Perusahaan Uber Bobol Rival Serta Politisi?

Bulan lalu, informasi yang beredar menyebut Uber memiliki unit rahasia yang ditujukan untuk mencuri rahasia perdagangan, mengawasi kompetitor, menggunakan pesan yang dapat rusak dengan sendirinya dan menghindari regulasi pemerintah.

Perusahaan Uber Bobol Rival Serta Politisi?

Tuduhan tersebut berasal dari mantan anggota tim keamanan Uber, Ric Jacobs, yang mengungkapkannya dalam dokumen sebanyak 37 halaman. Pada dokumen yang dikirimkan kepada manajemen Uber awal tahun 2017 tersebut, Jacobs menjelaskan secara terperinci perilaku curang Uber.

Sebelumnya, sebagian kecil informasi yang dituangkan pada dokumen tersebut dibacakan di pengadilan. Kini, sebagian salinan dokumen menjadi dokumen publik sebagai bagian dari litigasi yang tengah berlanjut antara Uber dan Waymo, unit kendara mandiri Alphabet.

Dokumen yang disebut sebagai Surat Jacobs telah menjadi pembicaraan terhangat saat ini terkait kasus antara dua raksasa teknologi tersebut, mengenai masa depan kendaraan nirsopir. Dokumen tersebut menambah daftar panjang riwayat masa sulit Uber pada tahun ini.

Sebelumnya, Uber harus menghadapi serangkaian skandal yang ditimbulkan perusahaannya, menyebabkan peningkatan prospek hukuman untuk Uber. Sekilas, surat Jacobs tersebut menjelaskan dengan sangat detil terkait sejumlah tindakan pelanggar hukum yang dilakukan Uber.

Jacobs menunduh bahwa unit rahasia Uber bernama Strategic Services Group (SSG) secara berkala terlibat di kericuhan dan pencurian, dan mempekerjakan vendor pihak ketiga untuk mengelola fata atau informasi tidak resmi.

Jacobs juga menuduh petugas keamanan Uber meretas dan merusak bukti terkait dengan pengawasan terhadap kelompok oposisi. Selain itu, Jacobs juga menyebut bahwa mantan CEO Uber, Travis Kalanick mengetahui hal tersebut.

Pegawai Uber lainnya, Nicholas Gicinto, bersama SSG, mengadakan operasi virtual untuk meniru identitas protester, mitra pengendara Uber, dan operator taksi.

Pegawai keamanan Uber tersebut memiliki peluang besar untuk menyembunyikan aktivitas pengawasan mereka dari pihak berwenang.

Petugas tersebut menggunakan komputer yang tidak dibeli oleh Uber yang menjalankannya via perangkat Mi-Fi, sehingga trafik tidak muncul di jaringan Uber. Tim tersebut juga disebut Jacobs, juga menggunakan jaringan publik virtual dan arsitektur non-atribusi Amazon Web Services terkontrak, untuk menyembunyikan upaya mereka.

Jacobs menyebut SSG menargetkan sejumlah pihak, termasuk politisi, regulator, badan hukum, organisasi taksi dan persatuan pekerja, yang berlokasi setidaknya di wilayah Amerika Serikat. Tim tersebut juga disebut Jacobs memanfaatkan kemampuannya untuk mendapatkan dana investasi sebesar USD3,5 juta (Rp47,5 miliar) dari investor asal Arab Saudi.

YouTube Pamer Pesaing Spotify Maret Tahun Depan?

YouTube sedang mempersiapkan diri untuk meluncurkan layanan musik streaming pada Maret tahun depan, lapor Bloomberg.

Layanan musik streaming itu akan membantu YouTube bersaing dengan Spotify dan Apple Music.

Namun, strategi ini cukup aneh, mengingat YouTube telah memiliki aplikasi Music dan juga layanan berbayar bernama YouTube Red sementara Google sendiri juga memiliki toko musik digital dan layanan streaming.

The Next Web menyebutkan, kemungkinan, alasan YouTube meluncurkan layanan ini adalah untuk mendapatkan pemasukan baru. Dalam laporan Music in the Air, Goldman Sachs menyebutkan bahwa pasar musik streaming akan tumbuh sampai USD28 miliar (Rp380 triliun) per tahun pada 2030. Tentunya, YouTube ingin menjadi bagian dari industri yang sangat besar tersebut.

