Kompetisi DOTA 2 ESL One 2018 Siap Digelar

ESL (Electronic Sports League) sebagai organisasi esport global tertua kembali menggelar pertandingan pada tanggal 26-28 Januari. Turname ESL One kali ini akan digelar di Genting, Malaysia, persisnya di Arena of Stars Resort World Genting.

Kompetisi DOTA 2 ESL One 2018 Siap Digelar

ESL One memiliki beberapa jenis turnamen yang dibagi berdasarkan game yang dipertandingkan yakni DOTA 2, CS: GO, dan Battlefield 4. Untuk turnamen yang akan berlangsung di Malaysia nanti akan menjadi laga bagi tim esport internasional untuk game game DOTA2.

Bagi Malaysia sendiri, laga ESL One Genting 2018 akan menjadi turnamen internasional DOTA 2untuk liga minor pertama mereka. Turnamen ini akan memperebutkan hadiah berupa piala ESL One dan hadiah total sebesar USD400.000 atau setara Rp5 miliar.

Dalam situs ESL One Genting 2018 disebutkan ada 16 tim profesional liga minor yang akan bertanding di laga tersebut, yang terbagi dua jalur via undangan dan babak awal.

8 tim jalur undangan tadi terdiri dari Team Secret (Eropa), Virtus Pro (Rusia), Team Liquid (Eropa), Newbee (Tiongkok), Mineski (Filipina), Evil Geniuses (Amerika Serikat), Vici Gaming (Tiongkok), dan Fnatic (Malaysia).

8 tim sisanya adalah LGD Gaming Tiongkok), VGJ Thunder (Tiongkok), Complexity (Amerika Serikat), SG E-Sports (Brasil), Penta Sports (Jerman), Planet Dog (Eropa), Natus Vincere (Ukraina), dan TNC Pro Team (Filipina).

Pertandingan penyisihan sudah dilakukan sejak tanggal 23 Januari dan hari ini, 25 Januari, akan diperoleh 8 tim peserta yang akan masuk ke tahap pertandingan playoff. Bagi kamu yang penasaran dan ingin menyaksikan secara streaming bisa langsung mengakses situs ESL One Genting 2018.

Cara Berbagi Instagram Stories

Beberapa waktu lalu Medcom.id telah membagikan cara untuk mengakses Instagram Stories yang sudah dibuat dan tersimpan secara otomatis di aplikasi Instgaram. Caranya yaitu dengan mengakses halaman Archieve Stories.

Cara Berbagi Instagram Stories

Anda mungkin belum mengetahui bahwa Instagram Stories yang pernah Anda buat dan tersimpan di fitur tersebut juga bisa diunggah ulang. Bahkan, sebelum mengunggah kembali Anda juga masih bisa memberikan tambahan untuk membuat Instagram Stories Anda menarik lagi.

Berikut Medcom.id merangkum cara untuk mengaksesnya.

1. Akses Archieve Stories di profil akun Instagram
Pertama Anda harus membuka aplikasi Instagram dari ponsel Anda. Setelah membuka aplikasi tersebut, Anda bisa langsung menuju ke halaman profil Instagram Anda sendiri. Lalu alihkan perhatian ke deretan ikon yang ada di sudut kanan atas tampilan aplikasi.

Pilih ikon dengan bentuk menyerupai lingkaran jam yang ada di deretan ikon tersebut untuk mengakses halaman Archieve Stories.

2. Pilih Instagram Stories yang ingin diunggah ulang
Dalam halaman Archieve Stories terdapat seluruh Instagram Stories yang pernah Anda buat dan tersimpan otomatis. Pilih salah satu Instagram Stories yang menurut Anda layak untuk diunggah kembali, misalnya, alasan pemilihan tersebut berdasarkan tanggal hari dan bulan yang sama di tahun lalu.

3. Pilih ikon share
Saat Instagram Stories yang Anda ingin unggah kembali sudah dipiliha maka Instagram Stories tersebut akan diputar kembali, saat proses ini berjalan pilih ikon bertuliskan share yang ada di sudut kanan bawah layar.

Maka tampilan di layar akan langsung berubah seperti tampilan saat Anda membuat Instagram Stories baru. Sebelum Anda unggah dan bagian di Instagram, Anda masih bisa menambahkan teks atau emoji lain untuk membuat Instagram Stories tersebut tambah menarik.

Iklan Baru untuk iPad Pro dan iPhone X Segera Dirilis

Apple merilis iklan baru untuk Apple iPad Pro dan iPhone X, iklan pertama yang dirilis adalah iklan iPad Pro berdurasi 15 detik. Iklan iPad Pro tersebut menampilkan gadis kecil bernama Scout, yang juga membintangi iklan tablet high-end Apple sebelumnya.

