, muncul kabar bahwa Li telah melarikan diri dari Tiongkok.

Bluegogo mengklaim bahwa mereka memiliki 20 juta pelanggan di seluruh Tiongkok. Itu berarti, perusahaan pernah memegang setidaknya CNY1,98 miliar (Rp4 triliun) dalam bentuk deposit. Namun, saat ini, masih belum diketahui berapa banyak uang yang dipegang perusahaan.

Menurut rumor yang beredar di media sosial Tiongkok, Li telah pergi dari Tiongkok, memaksanya membuat pernyataan di profilnya. “Saya selalu ada di Tiongkok, bertarung di garis depan untuk meminta maaf,” ujarnya.

Dalam suratnya, Li menuliskan operasi Bluegogo akan diambil alih oleh startup sewa sepeda online lainnya. Ketika wartawan Tiongkok mendatangi kantor Bluegogo, kantor tersebut terkunci dan terlihat telah ditinggalkan. Bluegogo juga tidak menjawab email atau SMS yang meminta komentar.

Pencipta Pakaian Iron Man Masuk Daftar Rekor Dunia

Pakaian canggih ala Iron Man masih menjadi daya tarik untuk dikembangkan. Beberapa waktu lalu, seorang pria asal Inggris berhasil membuat pakaian tersebut dan masuk daftar Guiness World Records.

Richard Browning, mantan Marinir Inggris menciptakan pakaian ala Iron Man dengan 3 buah mesin jet yang terletak di tiap tangan, totalnya ada 6 buah mesin jet dengan bahan bakar kerosene. Dia berhasil terbang dengan kecepetan 32,02 km per jam, meskipun tidak dengan ketinggian hingga lebih dari 2 meter.

Guiness World Records memasukkan karya Browning bukan hanya karena canggih, tetapi juga karena mampu menciptakan pakaian dengan mesin jet yang berhasil membuat kecepatan laju tercepat sejauh ini dan berhasil didemokan.

Dilaporkan oleh Engadget, kabar mengenai pengembangan pakaian jet tersebut pertama kali terdengar pada bulan Maret lalu. Disebutkan oleh Browning, biaya pembuatannya sebesar USD50.000 atau setara Rp677 juta. Namun, biaya tersebut ditanggung oleh pihak Red Bull sebagai penyandang dana untuk proyek ini.

Pakaian jet yang diberi nama Daedalus ini memiliki bobot 22kg yang akan sangat terasa berat bagi seseorang yang tidak terbiasa dengan kegiatan olahraga fitness atau body building. Menariknya, Browning membuat seluruhnya dengan klaim bahwa teknologi tersebut aman.

Dia menjelaskan bahan bakar kerosen tidak mudah meledak atau terbakar ketimbang bahan bakar lainnya, apalagi dia menggunakannya dalam jumlah yang tebilang sedikit. Selain itu, dia menyiapkan ‘dead-man switch’ yakni sebuah tombol yang jika tidak ditekan secara otomatis pakaian jet tersebut akan berhenti berfungsi, sehingga kendalinya lebih aman.

Untuk desainnya, Browning menyebutkan penggunaan mesin jet di bagian tangan sekaligus kaki dianggap masih sulit untuk dikendalikan saat terbang. Akhirnya, dia memutuskan hanya menggunakan mesin jet di bagian tangannya.

Dia juga menambahkan sebuah perangkat helm Sony yang dimodifikasi sehingga bisa menampilkan informasi bahan bakar dari pakaiannya. Benar-benar menyerupai pakaian jet ala Iron Man.

Lagu Cover YouTube Bagi Tulus

Tulus menjadi salah satu musisi yang diundang ke dalam acara YouTube FanFest yang diadakan pada 10-12 November. Dalam konferensi media, dia sempat mengungkapkan harapannya bahwa akan semakin banyak konten di YouTube yang mendidik.

Ketika ditanya soal hak kekayaan intelektual, dia merasa bahwa keadaan di Indonesia sudah membaik. “Tidak hanya berhenti di kesadaran, negara kita juga sudah punya peraturan terkait itu,” katanya saat ditemui di Hotel Sheraton, Jumat (10/10/2017).

“Kekayaan intelektual itu memang satu hal yang sangat esensial dalam berkarya,” ujarnya sebelum menyatakan dukungannya atas segala sesuatu yang berhubungan tentang copyright.

“Saya sih senang saja,” jawab Tulus ketika ditanya apa pendapatnya ketika lagu miliknya dinyanyikan oleh orang lain. “Kalau lagu kita di reintepretasi oleh orang lain, itu menyenangkan,” katanya.