Satu kelebihan yang YouTube punya adalah mereka memiliki banyak konten video yang bisa dijaidkan pelengkap dari katalog musik mereka. Hal ini bisa membedakan layanan YouTube dari pesaingnya.

Secara internal, aplikasi streaming YouTube dinamai Remix. Aplikasi ini akan menampilkan video bersamaan dengan lagu. YouTube juga disebutkan akan meminta para musisi untuk mempromosikan Remix menjelang peluncurannya.

Satu hal yang pasti, YouTube harus bisa memberikan layanan yang baik dengan aplikasi yang bisa bersaing dengan pemain lama seperti Spotify. Selain itu, mereka juga harus menyelesaikan masalah lisensi dari label rekaman dan distributor untuk mengisi katalog lagu mereka.

The Verge menyebutkan, YouTube disebutkan sudah mendapatkan perjanjian kerja sama dengan Warner Music Group sementara mereka masih berdiskusi dengan dua label rekaman besar lainnya, yaitu Sony Music Entertainment dan Universal Music Group.

Selama bertahun-tahun, industri rekaman selalu mengkritik YouTube karena tidak memberikan bayaran yang besar untuk label dan para musisi meskipun video musik merupakan salah satu jenis video yang paling popular di platform video tersebut.

YouTube juga sering mendapatkan kritik tentang pendekatan mereka yang tidak ketat ketika pengguna mengunggah video yang melanggar hak cipta musik.

Samsung Galaxy Note FE, Rasa Beda di Bodi Sama

Sempat menjadi perbincangan luas berbagai kalangan akibat keluhan pengguna terkait insiden kurang menyenangkan yang disebabkan oleh permasalahan pada baterai, Samsung akhirnya memutuskan untuk menarik kembali phablet unggulannya, Galaxy Note 7 dari pasar.

Namun, keputusan tersebut bukan untuk selamanya, sebab Samsung kembali menghadirkan Galaxy Note 7 setelah investigasi penyebab insiden kurang menyenangkan tersebut membuahkan hasil manis.

Perangkat tersebut dipasarkan dengan nama baru, yaitu Galaxy Note Fan Edition (FE), yang hadir dengan tampilan fisik serupa dengan Galaxy Note 7. Lantas apa saja yang ditawarkan Galaxy Note FE ini? Simak ulasan berikut.

Desain
Secara tampilan luar, tidak terdapat berbedaan berarti antara Samsung Galaxy Note 7 dengan Galaxy Note FE. Perangkat ini masih hadir dengan bodi bertepi berlekuk, dan slot khusus untuk stylus di bagian bawah perangkat.

Desain yang diusungnya pun terasa nyaman saat digenggam, tidak terasa licin meski menggunakan bahan mengkilat. Sayangnya, bahan yang digunakan untuk membalut layar maupun bagian belakang ponsel cerdas ini rentan menyisakan noda sidik jari saat digenggam, sehingga mudah terlihat kotor.

Untuk mengakses stylus, Anda tidak lagi perlu mencongkel dan menariknya keluar slot khusus. Stylus tersebut dapat dikeluarkan dengan menekan stylus yang terasa seperti pegas dan keluar secara otomatis dari slotnya.

Tidak hanya nyaman saat digenggam, usungan layar berukuran 5,7 inci pada ponsel ini juga mampu menghadirkan kenyamanan saat menyimpan ponsel di saku celana. Bahannya yang halus dan mulus turut membantu ponsel keluar dengan mudah dari saku pada celana yang sedikit ketat.

Selain itu, bodi perangkat ini didukung oleh sudut-sudut membulat, yang tidak hanya menghadirkan keindahan pada tampilannya, juga menghadirkan kenyamanan saat menyimpan perangkat di saku sebab tidak terasa menusuk.

Untuk urusan port dan tombol, Anda dapat menemukan tombol daya di sisi kanan atas, dan tombol volume di sisi kiri atas, sedangkan slot kartu SIM terdapat di sisi atas kiri. Port USB Type-C dapat Anda temukan di sisi bawah, diapit oleh slot stylus di sebelah kanan, serta jack audio 3,5mm dan speaker di sebelah kiri.

Hanya saja, kedua tepian pada sisi perangkat yang berlekuk menimbulkan kesan berbeda saat digenggam, dan membutuhkan waktu pembiasaan lebih lama, terutama bagi Anda yang baru beralih ke perangkat dengan desain tersebut.