Dalam iklan sebelumnya, Scout kembali ditampilkan tengah bermain di luar ruangan bersama tablet miliknya, dan bertemu tetangga yang menanyakan aktivitas yang tengah dilakukan pada komputer miliknya tersebut.

Scout kemudian ditampilkan keheranan dengan pertanyaan terkait komputer, sebelum menampilkan kemampuannya mengendarai sepeda, dan terfokus pada Augmented Reality (AR). Hal tersebut dinilai mengindikasikan prioritas AR bagi Apple.

Di iklan terbaru ini, Scout ditampilkan telah tiba di taman dan tertarik pada sejumlah kegiatan yang dilakukan pengunjung taman. Salah satunya adalah laki-laki yang membaca koran dan menikmatinya, alih-alih menggunakan smartphone untuk mendapatkan informasi yang sama.

Fokus pada AR juga kembali ditampilkan pada iklan ini, melalui tindakan Scout menjatuhkan sofa dan meja ruang tamu di sekitar laki-laki tersebut untuk memberikan kenyamanan. Namun, tampilan itu hanya sofa dan meja dari AR.

Sementara itu, iPad Pro 2018 dirumorkan akan dibekali dengan TrueDepth Camera serupa iPhone X. Hal ini berarti Face ID juga akan tersedia di tablet high-end generasi selanjutnya. Pada iklan iPhone X dengan durasi 38 detik, Apple menampilkan Portrait Lighting sebagai fokusnya.

Menurut Apple, fitur tersebut pada model perayaan iPhone kesepuluh tersebut mampu menghadirkan foto portrait berkualitas layaknya studio profesional. Fitur ini dihadirkan dalam iklan dengan usungan tagline “Portrait in a whole new light”.

Sebelumnya, Apple secara tidak sengaja menghadirkan celah pada servernya yang memungkinkan pengguna mengakses iOS versi lama, meski dalam kurun waktu singkat. Sejumlah pengguna yang menemukannya, telah melakukan update ke sistem tersebut.

Akun Apple iCloud Lokal Akan Di Operasikan oleh Perusahaan Tiongkok

Untuk memenuhi regulasi di Tiongkok terkait komputasi awan, Apple dilaporkan memberikan izin kepada perusahaan lokal Guizhou soal Cloud Big Data (GCBD). Izin ini memungkinkan Guizhou mengoperasikan layanan Apple iCloud di Tiongkok.

Akun Apple iCloud Lokal Akan Di Operasikan oleh Perusahaan Tiongkok

Kontrak antara kedua perusahaan ini akan mulai diterapkan pada bulan Februari mendatang. Hanya meliputi akun iCloud di Tiongkok, kontrak ini tidak akan mempengaruhi akun iCloud yang terdaftar di luar wilayah salah satu negara terbesar di dunia tersebut.

Apple telah mengonfirmasi bahwa kedua perusahaan akan memiliki akses ke data yang disimpan di server cloud miliknya. GCBD merupakan perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah provinsi Guizhou di wilayah Tiongkok selatan.

Tiongkok menjadi salah satu negara yang mengharuskan perusahaan asing menyerahkan data terkait operasional di Tiongkok kepada pemerintah. Apple juga mengonfirmasi bahwa seluruh data iCloud terkait akan ditransfer mulai 28 Februari.

Menurut laporan BBC, konsumen yang tinggal di Tiongkok dan tidak bersedia menggunakan iCloud yang dioperasikan oleh GCBD memiliki opsi untuk menghapus akun iCloud mereka. Sementara itu, Apple telah mulai mengirimkan pesan kepada pengguna iCloud di wilayah Tiongkok.

Pesan Apple ini berisi pemberitahuan bahwa data yang tersimpan di iCloud, termasuk foto, video, dokumen dan backup milik konsumen harus mematuhi persyaratan dan ketentuan iCloud yang dioperasikan oleh GCBD. Sementara layanan iCloud tidak akan terpengaruh oleh perubahan tersebut.

Namun, Apple kembali menegaskan kepada pelanggannya bahwa privasi data pengguna menjadi fokus utama, baik bagi Apple, maupun bagi GCBD. Sehingga Apple dapat menjamin tidak akan ada celah keamanan yang dibuat ke sistem miliknya.

Sayangnya, meski telah mendapatkan pertanyaan terkait komitmen Apple pada privasi data, sejumlah pengguna internet di Tiongkok menyuarakan kekhawatiran mereka terkait peluang pengawasan data pengguna dan interaksi dengan pemerintah Tiongkok.