“Namun, ada peraturan tentang batasannya. Jangan sampai nanti karyanya dijual, jadinya itu sesuatu yang ilegal.”

Tulus mengaku, dia tidak pernah mempermasalahkan jika ada kreator YouTube yang membuat cover dari lagunya. “Kalau cover sih saya senang, jualnya itu yang ilegal,” katanya.

Sekilas, dia bercerita tentang bagaimana lagu cover dari karyanya dijual di platform digital. Lebih lanjut ditanya soal monetisasi video di YouTube, dia merasa masih belum tahu pasti soal peraturan dalam platform video di bawah Google tersebut.

Masalah tentang lagu cover memang sempat ramai pada bulan September lalu. Untungnya, YouTube sendiri memiliki metode yang disebut oleh Content ID, yang dapat menentukan apakah sebuah konten mengandung material yang memiliki hak cipta.

Jika ya, maka sistem tersebut akan secara otoamtis mengklaim sebuah video atas nama sang pemegang hak cipta. Sang pemegang hak cipta bisa bebas menentukan apa yang mereka akan lakukan terkait video cover tersebut.

Opera Perbaiki Browser untuk Desktop

Opera meluncurkan update Opera Browser versi desktop. Update tersebut dilengkapi dengan fitur snapshot editing, pencarian pop-up, integrasi aplikasi pesan populer, serta dukungan untuk konten Virtual Reality (VR).

‚ÄúTahun ini, kami meluncurkan konsep browser baru, Opera Neon, yang benar-benar mencerminkan imajinasi masyarakat akan sebuah browser. Saat ini, tim kami terus menyempurnakan sekaligus menerapkan beberapa konsep baru sebagai bagian dari proyek yang kami namai Reborn atau lahir baru,” Head of Opera Browser, Krystian Kolondra.

Fitur snapshot kini hadir dengan editing tools dan selfie mode, memungkinkan pengguna memberikan sentuhan personal terhadap screenshot yang ingin mereka simpan atau bagikan.

Setelah merekam screenshot, editing tools termasuk pensil, panah, blur, zoom, emoji dan kamera selfie, akan muncul di bagian atas.

Sementara itu, integrasi aplikasi pesan yang didukung pada update browser Opera tersebut termasuk Facebook Messenger, WhatsApp, Telegram dan VK. Hal tersebut diklaim Opera memungkinkan masyarakat menggunakan komputer serupa ponsel tanpa perlu memasang software tambahan.

Pemutar video VR 360 pada update ini diperkenalkan dalam versi developer Opera 49. Kehadiran fitur tersebut memungkinkan perangkat dengan kompatibilitas dengan OpenVR, serta HTC Vive dan Oculus Rift menikmati konten video 360 derajat.

Opera juga menghadirkan menu Eay Setup baru, berisi shortcut fitur umum yang dapat disesuaikan. Kehadiran menu ini diklaim mampu membantu pengguna untuk mengatur tampilan Opera Reborn terkait tema, designer wallpapers, bookmark, dan pilihan sidebar.

Easy Setup juga diklaim memudahkan pemindahan bookmarks serta data dari browser lama dan menjadikan Opera sebagai browser baru.

Tidak hanya fitur baru, Opera juga menghadirkan perbaikan pada sejumlah alat di browser versi desktop karyanya tersebut.

Fitur yang mendapatkan perbaikan tersebut termasuk pencarian pop-up dapat mengubah 32 unit pengukuran, 14 zona waktu dan 37 mata uang, ikon extension di sebelah kanan dan dapat diatur ulang, mode pribadi yang lebih baik, serta algoritma pencarian lebih baik.

 

Kemdikbud Sebut Agama dan Penghayat Kepercayaan Dua Domain Berbeda

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengatakan agama dan penghayat kepercayaan dua domain yang berbeda. Kemdikbud menilai penghayat kepercayaan saat ini dominan tradisi dan budaya.

“Kalau sekarang definisinya dianggap sebagai tradisi,” kata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid kepada Metrotvnews.com, Kamis 9 November 2017.

Dari sisi nilai-nilai budaya, tentu keberadaan kelompok penghayat kepercayaan menambah khazanah budaya nusantara yang beragam. Ini menjadi tugas dari Kemdikbud untuk melestarikan nilai dan tradisi yang sudah ratusan tahun turun temurun. “Kita kan enggak ikut campur mengurusi isi dan bentuk dari kepercayaannya,” ujar Hilmar.