Sementara itu, bagian depan perangkat juga hadir dengan tampilan elegan, berkat dukungan tombol menu Back dan Recent Apps berupa tombol sentuh kapasitif.

Kedua tombol yang mengapit tombol Home sekaligus sensor pemindai sidik jari tersebut hanya akan terlihat saat layar dalam keadaan aktif.

Software & Antarmuka
Menggunakan sistem operasi Android 7.0 Nougat, Samsung Galaxy Note FE menghadirkan suguhan antarmuka serupa dengan perangkat Samsung lainnya, terutama pada lini high-end. Secara desain tampilan, antarmuka pengguna Galaxy Note FE ini serupa dengan Galaxy S8.

Selain itu, memanfaatkan desain tepi berlekuk serupa tanpa bezel, Samsung menghadirkan fitur Edge Screen yang diwakili dengan ikon serupa plat yang sebagian kecilnya muncul di sisi kanan layar. Fitur ini menghadirkan sejumlah aplikasi yang disarankan oleh perangkat.

Selain aplikasi yang disarankan, fitur ini berguna untuk menampilkan kontak yang disarankan oleh perangkat, atau yang sering Anda hubungi via aplikasi tersebut. Fitur lain yang kembali hadir pada perangkat ini adalah Air Floating.

Fitur ini akan muncul secara otomatis akan muncul saat stylus dikeluarkan dari slot, dan menghilang saat stylus kembali dimasukan. Fitur ini akan menampilkan sejumlah aplikasi yang dapat Anda manfaatkan dengan stylus, termasuk Smart Select dan Create note.

Sementara itu, meski berlayar nyaris tanpa bezel dan berlekuk, Samsung membekali perangkat ini dengan teknologi palm-rejection saat menggunakan stylus. Hal ini memungkinkan Anda untuk menggunakan perangkat tanpa khawatir akan menyentuh tombol atau aplikasi yang tidak diinginkan.

Selain itu, Anda juga dapat menduplikasi sejumlah aplikasi, termasuk WhatsApp dan Facebook, sehingga dapat memiliki dua akun pada aplikasi tersebut pada ponsel yang sama. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu menekan aplikasi selama beberapa saat.

Menekan ikon aplikasi selama beberapa saat tersebut akan menampilkan kotak berisi opsi, salah satunya Install second app. Namun fitur ini tidak tersedia pada semua aplikasi, dan hanya tersedia pada aplikasi media sosial dan pesan instan tertentu.

Kamera dan Video
Samsung kembali membekali Galaxy Note ini dengan kamera belakang 12MP yang sama yang dapat ditemukan pada smartphone unggulan Samsung pada tahun 2016 dan 2017. Selain itu, tampilan antarmuka pada menu kamera aplikasi ini juga serupa dengan perangkat sebelumnya.

Seperti perangkat unggulan Samsung lainnya, kamera yang membekali perangkat ini cukup mampu menghadirkan hasil foto yang baik, dalam kondisi pencahayaan cukup. Namun, hasil foto kamera depan pada kondisi pencahayaan redup sedikit gelap.

Kamera belakang juga cukup mampu menghasilkan hasil foto yang cukup terang saat diprotret pada kondisi pencahayaan redup, berkat dukungan aperture sebesar F/1.7. Seperti kamera smartphone lain, meski didukung oleh Optical Image Stabilization, foto terlihat sedikit berkabut.

Noise juga sedikit terlihat pada hasil foto saat dipotret dalam kondisi pencahayaan redup, terutama pada hasil foto kamera depan. Meskipun demikian, kehadiran noise tersebut tidak mengganggu tampilan foto secara keseluruhan.

Pengalaman penggunaan kamera Galaxy Note FE yang menyenangkan juga didukung oleh kemampuan auto fokus dan shutter tanpa gangguan lag berarti. Dukungan layar berukuran luas memungkinkan untuk melihat tangkapan gambar secara lebih luas, namun tetap nyaman saat menjangkau tombol shutter.

Samsung Galaxy Note FE, Rasa Beda di Bodi Sama

Sempat menjadi perbincangan luas berbagai kalangan akibat keluhan pengguna terkait insiden kurang menyenangkan yang disebabkan oleh permasalahan pada baterai, Samsung akhirnya memutuskan untuk menarik kembali phablet unggulannya, Galaxy Note 7 dari pasar.