Apakah di CES 2018 HTC Vive akan Muncul ?

Unggahan di akun Twitter HTC pada hari Jumat lalu mengindikasikan bahwa versi baru headset HTC Vive VR akan diumumkan pada hari Senin besok. Unggahan tersebut mencantumkan New Year’s Resolution pada bagian atasnya.

Apakah di CES 2018 HTC Vive akan Muncul ?

HTC menampilkan kata New Year tidak fokus, sementara kata Resolution tampil dengan ketajaman yang baik. Hal ini dinilai mengindikasikan bahwa Vive baru akan memiliki resolusi layar lebih tinggi jika dibandingkan dengan versi sebelumnya.

Hari Senin merupakan waktu pembukaan ajang Consumer Electronics Show (CES) 2018 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Berbeda dengan bisnis smartphone yang mengalami kondisi tidak menyenangkan, bisnis perangkat VR HTC mengalami kondisi baik berkat headset Vive.

Setelah mengumumkan kesepakatan bernilai USD1,1 miliar (Rp14,6 triliun) dengan Google pada bulan September lalu yang menyebabkan 2.000 pegawai HTC bergabung ke Google, perusahaan asal Taiwan ini mengungkap komitmennya untuk melanjutkan pengembangan sistem Vive VR.

HTC Vive pertama kali diumumkan pada ajang MWC 2015 di Barcelona, Spanyol. Perangkat ini resmi dipasarkan dan dapat dibeli konsumen pada tanggal 5 April 2016 lalu, dan ditawarkan dengan harga sekitar USD800 (Rp10,6 juta).

Enam bulan setelah dipasarkan di pasar, HTC mengumumkan telah menjual sebanyak 14.000 unit headset Vive. HTC juga dilaporkan memperoleh keuntungan sebesar lebih dari USD112 juta (Rp1,5 triliun) dalam kurun waktu setengah tahun.

Juga pada tahun 2016, beredar speskulasi yang menyebut bahwa HTC akan memisahkan divisi VR miliknya menjadi perusahaan berbeda. Namun informasi ini kemudian dibantah oleh petinggi dari perusahaan berbasis di Xindian District, New Taipei City tersebut.

Pemkot Bandung Sediakan Gerai Pengisian Baterai Ponsel Gratis

Adopsi smartphone mengalami pertumbuhan pesat selama beberapa tahun terakhir di berbagai negara di penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Hal tersebut juga disadari oleh pemerintah kota Bandung, yang berupaya menghadirkan fasilitas pendukung aktivitas tersebut.

Pemkot Bandung Sediakan Gerai Pengisian Baterai Ponsel Gratis

Fasilitas tersebut berupa gerai pengisian daya baterai perangkat, yang telah tersedia di ruas jalan Sudirman dan beberapa titik lainnya di kota Bandung. Sejak bulan Oktober 2017 telah tersedia 19 gerai pengisian daya di ibu kota Jawa Barat ini.

Pada dua sisi gerai tersedia satu rangkaian port pengisian daya yang terdiri dari tujuh port USB. Gerai tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai lapisan tanpa perlu mengeluarkan biaya, atau gratis.

Pemerintah kota Bandung juga mengumumkan rencananya menambah jumlah gerai pengisian daya ini hingga tahun 2019, meski tidak menyebut secara rinci target jumlah gerai baru. Namun, gerai ini akan ditempatkan pada jalan raya yang ramai dilalui pejalan kaki.

“Nanti sisanya kita cicil sampai tahun depan, semua jalan-jalan utama yang dilalui orang banyak, khususnya padestrian, itu kan jalur orang berhenti ya, itu pasti kita penuhi. Ini cuma masalah dicicil,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Kehadiran gerai pengisian daya ini disambut baik masyarakat Bandung, salah satunya adalah Yasin. Warga Bandung ini mengaku kehadiran fasilitas ini sangat bermanfaat dan mempermudah masyarakat untuk mengisi daya smartphone tanpa perlu khawatir akan merepotkan lokasi tertentu, seperti pom bensin yang sebelumnya sering ditumpanginya untuk mengisi baterai perangkat.

Keputusan pemerintah kota Bandung dalam menghadirkan gerai tersebut selaras dengan hasil penelitian lembaga riset Counterpoint yang menyebut, rata-rata setengah pengguna smartphone di seluruh dunia menghabiskan waktu sekitar lima jam dalam sehari bersama ponselnya.