Hal ini sudah berlangsung sejak tahun 70-an. Meski tak mencampuri kepercayaan yang mereka anut, Kemdikbud tetap menjamin para penghayat kepercayaan bisa menjalankan kepercayaan yang mereka yakini. “Dianggap sejalan dengan koridor dan tatanan negara hukum, ya engga masalah,” ucapnya.

Sementara dari sisi urusan agama dalam status sipil, hal itu menjadi ranah Kementerian Dalam Negeri. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sejatinya berdampak kepada Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil. Adapun apakah penghayat kepercayaan sesuai dengan enam agama resmi di Indonesia yang diakui menjadi urusan Kementerian Agama.

“Karena bukan domain kita menentukan mana yang sejalan dengan sistem hukum Indonesia mana yang tidak,” pungkasnya.

Dari data Direktorat Kepercayaan YME dan Tradisi Kemendikbud mencatat ada 187 kelompok penghayat kepercayaan yang tersebar di 13 provinsi di Tanah Air. Jawa Tengah menjadi provinsi terbanyak penghayat kepercayaan dengan 53 kelompok.

Sebelumnya, MK mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 61 Ayat (1) dan (2), serta Pasal 64 ayat (1) dan (5) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk). Putusan ini membuat penghayat kepercayaan mendapatkan pengakuan negara dalam sistem administrasi kependudukan.

Permohonan uji materi dengan perkara 97/PUU-XIV/2016 itu diajukan Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba, dan Carlim. Para pemohon merupakan penghayat kepercayaan dari berbagai komunitas kepercayaan di Indonesia.

Canon Boyong Mirrorless EOS M100 ke Indonesia, Seperti Apa?

Canon merilis kamera mirrorless baru, EOS M100. Kamera ini sudah dilengkapi dengan fitur terbaru yang memungkinkan hasil foto dapat terlihat lebih baik. Ia diklaim menyasar pengguna pemula yang ingin menggunakan kamera sekaligus menjadi pelengkap gaya dan penampilan.

EOS M100 hadir dengan sensor CMOS APS-C beresolusi 24,2MP didukung prosesor DIGIC 7. Kombinasi tersebut diklaim membuat kamera ini bisa melakukan pengambilan foto secara optimal di kondisi minim cahaya. Sama seperti kamera Canon lainnya, ia juga sudah dilengkapi dengan teknologi Dual Pixel CMOS AF untuk auto focus yang cepat.

Bagi Anda yang suka melakukan selfie atau swafoto, kamera ini juga memiliki layar LCD yang bisa ditekuk 180 derajat. Karena sudah mendukung perekaman video Full HD 60p, kamera ini juga bisa digunakan sebagai perangkat melakukan vlog yang sedang menjadi tren.

EOS M100 dapat digunakan untuk memotret secara kontinu hingga kecepatan 6,1fps dalam kondisi fixed AF dan 4,0fps dengan mode servo AF. Dengan kecepatan pengambilan gambar tersebut, Anda sudah bisa mengambil berbagai momen dalam sekali pengambilan gambar.

Canon EOS M100 hadir dengan dua pilihan kit lensa, yaitu EF-M15- 45mm f/3.5-6.3 IS STM dan EF-M15- 45mm F3.5-6.3 IS STM + EF-M22 f/2 STM. Kamera ini dibanderol mulai dari Rp8.300.000.

Jejaring Profesional Eight Bawa Kartu Nama ke Digital

Kalangan profesional atau bisnis pasti familier dengan kebiasaan saling bertukar kartu nama atau business card.

Hal ini kemudian yang melatar belakangi startup asal Jepang bernama Sansan Inc. menciptakan sebuah aplikasi bernama Eight untuk mengelola kontak yang ada di kartu bisnis menjadi sebuah file digital. Bukan hanya memindai informasi kontak yang ada di kartu bisnis melainkan juga menyediakan jejaring sosial bisnis layaknya Linkedin.

“Di Jepang yang memiliki budaya kerja sangat formal, kegiatan bertukar kartu nama adalah sebuah keharusan. Tetapi, lambat laun kita proses ini juga tidak membuat kita semakin mudah. Seringkali kartunya sudah keburu hilang, dan kita harus kehilangan kontak yan bisa saja penting di suatu hari nanti. Makanya, kita kembangkan juga jejaring sosial bisnis yang bisa dipergunakan untuk terus berhubungan,” jelas Chief Producer Eight, Hiroshi Senju saat ditemui kemarin di acara Tech in Asia Conference 2017 yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, kemarin (2/11/2017).

Hiroshi menunjukkan aplikasinya yang disebut seperti Linkedin justru tidak memiliki tampilan seperti Linkedin dan lebih menarik. Mengusung konsep sebagai jejaring sosial untuk kalangan bisnis dengan tampilan dan fitur lebih menyerupai media sosial Facebook.