Namun, keputusan tersebut bukan untuk selamanya, sebab Samsung kembali menghadirkan Galaxy Note 7 setelah investigasi penyebab insiden kurang menyenangkan tersebut membuahkan hasil manis.

Perangkat tersebut dipasarkan dengan nama baru, yaitu Galaxy Note Fan Edition (FE), yang hadir dengan tampilan fisik serupa dengan Galaxy Note 7. Lantas apa saja yang ditawarkan Galaxy Note FE ini? Simak ulasan berikut.

Desain
Secara tampilan luar, tidak terdapat berbedaan berarti antara Samsung Galaxy Note 7 dengan Galaxy Note FE. Perangkat ini masih hadir dengan bodi bertepi berlekuk, dan slot khusus untuk stylus di bagian bawah perangkat.

Desain yang diusungnya pun terasa nyaman saat digenggam, tidak terasa licin meski menggunakan bahan mengkilat. Sayangnya, bahan yang digunakan untuk membalut layar maupun bagian belakang ponsel cerdas ini rentan menyisakan noda sidik jari saat digenggam, sehingga mudah terlihat kotor.

Microsoft Siapkan Aplikasi Pendamping Foto untuk Android dan iOS

Microsoft melanjutkan fokusnya pada software untuk platform Android dan iOS, didorong oleh besarnya pengguna layanan karyanya di kedua platform tersebut. Microsoft dilaporkan mempersiapkan aplikasi lain setelah menghadirkan Edge dan Launcher di Android dan iOS.

Aplikasi baru yang tengah disiapkan oleh Microsoft untuk dua sistem operasi mobile terpopuler dunia tersebut akan disebut sebagai aplikasi Photos Companion. Aplikasi tersebut akan diluncurkan pada platform Android dan iOS, namun informasi detil terkait perilisannya belum tersedia.

Phone Arena melaporkan, Photos Companion memungkinkan pengguna mentransfer foto secara langsung dari ponsel ke PC via jaringan Wi-Fi. Namun, kedua perangkat harus menggunakan jaringan Wi-Fi yang sama untuk memungkinkan proses transfer terjadi.

Aplikasi Photos Companion akan ditujukan untuk pengguna yang tidak ingin atau tidak harus mengakses OneDrive, sebab OneDrive menawarkan kemampuan serupa. Selain itu, aplikasi ini ditujukan untuk mendorong konsumen lebih sering menggunakan fitur Photos pada PC.

Sementara itu baru-baru ini, Microsoft mengumumkan SwiftKey untuk Android versi terbaru tersebut kini juga mendukung delapan bahasa baru, yaitu Aceh, Kurpian, Kiribati, Nauruan, Kreole Jamaika, Persia Latin, Mingrelian dan Mizo.

Sebelumnya, turut beredar video yang menampilkan integrasi Surface Pen yang berfungsi pada ponsel Lumia, mendukung rumor terkait rencana Microsoft untuk menghadirkan smartphone di lini Surface. Namun, Microsoft diperkirakan membantah memiliki rencana tersebut, terlebih hingga memiliki prototipe tersebut, meski video telah beredar luas.

Microsoft juga menggulirkan sejumlah update salah satunya untuk Microsoft Launcher versi Android. Update tersebut berisi sejumlah perbaikan dan fitur baru, baik yang telah diminta pengguna sejak lama, maupun fitur yang benar-benar baru.

Inilah Cara Agar Email Anda Bisa Tampil Formal

Pernahkah Anda menerima email yang di akhir isinya tersebut dilengkapi informasi nama lengkap, pekerjaan dan alamat kantor serta nomor kontak? Jika iya, kesan apa yang Anda tangkap? Terasa lebih formal dan profesional bukan.

Sebetulnya, fitur ini bukan hanya untuk terlihat formal dan profesional, tetapi juga memudahkan orang yang menerima email tersebut untuk bisa lebih mudah di kontak. Penggunaannya pun tidak hanya untuk Anda yang bekerja di kantoran.

Apabila Anda seorang mahasiswa dan profesi lainnya, informasi tersebut menjadi bagian dari branding atau promosi diri Anda. Fitur ini sudah ada dalam layanan Gmail milik Google. Fitur tersebut bernama signature.

