Google Assistant Kini Hadir Dengan Bahasa Indonesia

Google meluncurkan Asisten Google dalam Bahasa Indonesia hari ini. Asisten virtual buatan Google ini pada awalnya diluncurkan pada Mei 2016.

Google Assistant Kini Hadir Dengan Bahasa Indonesia

Asisten tersebut bisa digunakan untuk smartphone Android yang telah menggunakan Android 5.0 (Lollipop) atau yang lebih baru.

Tidak hanya itu, Google juga menyediakan asisten virtual untuk pengguna iPhone. Asisten Google ini dapat dipasang ke perangkat berbasis iOS yang menggunakan versi iOS 9.1 ke atas.

Ada berbagai hal yang bisa Anda lakukan dengan Asisten. Beberapa di antaranya adalah mengirim SMS, menyetel pengingat dan alarm, dan meminta petunjuk arah.

Salah satu masalah yang biasa ditemui ketika menggunakan asisten virtual adalah karena ia hanya dibuat untuk memahami bahasa Inggris. Karena itu, biasanya ia tidak akan mengerti kata dalam bahasa Indonesia.

Namun, Google menyebutkan bahwa asisten virtual ini dapat mengerti hal-hal yang menjadi khas Indonesia, misalnya nasi goreng. Google membanggakan bahwa asisten ini bahkan bisa menerjemahkan kalimat ke bahasa Jawa.

Sama seperti Assistant, untuk mengakses Asisten Google dalam bahasa Indonesia, Anda bisa mengucapkan “Ok Google” atau menekan tombol Home selama beberapa waktu.

Google juga bekerja sama dengan beberapa developer, memungkinkan aplikasi dari pengembang itu diakses menggunakan Asisten Google. Beberapa aplikasi yang bisa diakses adalah Al-Qolam, Joox, KASKUS, Klikdokter, Mobile Legends, Tebak Gambar dan Vira dari BCA. Untuk mengaksesnya, Anda bisa mengatakan, “Ok Google, bicara dengan (nama aplikasi).”

ÔÇťAsisten Google dalam Bahasa Indonesia pertama kali diluncurkan di Allo pada bulan Agustus 2017 lalu,” kata Veronica Utami, Head of Marketing dari Google Indonesia. “Kami berharap Asisten Google akan memudahkan aktivitas para pengguna.”

Kini Alat Pengisian Daya Nirkabel Sedang Dikembangkan Samsung

Menurut paten Samsung dari tahun 2016 yang baru saja dirilis oleh World Intellectual Property Organization (WIPO), raksasa teknologi ini tengah bekerja sama dengan perusahaan lain seperti Disney, mengembangkan alat pengisian daya nirkabel via udara.

Kini Alat Pengisian Daya Nirkabel Sedang Dikembangkan Samsung

Pengisian daya nirkabel saat ini adalah istilah yang salah, sebab terdapat kabel yang terhubung ke alas alat ke soket listrik. Namun, pengisian daya nirkabel via udara secara otomatis mulai mengisi daya baterai pada perangkat kompatibel saat berada di dalam jangkauan sinyal.

Paten ini menampilkan bahwa alat tersebut tak dilengkapi alas pengisian daya, serta daya ponsel tetap dapat terisi bahkan saat berada di saku. Paten Samsung yang didaftarkan di Korea Selatan ini menggambarkan metode untuk memfokuskan energi pada perangkat di dalam ruangan, yang dilengkapi dengan kemampuan pengisian daya nirkabel over-the-air (OTA).

Sistem ini akan memungkinkan perangkat mengisi daya secara nirkabel bahkan saat pengguna tengah berjalan di sekitar ruangan. Hal ini dimungkinkan berkat reflektor yang akan mengirimkan sinyal pengisian daya di sekitar ruangan tertutup tanpa hambatan.

Selain itu, sistem yang dinilai sebagai teknologi berguna ini diperkirakan akan tersedia dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang.

Hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti, perusahaan yang akan menghadirkan perangkat ini terlebih dahulu, sebab sejumlah perusahaan teknologi lain juga dikabarkan tengah mengembangkan teknologi serupa.

Sebelumnya, perusahaan riset elektronik Tech Insights mengumumkan hasil analisisnya terkait biaya produksi Samsung Galaxy S9+. Hasil analisis ini menyebut bahwa kamera menjadi komponen termahal ketiga pada ponsel cerdas terbaru tersebut.