Berbeda dengan aplikasi pemindai kartu nama biasanya, aplikasi ini kemudian akan menghimpun hasil informasi yang didapat dari proses pemindaian. Eight bisa menampilkan profil akun jika pemilik kartu nama tersebut teregistrasi di aplikasi.

Pada bagian media sosial Eight, penggunanya bisa membuat unggahan foto dan video seperti Facebook yang nantinya terlihat pada newsfeed oleh kolega bisnis yang berteman.

Untuk melakukan komunikasi aplikasi Eight juga menanamkan fitur in-app messenger seperti Facebook Chat. Komunikasi yang terjalin sifatnya tetap profesional.

Hiroshi menyebutkan, layanan mereka yang diperkenalkan sejak tahun 2012 di Jepang terbukti populer digunakan oleh kalangan bisnis di negara asalnya. Disebutkan, layanan Eight sudah memiliki 2 juta pengguna dan saat ini sedang berekspansi ke negara-negara dimana kalangan profesionalnya diisi oleh generasi muda yang lebih melek teknologi.

“Ke depannya kami akan menyediakan lebih banyak fitur untuk bisnis, misalnya fitur rekrutmen. Jadi kami mencoba menciptakan layanan jejaring sosial bisnis yang lebih populer. Semakin banyaknya generasi muda melek teknologi yang mengisi jabatan profesional diprediksi membuat layanan semacam ini populer,” tutur Hiroshi.

Anda Sudah dapat Hapus Pesan di Grup WhatsApp, Begini Caranya

Anda kini dapat menghapus pesan seperti telah Anda kirimkan melalui WhatsApp. Melalui update, WhatsApp mulai menggulirkan fitur seperti disebut Delete for Everyone. sama dengan namanya, fitur ini memungkinkan Anda menghapus pesan seperti telah dikirimkan.

Anda Sudah dapat Hapus Pesan di Grup WhatsApp, Begini Caranya

Namun, fitur ini hanya akan dapat Anda gunakan jika pengirim serta penerima pesan telah memperbarui aplikasi WhatsApp mereka. Selain itu, ada batasan waktu seperti WhatsApp tentukan. Anda hanya dapat menghapus sebuah pesan jika pesan itu telah terkirim tak lebih dari 7 menit.

Baca juga : berita teknologi lainnya

Fitur Delete for Everyone ini dapat digunakan agar bisa menghapus pesan ketika Anda menghubungi seseorang atau dalam grup. Anda juga dapat menghapus pesan meski pesan itu telah terbaca oleh penerima.

Cara agar bisa menghapus pesan di WhatsApp cukup mudah.
1. Ketuk serta tahan pesan seperti ingin Anda hapus
2. Akan muncul opsi tindakan seperti dapat Anda lakukan
3. Pilih ikon tong sampah
4. Pilih “Delete for Everyone”

Setelah Anda menghapus sebuah pesan, maka pesan itu akan muncul dengan tulisan “Anda sudah menghapus pesan ini”. Anda juga dapat menghapus lebih dari satu pesan sekaligus. Perlu diingat, ketika batasan waktu 7 menit telah berlalu, ketika Anda hendak menghapus pesan, maka opsi “Delete for Everyone” tak akan muncul.

WhatsApp telah mulai menggulirkan fitur ini pada akhir pekan lalu. Namun, Metrotvnews.com baru menbisakannya hari ini. Jika Anda belum menbisakan fitur ini, tak usah khawatir, Anda cukup menunggu hingga fitur itu digulirkan ke semua pengguna WhatsApp.

Tidak Lama Lagi, Anda Bisa Hapus Pesan di WhatsApp

WhatsApp akhirnya meluncurkan fitur yang memungkinkan Anda untuk menghapus pesan memalukan yang Anda kirimkan tanpa sengaja. Fitur yang disebut Delete for Everyone ini sudah tersedia untuk pengguna Android, iOS dan Windows Phone. Sayangnya, fitur ini belum bisa digunakan oleh semua orang.

Namun, menurut halaman FAQ resmi WhatsApp, fitur ini akan tersedia untuk semua orang sebentar lagi. Menurut laporan The Next Web, fitur Delete for Everyone akan memungkinkan Anda untuk menghapus pesan yang dikirimkan melalui jalur pribadi atau dikirim ke grup chat.

Menghapus pesan di WhatsApp ini cukup mudah. Pertama, buka chat yang pesannya ingin Anda hapus. Ketuk dan tahan pesan tersebut. Di bagian atas, akan muncul opsi tindakan yang bisa Anda ambil. Pilih ikon tong sampah untuk menghapus pesan. Jika Anda termasuk pengguna yang mendapatkan fitur ini, maka pesan yang Anda hapus akan menghilang dari chat atau notifikasi.