Mengapa harus menggunakan signature? Menulis informasi tadi bisa dilakukan secara manual di setiap email yang Anda tulis, tapi tentu saja cara ini melelahkan. Jika menggunakan fitur signature, informasi tadi secara otomatis selalu muncul di akhir isi email yang Anda tulis.

Cara menggunakannya juga tidak sulit, berikut Metrotvnews.com sudah merangkum cara menggunakan fitur signature. Anda bisa melakukannya lewat aplikasi Gmail di komputer maupun di smartphone. Tampilannya hanya berbeda sedikit tapi langkahnya sama. Kali ini, disajikan cara menggunakan fitur tersebut untuk pengguna smartphone.

1. Buka aplikasi Gmail dan masuk ke Pengaturan
Pertama, buka layanan Gmail dari aplikasi Gmail yang sudah tersedia di smartphone Anda. Tidak disarankan membukanya lewat peramban di smartphone karena tampilnya akan kurang jelas dan tidak nyaman.

Jika sudah lalu tekan ikon yang ada di sudut kiri atas tampilan Gmail. Nanti akan muncul kolom menu di bagian kiri tampilan layar. Geser kolom menu tersebut ke bawah hingga menemukan ikon bertuliskan Setting atau pengaturan.

2. Pilih akun Gmail yang Anda gunakan
Aplikasi Gmail mendukung penggunaan dua akun Gmail sekaligus. Fitur Signature pada setiap akun email bisa berbeda-beda tergantung keinginan Anda. Oleh sebab itu pilih dulu akun Gmail yang ingin diberikan fitur Signature.

3. Pilih menu Signature di akun Gmail
Langkah selanjutnya adalah Anda harus mencari menu Signature pada halaman pengaturan akun Gmail yang Anda pilih. Menu Signature terdapat di bagian bawah setelah menu Notifikasi.

Jika Anda memilih menu Signature, akan muncul kotak dialog yang bisa Anda tuliskan informasi diri yang nanti akan muncul di setiap bagian akhir isi email Anda. Biasanya, informasi tersebut berisi nama lengkap, profesi dan alamat kantor, serta kontak Anda.

Pada halaman menu Signature yang diakses lewat komputer Anda juga bisa memasukkan gambar ke dalamnya. Gambar tersebut biasanya berisi logo perusahaan maupun tanda tangan Anda.

Jika sudah selesai, pilih OK. Anda akan melihat bahwa menu Signature di halaman pengaturan akun Gmail Anda sudah terisi dengan informasi yang sudah Anda tuliskan tadi. Anda juga akan menjumpainya dalam setiap email yang Anda buat, baik email baru maupun email balasan yang Anda buat.

Rombak Tampilan, Apa yang Beda dari Tiket.com?

Tiket.com memperkenalkan tampilan dan fitur barunya hari ini, 21 November 2017, di Kempinski Indonesia. Perkenalan tersebut merupakan bagian dari hasil akuisisi Tiket.com oleh e-commerce Blibli.

“Akuisisi yang dilakukan pada bulan Juni kemarin boleh dibilang sebuah hadiah untuk Tiket.com yang sudah 6 tahun hadir di Indonesia. Lantas pertanyaannya, kalau sudah diakuisisi kita mau ngapain? Ya kita mulai langkah baru setelah akuisisi tersebut,” ungkap Chief Communication Officer & Founder Tiket.com Gaery Undarsa.

Menurutnya di Indonesia sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang terus tumbuh apalagi di era digital dewasa ini. Oleh sebab itu penting bagi Tiket.com untuk mengembangkan layanannya setelah proses akuisisi yang diterima.

Disebutkan bahwa nilai ekonomi digital di Indonesia di tahun 2025 nanti akan mencapai USD81 miliar setara Rp240 triliun. Dari total angka tersebut, 20 persennya berasal dari sektor pariwisata.

“Makanya kita juga terus melakukan perbaikan dalam layanan kami, misalnya membuat aplikasi kami semakin mudah dipergunakan serta menambah fitur dan nilai tambah layanan kami sehingga berbeda dengan layanan lainnya,” imbuh Gaery.

Dalam acara tersebut Tiket.com memperkenalkan logo baru serta fitur baru, di antaranya adalah Smartt Roundtrip, Smart Traveler, dan Smart Refund. Smart Roundtrip mempermudah konsumen untuk mencari tiket perjalanan berangkat sekaligus pulang.