Samsung Galaxy S9 serta Galaxy S9+ juga dilaporkan akan menerima dukungan teknologi Augmented Reality Google dalam beberapa minggu mendatang, melalui update software. Sebelumnya, dukungan ARCore telah tersedia di perangkat Samsung lain seperti Galaxy S8, S8+ serta Note 8.

Sementara itu, Samsung Galaxy Tab Active 2 resmi diluncurkan di Amerika Serikat, setelah terlebih dahulu meluncur di Eropa pada akhir tahun lalu. Tablet ini dipasarkan seharga USD420 (Rp6 juta), sementara di Eropa, Samsung memasarkan tablet tersebut seharga EUR500 (Rp8,7 juta).

TP-Link Deco M5, Seperti Punya Tiga Router Sekaligus

Fasilitas Wi-Fi di rumah pasti selalu punya lokasi blank spot. Permasalahan ini yang ingin dijawab dengan teknologi mesh Wi-Fi yang dibawa TP-Link Deco M5.

TP-Link Deco M5, Seperti Punya Tiga Router Sekaligus

kamu hanya menghubungkan salah satu perangkat TP-Link Deco M5 dengan kabel ethernet, maka perangkat lainnya akan bekerja sebagai router extender yang dapat terhubung dengan WiFi serta menaruhnya dimana saja agar seluruh ruangan tersedia koneksi Wi-Fi.

Setiap paket penjualan TP-Link Deco M5 di dalamnya terdapat tiga buah perangkat. tak ada urutan tertentu mana yang harus terhubung dengan kabel ethernet, salah satu dari ketiga sama-sama dapat menjadi router utama yang akan titik utama.

Desain
TP-Link Deco M5 memiliki desain yang jauh lebih menarik ketimbang router yang ada di pasaran. Bentuknya membulat seperti tablet dengan warna putih. Jadi, apabila kamu terpaksa harus menaruh perangkat ini di atas sebuah meja, maka masih terlihat pas dengan interior ruangan.

Berbeda dengan router biasanya yang dihiasi dengan tangka arena sehingga posisi menaruhnya akan selalu tersembunyi dan berakibat jangkauan coverage Wi-Fi yang disebarkan tak sesuai dengan lokasi yang diinginkan.

Berdasaran informasi di situs TP-Link, Deco M5 hadir memiliki kemampuan MU-MIMO dual-band, satu di 2,4GHz dengan kecepatan 400Mbps dan satu lagi 5GHz di kecepatan 867Mbps. tak ada antena di bagian luarnya sebab TP-Link menggunakan empat antena internal.

Pada bagian belakang terdapat satu lubang untuk terhubung dengan kabel adapter untuk mengaktifkannya. kamu tetap dapat menghubungkan ketiga Deco M5 dengan kabel LAN atau menghubungkan setiap perangkat langsung dengan kabel ethernet.

Proses Pemasangan
Untuk pengoperasiannya, TP-Link Deco M5 menggunakan sebuah aplikasi di ponsel. Kami sempat berpikir bahwa instalasi atau pemasangannya akan sulit. Ternyata mudah.

Pertama kamu harus menghubungkan ketiga unit Deco M5 dengan kabel adapter untuk menyalankannya, kemudian menghubungkannya dengan kabel sumber internet, dapat salah satu maupun ketiga agar sinyal dan kecepatan lebih baik.

Aplikasi di ponsel akan meminta kamu Bluetooth di ponsel terhubung dengan unit Deco M5. Satu per satu setiap unit Deco akan terhubung dan kamu dapat memberikan nama untuk tiap unit yang terhubung.

Kami memberikan nama sesuai lokasi atau ruangan tempat unit tersebut diletakkan, tujuan agar kami mudah mengenalinya. Di dalam aplikasi nantinya juga terdapat halaman monitoring yang akan memperlihatkan informasi apabila salah satu unit Deco M5 tak berfungsi atau lokasinya terlalu jauh dari unit lainnya.

Performa
Berdasarkan pengujian yang kami lakukan memang ketiga perangkat ini mampu membuat jangkauan Wi-Fi yang luas. TP-Link sendiri menyebutkan bahwa satu unit perangkat Deco M5 mampu menyediakan jangkauan 1.500 kaki persegi atau sama dengan 457 meter persegi.