WABetaInfo berhasil mendapatkan gambar ketika pesan berhasil dihapus.

Satu hal yang harus diingat, fitur ini hanya bisa digunakan untuk menghapus pesan yang telah dikirimkan tidak lebih dari 7 menit. Jka Anda mencoba menghapus pesan yang telah melampaui batas waktu tersebut, maka Anda tidak akan bisa menghapusnya.

Selain itu, untuk menggunakan fitur ini, baik pengirim dan penerima pesan harus menggunakan versi terbaru dari WhatsApp. Saat Metrotvnews.com mencoba fitur ini, fitur ini masih belum aktif.

Kalian Mampu membuat Daftar Video Kesukaan di YouTube, Caranya?

Jakarta – Kita ketahui bahwa layanan YouTube sudah mensehingga langganan bagi mereka seperti gemar menonton video secara streaming, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Kalian Mampu membuat Daftar Video Kesukaan di YouTube, Caranya?

Pasti sebagian besar pengguna layanan YouTube memiliki beberapa video seperti disukai atau ditonton berulang-ulang. Jika kamu termasuk pengguna layanan YouTube sama dengan seperti diujarkan maka sebaiknya kamu membuat daftar video kesukaan atau playlist jadi dapat dengan mudah serta cepat jika ingin menonton kembali video terujar.

Baca juga : berita teknologi lainnya

Fitur ini juga patut dicoba bagi orang tua seperti biasa menyuguhkan video dari layanan YouTube agar bisa anak-anak mereka. Hal ini dapat memungkinkan anak-anak tidak menemukan konten seperti kurang pas agar bisa usia mereka. Berikut Metrotvnews.com telah membuat panduan ringkas cara membuat daftar video kesukaan atau playlist.

1.Cari video seperti kamu sukai
Pertama buka aplikasii YouTube di perangkat kamu. Lalu cari video seperti kamu sukai di kolom pencarian pada bagian atas halaman utama aplikasi YouTube. Misalnya, kamu ingin membuat daftar video YouTube kesukaan anak kamu. Cari video seperti ditujukan agar bisa usia anak-anak serta berisi konten edukasi.

2. Tkamui video terujar
Jika kamu sudah menemukan video seperti cocok agar bisa anak, pilih ikon ‘titik-titik bersusun vertikal’ seperti ada pada sisi kanan video terseut di halaman pencarian. Nantinya, kamu akan melihat sebuah kotak dialog seperti pada baris kedua ada pilihan bertuliskan ‘add to playlist’.

Apabila kamu memilih agar bisa memutar video terujar lebih dahulu agar bisa memastikan kontennya sesuai, maka pada sisi bawah video di bagian paling kanan ada ikon dengan tkamu ‘plus’. Ikon ini juga berfungsi agar bisa menambahkan video ke daftar video favorit atau playlist seperti kamu buat.

3. Buat Playlist sesuai jenis video
Pada kedua langkah sebelummnya tadi, kamu akan diiberikan sebuah kotak dialog seperti sama berisikan pilihan ‘create new playlist’. Buat nama playlist sesuai dengan jenis video seperti kamu kumpulkan. Apabila kamu sebelumnya telah memiliki daftar playlist, maka di kotak dialog terujar akan muncul nama daftar video favorit atau playlist seperti kamu buat.

sehingga, kamu cukup mengingat langkah seperti dijelaskan barusan jika ingin membuat daftar video favorit atau playlist baru, serta memasukkan video seperti baru kamu temukan ke playlist seperti sudah dibuat. kamu dapat membuat lebih dari satu playlist.

4. Melihat daftar video seperti kamu buat
agar bisa melihat serta memutar video seperti sudah dikumpulkan dalam sebuah daftar atau playlist, kamu harus kembali ke halaman paling awal dari aplikasi YouTube. Lalu pilih ikon pada sudut kanan bawah aplikasi terujar seperti bertuliskan ‘library’.

Pada halaman ini nanti akan terlihat playlist seperti telah kamu buat. Fitur playlist pada YouTube adalah fitur seperti patut kamu coba karena ketika kamu memutar sebuah playlist maka video seperti diputar akan sesuai isi dari playlist terujar serta berjalan nonstop. Fitur ini pas bagi anak kamu seperti belum paham mengenai aplikasi YouTube atau memiliki vidieo-video favorit seperti dapat membuat anak terhibur serta tidak rewel.