Apabila biasanya konsumen harus mencari tiket perjalanan berangkat dan pulang secara terpisah, dengan fitur ini tampilan pencarian jauh lebih mudah. Smart Traveler memudahkan konsumen mengisi data pembeli tiket lewat aplikasi jauh sehingga jauh lebih mudah dan praktis.

Lalu, Smart Refund diklaim Gaery akan jadi fitur yang meningkatkan loyalitas konsumen jasa travel. Jadi pengguna bisa mengajukan refund tiket yang telah dibeli lewat aplikasi Tiket dan Gaery menjamin bahwa refund akan diterima dalam jangka waktu minimal 14 hari.

Untuk layanan yang akan diunggulkan oleh Tiket, Gaery menyebutkan layanan pemesanan tiket seperti masuk taman hiburan akan semakin digencarkan. Berdasarkan penuturannya dua layanan tersebut akan sangat membantu layanan wisata di tiap kota tujuan.

“Kalau pesan moda transportasi online di destinasi kadang sulit untuk beberpa desitinasi wisata. Jadi solusi seperti sewa mobil lebih bisa diandalkan. Selan itu kita juga akan bekerjasama dengan taman hiburan setempat yang selama ini kurang atau baru terkespos, misalnya taman hiburan di kawasan Batu, Malang, di Jawa Timur.

Startup Sewa Sepeda Tutup, Pemilik Bawa Kabur Uang Pelanggan?

Perusahaan berbagi sepeda online terbesar ketiga di Tiongkok dikabarkan mengalami masalah keuangan, di tengah konsolidasi industri di negara Tirai Bambu tersebut.

Bluegogo telah menghabiskan CNY600 juta (Rp1,2 triliun) yang didapat dari investor tahun ini sejak ia didirikan oleh CEO Li Gang dan menyediakan 700 ribu sepeda di berbagai kota di Tiongkok.

Sering disebut “Uber untuk sepeda”, perusahaan-perusahaan berbagi sepeda ini memenuhi jalan-jalan di Tiongkok dengan sepeda berwarna oranye, kuning dan biru. Sepeda-sepeda saling bertumpuk adalah pemandangan yang biasa dilihat, lapor The Guardian.

Perusahaan persewaan sepeda online ini memungkinkan pelanggan menyewa sepeda menggunakan smartphone mereka. Sepeda yang disewa bisa ditinggalkan di mana saja.

Tergantung perusahaan, pengguna hanya perlu membayar deposit CNY99 (Rp202 ribu) sampai CNY299 (Rp609 ribu). Ongkos sewa sepeda kemudian dihitung berdasarkan lama penggunaan, setiap 30 menit.

Namun, Bluegogo dilaporkan tengah bermasalah. Media sosial di Tiongkok diramaikan oleh para pengguna yang memprotes bahwa mereka tidak bisa mendapatkan kembali deposit yang mereka titipkan. Selain itu, muncul kabar bahwa Li telah melarikan diri dari Tiongkok.

Bluegogo mengklaim bahwa mereka memiliki 20 juta pelanggan di seluruh Tiongkok. Itu berarti, perusahaan pernah memegang setidaknya CNY1,98 miliar (Rp4 triliun) dalam bentuk deposit. Namun, saat ini, masih belum diketahui berapa banyak uang yang dipegang perusahaan.

Menurut rumor yang beredar di media sosial Tiongkok, Li telah pergi dari Tiongkok, memaksanya membuat pernyataan di profilnya. “Saya selalu ada di Tiongkok, bertarung di garis depan untuk meminta maaf,” ujarnya.

Dalam suratnya, Li menuliskan operasi Bluegogo akan diambil alih oleh startup sewa sepeda online lainnya. Ketika wartawan Tiongkok mendatangi kantor Bluegogo, kantor tersebut terkunci dan terlihat telah ditinggalkan. Bluegogo juga tidak menjawab email atau SMS yang meminta komentar.

Pencipta Pakaian Iron Man Masuk Daftar Rekor Dunia

Pakaian canggih ala Iron Man masih menjadi daya tarik untuk dikembangkan. Beberapa waktu lalu, seorang pria asal Inggris berhasil membuat pakaian tersebut dan masuk daftar Guiness World Records.