Namun, kami menemukan bahwa kekuatan koneksi Wi-Fi yang ditawarkan di tiap unit tak akan sama, apabila hanya ada satu unit yang terhubung langsung ke kabel sumber internet. Jadi sangat disarankan apabila ketiga unit Deco M5 terhubung dengan kabel internet.

Hal ini memang kendala dari sebuah mesh Wi-Fi, teknologi ini mampu menyebarluaskan jangkauan Wi-Fi dengan mudah tanpa instalasi, tapi kekuatan sinyalnya akan terbagi-bagi.

Berdasaran fitur yang ada di aplikasi pendamping Deco M5 dapat dioperasikan sebagai router maupun access point. Jadi apabila kamu belum memiliki router, kamu dapat membeli TP-Link Deco M5.

Apabila kamu sudah memiliki router, maka TP-Link Deco M5 dapat digunakan sebagai access point untuk menyediakan fitur mesh WiFi.

Fitur
Meskipun dinilai tak memiliki performa untuk menyediakan kecepatan Wi-Fi yang lebih kuat ketimbang router biasanya, TP-Link Deco M5 masih membawa fitur yang lengkap layaknya router.

Seluruh fitur tersebut dapat diakses lewat aplikasi pendamping. Beberapa fitur umum yang tersedia adalah antivirus dan parental control. Antivirus yang tertanam di Deco M5 didukung dari layanan perlindungan siber Trend Micro.

Huawei Kembali Gelar Program SmartGen Untuk Latih 1.000 Siswa

Setelah akhir tahun lalu Huawei merampungkan program SmartGen yang memberikan pelatihan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi puluhan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi, kini Huawei kembali menghadirkannya untuk siswa SMK.

Huawei Kembali Gelar Program SmartGen Untuk Latih 1.000 Siswa

Kemarin 22 Maret 2018 di Jakarta, Huawei Tech Investment kembali membuka program SmartGen bertajuk “Alignment Vocational School to Job Ready” 2018 yang merupakan pelatihan TIK bagi 1.000 siswa yang berasal dari 12 SMK di 10 kota di Indonesia.

Rangkaian program yang akan digelar hingga September 2018 ini akan memberikan pelatihan teori dan praktik lapangan selama satu minggupenuh yang mencakup sejumlah materi dasar terakit wireless, microwave product introduction, base transceiver station (BTS) installation, environmental health, dan safety and quality.

“Huawei telah menaruh perhatian dalam program pengembangan talenta. Kami percaya bahwa investasi yang mumpuni dalam infrastruktur digital dan pengembangan talenta TIK merupakan kombinasi yang tepat bagi perjalanan Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN,” ungkap CEO Huawei Indonesia Hudson Liu.

Dalam peresmian program tersebut dihadii juga oleh Menteri Kominfo Rudiantara, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, dan perwakilan dari 12 sekolah mitra

“Model pelatihan dan sertifikasi seperti ini dapat menjadi pola yang yang dapat dimultiplikasi guna menghasilkan tenaga kerja terampil di tingkat menengah,” ungkap Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad.

Indonesia Kini Punya Asosiasi Blockchain

Semakin populernya teknologi blockchain yang menjadi backbone ekosistem uang kripto membuat beberapa pelaku bisnis dan layanan fintech uang kripto di Indonesia berinisiatif membentuk sebuah asosiasi .

Diperkenalkan pada 18 Januari 2018, enam perusahaan layanan blockchain dan uang kripto asal Indonesia yang terdiri dari Blocktech Indonesia, Blockchain Zoo, INDODAX (Bitcoin.co.id), Indonesia Blockchain Network, Luno, dan Pundi X meresmikan Asosiasi Blockchain Indonesia.

Keenam perusahaan layanan blockchain dan uang kripto tersebut mengakui memiliki kesamaan visi, memajukan dan membentuk ekosistem teknologi blockchain Indonesia yang berkualitas.

Asosiasi Blockchain Indonesia menyatakan posisinya ingin menjadi mitra pemerintah Indonesia untuk bisa membantu merumuskan kebijakan yang diperlukan untuk mengembangkan ekosistem teknologi blockchain.