Richard Browning, mantan Marinir Inggris menciptakan pakaian ala Iron Man dengan 3 buah mesin jet yang terletak di tiap tangan, totalnya ada 6 buah mesin jet dengan bahan bakar kerosene. Dia berhasil terbang dengan kecepetan 32,02 km per jam, meskipun tidak dengan ketinggian hingga lebih dari 2 meter.

Guiness World Records memasukkan karya Browning bukan hanya karena canggih, tetapi juga karena mampu menciptakan pakaian dengan mesin jet yang berhasil membuat kecepatan laju tercepat sejauh ini dan berhasil didemokan.

Dilaporkan oleh Engadget, kabar mengenai pengembangan pakaian jet tersebut pertama kali terdengar pada bulan Maret lalu. Disebutkan oleh Browning, biaya pembuatannya sebesar USD50.000 atau setara Rp677 juta. Namun, biaya tersebut ditanggung oleh pihak Red Bull sebagai penyandang dana untuk proyek ini.

Pakaian jet yang diberi nama Daedalus ini memiliki bobot 22kg yang akan sangat terasa berat bagi seseorang yang tidak terbiasa dengan kegiatan olahraga fitness atau body building. Menariknya, Browning membuat seluruhnya dengan klaim bahwa teknologi tersebut aman.

Dia menjelaskan bahan bakar kerosen tidak mudah meledak atau terbakar ketimbang bahan bakar lainnya, apalagi dia menggunakannya dalam jumlah yang tebilang sedikit. Selain itu, dia menyiapkan ‘dead-man switch’ yakni sebuah tombol yang jika tidak ditekan secara otomatis pakaian jet tersebut akan berhenti berfungsi, sehingga kendalinya lebih aman.

Untuk desainnya, Browning menyebutkan penggunaan mesin jet di bagian tangan sekaligus kaki dianggap masih sulit untuk dikendalikan saat terbang. Akhirnya, dia memutuskan hanya menggunakan mesin jet di bagian tangannya.

Dia juga menambahkan sebuah perangkat helm Sony yang dimodifikasi sehingga bisa menampilkan informasi bahan bakar dari pakaiannya. Benar-benar menyerupai pakaian jet ala Iron Man.

Lagu Cover YouTube Bagi Tulus

Tulus menjadi salah satu musisi yang diundang ke dalam acara YouTube FanFest yang diadakan pada 10-12 November. Dalam konferensi media, dia sempat mengungkapkan harapannya bahwa akan semakin banyak konten di YouTube yang mendidik.

Ketika ditanya soal hak kekayaan intelektual, dia merasa bahwa keadaan di Indonesia sudah membaik. “Tidak hanya berhenti di kesadaran, negara kita juga sudah punya peraturan terkait itu,” katanya saat ditemui di Hotel Sheraton, Jumat (10/10/2017).

“Kekayaan intelektual itu memang satu hal yang sangat esensial dalam berkarya,” ujarnya sebelum menyatakan dukungannya atas segala sesuatu yang berhubungan tentang copyright.

“Saya sih senang saja,” jawab Tulus ketika ditanya apa pendapatnya ketika lagu miliknya dinyanyikan oleh orang lain. “Kalau lagu kita di reintepretasi oleh orang lain, itu menyenangkan,” katanya.

“Namun, ada peraturan tentang batasannya. Jangan sampai nanti karyanya dijual, jadinya itu sesuatu yang ilegal.”

Tulus mengaku, dia tidak pernah mempermasalahkan jika ada kreator YouTube yang membuat cover dari lagunya. “Kalau cover sih saya senang, jualnya itu yang ilegal,” katanya.

Sekilas, dia bercerita tentang bagaimana lagu cover dari karyanya dijual di platform digital. Lebih lanjut ditanya soal monetisasi video di YouTube, dia merasa masih belum tahu pasti soal peraturan dalam platform video di bawah Google tersebut.

Masalah tentang lagu cover memang sempat ramai pada bulan September lalu. Untungnya, YouTube sendiri memiliki metode yang disebut oleh Content ID, yang dapat menentukan apakah sebuah konten mengandung material yang memiliki hak cipta.

Jika ya, maka sistem tersebut akan secara otoamtis mengklaim sebuah video atas nama sang pemegang hak cipta. Sang pemegang hak cipta bisa bebas menentukan apa yang mereka akan lakukan terkait video cover tersebut.