“Sebagai sebuah teknologi yang baru yang berkembang sangat pesat, antusiasme dari para pelaku industri anggota Asosiasi Blockchain Indonesia perlu ditopang oleh regulasi yang akomodatif dan yang dapat memaksimalkan manfaat teknologi blockchain,” ungkap Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Blockchain Indonesia Yos Ginting.

Untuk mencapai hal tersebut, Asosiasi Blockchain Indonesia telah berencana mendaftarkan dirinya menjadi anggota KADIN Indonesia yang berdasarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1987, satu-satunya organisasi yang mewadahi dunia usaha di Indonesia.

“Era Industri 4.0, yang akan ditandai dengan meluasnya aplikasi kecerdasan buatan, robotika, teknologi nano, bioteknologi dan blockchain, perlu secara maksimal di antisipasi oleh pelaku industri,” ungkap Ketua Umum KADIN Rosan P.Roeslani.

Roselan menambahkan bahwa KADIN Indonesia akan memayungi dan memberikan pendampingan bagi Asosiasi Blockchain Indonesia dapat menjadi indikator berkembangnya ekosistem blockchain.

App Store di Iran Diblokir Apple

Pengguna iPhone di Iran menemukan bahwa mereka tak lagi dapat mengakses App Store. Tampaknya, toko aplikasi itu memang diblokir sepenuhnya di Iran, lapor Bleeping Computer.

App Store di Iran Diblokir Apple

Memang, Apple tak menjual ponsel atau membiarkan App Store diakses di Iran. Namun, masyarakat negara tersebut tetap dapat menggunakan produk Apple dengan mengimpornya dari negara lain serta mengakses App Store dengan mengakses bagian dari App Store di negara lain.

Tampaknya, Apple telah memblokir cara tersebut serta memastikan warga Iran tak lagi dapat mengakses App Store. Untuk melakukan itu, Apple memblokir semua trafik dari Iran yang mencoba mengakses App Store.

Seperti yang disebutkan oleh The Verge, masih belum diketahui mengapa Apple mendadak melakukan ini. Diduga, pemblokiran ini ada hubungannya dengan sanksi Amerika Serikat pada Iran. Apple tak membuat pernyataan resmi terkait hal ini serta mereka juga tak menjawab ketika diminta untuk berkomentar.

Jika pemblokiran ini permanen, para pemilih perangkat iOS di Iran akan harus menggunakan VPN (Virtual Private Network), membuat trafik mereka terlihat berasal dari negara lain, untuk dapat mengakses App Store. Hal ini akan membuat para pengguna iPhone serta iPad menjadi kesulitan untuk menggunakan produk Apple.

Ketika mencoba untuk mengakses App Store, para pengguna produk iOS yang ada di Iran akan mendapatkan pesan: “App Store tak tersedia di negara atau kawasan t4 kalian berada.”

Apple mulai menghapuskan aplikasi developer buatan Iran dari App Store tahun lalu. Pada Januari, mereka menghapus aplikasi yang mendukung transaksi untuk bisnis.

Pada Januari, mereka menghapus sejumlah aplikasi konsumen yang cukup populer, seperti layanan transportasi berbasis aplikasi atau aplikasi pengantar makanan.

Casing Anyar Usung Konsep Minimalis Dari Corsair Carbide 275R

Corsair kembali merilis casing PC Carbide 275R. Minimalis adalah kata yang pas agar dapat desainnya, tapi masih sangat elegan.

Casing Anyar Usung Konsep Minimalis Dari Corsair Carbide 275R

Carbide 275R hadir dalam 2 warna menarik yakni putih serta hitam. Side panel case ini menggunakan material tempered glass atau acrylic yang membuat penggunanya dapat merakit PC yang ingin memamerkan komponen di dalamnya.

Pada panel bagian atas disediakan grill yang membantu menjaga suhu. Pihak Corsair menyebutkan bahwa dibalik tampilan minimalisnya, Carbide 275R mampu menyajikan ruang yang sangat cukup agar dapat merakit dapur pacu yang maksimal.

Casing ini mendukung penggunaan motherboard ATX serta mATX. Casing ini mendukung dudukan GPU secara vertikal hingga pencahyaan yang terintegrasi. Selain itu, Carbide 275R juga mampu memuat liquid cooling dengan ukuran 360mm di bagian depan serta 240mm di bagian atas.

agar dapat menunjang itur tersebut Corsair juga sudah langsung menyediakan 2 buah fan pendingin Corsair SP120 yang didukung pilihan agar dapat m6bahnya hingga 6 unit.

Corsair juga mendesain Carbide 275R dengan 4 dudukan SSD 2,5 inci yang tersembunyi di balik motherboard serta 2 dudukan harddisk di balik penutup PSU.

Nintendo Akan Segera Merilis Super Smash Bros Tahun Ini

Super Smash Bros untuk Nintendo Switch akan diluncurkan tahun ini. Hal ini diumumkan oleh perusahaan asal Jepang itu dalam acara Nintendo Direct.

Nintendo Akan Segera Merilis Super Smash Bros Tahun Ini

Versi untuk Switch dari Super Smash Bros. akan akan menyertakan karakter dari Splatoon. Sayangnya, selain itu, Nintendo tak memberikan banyak informasi terkait game tersebut, seperti yang disebutkan oleh Polygon.

Dalam pernyataan resmi, Nintendo menyebut game itu sebagai “Nintendo Switch Super Smash Bros.” serta mengatakan bahwa game itu akan memiliki “karakter-karakter ternama seperti Mario, Link serta Inklings dari seri Splatoon”. kamu dapat melihat video teaser dari game tersebut di bawah.

Sejauh ini, Nintendo telah meluncurkan 4 game dalam franchise Smash. Pertama, mereka merilis Super Smash Bros. untuk Nintendo 64. Kemudian, Nintendo merilis Super Smash Bros. Melee untuk GameCube serta Super Smash Bros. for Wii U.

Keputusan Nintendo untuk meluncurkan Super Smash Bros. untuk Switch disambut dengan hangat tak hanya sebab Switch adalah konsol yang sempurna untuk memainkan game fighting, tapi juga sebab franchise Smash adalah game yang menyenangkan untuk dimainkan bersama.

Pembajak Layanan Premium Akan Ditindak Spotify

Spotify menindak pengguna yang menjalankan versi modifikasi dari software yang menghapus sejumlah batasan dari akun gratis. Perusahaan ini telah mengirimkan email selama beberapa hari terakhir kepada akun yang diretas tersebut.

Pembajak Layanan Premium Akan Ditindak Spotify

Dalam email, Spotify menyebut telah mendeteksi aktivitas tidak normal pada aplikasi, dan menonaktifkan akun yang dicurigai tersebut. Spotify belum menghapus akun tersebut, dan pengguna dapat mengaktifkannya kembali setelah menghapus software dan mengunduh aplikasi resmi.

Sekitar 88 juga akun terdaftar pada Spotify versi gratis, dilengkapi dengan iklan dan batasan seperti pemutaran lagu secara acak. Namun, sejumlah situs menawarkan file instalasi Spotify yang telah dibekali kemampuan unduh, menjadikan akun gratis mampu bertindak serupa akun premium.

Pengguna hanya perlu mendaftar untuk akun gratis dan kemudian mengunduh versi yang telah dimodifikasi dan memasukan informasi yang dibutuhkan. Peretasan ini tidak mengubah akun dari gratis ke premium, namun mengaktifkan sejumlah fitur akun premium seperti kemampuan melewati tanpa batas.

Hingga saat ini, masih belum tersedia informasi detil terkait jumlah akun yang telah dimodifikasi tersebut, atau dampak permasalahan ini untuk Spotify yang tengah bersiap untuk mengajukan penawaran publik awalnya.

Spotify memiliki 159 juta pengguna di seluruh dunia, dan 71 juta dari pengguna tersebut merupakan pelanggan akun premium berbayar. Meskipun demikian, Spotify dilaporkan masih mengalami kesulitan memperoleh keuntungan dari layanan miliknya.

Sebelumnya, Spotify telah memasukkan dokumen pada hari Rabu untuk IPO senilai USD1 miliar (Rp13,8 triliun). potify melakukan ini karena mereka ingin mendapatkan kucuran dana dalam jumlah besar melalui IPO.

Spotify dilaporkan bisa memiliki valuasi sekitar USD23 miliar atau sekitar Rp317 triliun. Sementara itu, pada tahun lalu, perusahaan ini melaporkan pendapatan sebesar EUR4,09 miliar (Rp68,7 triliun) dan kerugian bersih sebesar EUR1,235 miliar (Rp20,8 triliun) pada periode yang sama.