Tidak hanya untuk mendukung aktivitas dan memenuhi kebutuhan masyarakat terkait smartphone, kehadiran gerai pengisian daya ini juga dinilai menjadi bentuk dukungan pertimbuhan tingkat akses internet dari perangkat, yang hingga kini menjadi salah satu kontributor ekonomi terbesar di Indonesia.

Xiaomi Mi Max 3 Menggunakan Baterai 5.500 mAh

Xiaomi Mi Max 3 akan mengusung ukuran layar lebih besar jika dibandingkan dengan pendahulunya, Mi Max 2. Jika sebelumnya layar Mi Max 2 berukuran 6,4 inci, Mi Max 3 akan berbekal layar 7 inci.

Xiaomi Mi Max 3 Menggunakan Baterai 5.500 mAh

Selain itu, Xiaomi Mi Max 3 juga akan mengusung layar dengan rasio aspek 18:9, meski tetap mengusung bezel tipis serupa dua model pertama pada seri tersebut. Sejumlah pihak memperkirakan Xiaomi Mi Max 3 juga akan mengusung resolusi layar 1080×2160 FHD+.

Menurut spekulasi yang beredar, Xiaomi Mi Max 3 akan ditawarkan dalam dua varian. Salah satunya akan didukung oleh platform mobile Snapdragon 630, berbekal CPU dengan delapan inti (octa-core) dan GPU Adreno 508.

Sementara varian lainnya akan didukung oleh Snapdragon 660 dan GPU Adreno 512. Selain itu, kedua varian tersebut akan berbekal baterai 5.500 mAh.

Ponsel unggulan terbaru Xiaomi akan menyapa konsumen pada bulan Juni 2018 mendatang. Perkiraan ini mengindikasikan bahwa ponsel tersebut bukanlah penanda Xiaomi dalam kehadirannya di pasar Amerika Serikat.

Sebelumnya, eksekutif Xiaomi Wang Xian menyatakan bahwa ponsel pertama dari Xiaomi yang akan diluncurkan di Amerika Serikat merupakan model high-end. Menurut laporan tersebut, operator seluler Amerika Serikat yang terkait dalam diskusi kehadirannya adalah Verizon dan AT&T.

Menjalin kesepakatan dengan dua operator berbeda berarti Xiaomi akan membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum menghadirkan produknya di pelanggan operator seluler Amerika Serikat. Hal tersebut juga menyingkirkan prediksi bahwa Mi Max 3 menjadi ponsel pertama Xiaomi di negeri paman Sam.

Perusahaan Uber Bobol Rival Serta Politisi?

Bulan lalu, informasi yang beredar menyebut Uber memiliki unit rahasia yang ditujukan untuk mencuri rahasia perdagangan, mengawasi kompetitor, menggunakan pesan yang dapat rusak dengan sendirinya dan menghindari regulasi pemerintah.

Perusahaan Uber Bobol Rival Serta Politisi?

Tuduhan tersebut berasal dari mantan anggota tim keamanan Uber, Ric Jacobs, yang mengungkapkannya dalam dokumen sebanyak 37 halaman. Pada dokumen yang dikirimkan kepada manajemen Uber awal tahun 2017 tersebut, Jacobs menjelaskan secara terperinci perilaku curang Uber.

Sebelumnya, sebagian kecil informasi yang dituangkan pada dokumen tersebut dibacakan di pengadilan. Kini, sebagian salinan dokumen menjadi dokumen publik sebagai bagian dari litigasi yang tengah berlanjut antara Uber dan Waymo, unit kendara mandiri Alphabet.

Dokumen yang disebut sebagai Surat Jacobs telah menjadi pembicaraan terhangat saat ini terkait kasus antara dua raksasa teknologi tersebut, mengenai masa depan kendaraan nirsopir. Dokumen tersebut menambah daftar panjang riwayat masa sulit Uber pada tahun ini.

Sebelumnya, Uber harus menghadapi serangkaian skandal yang ditimbulkan perusahaannya, menyebabkan peningkatan prospek hukuman untuk Uber. Sekilas, surat Jacobs tersebut menjelaskan dengan sangat detil terkait sejumlah tindakan pelanggar hukum yang dilakukan Uber.

Jacobs menunduh bahwa unit rahasia Uber bernama Strategic Services Group (SSG) secara berkala terlibat di kericuhan dan pencurian, dan mempekerjakan vendor pihak ketiga untuk mengelola fata atau informasi tidak resmi.

Jacobs juga menuduh petugas keamanan Uber meretas dan merusak bukti terkait dengan pengawasan terhadap kelompok oposisi. Selain itu, Jacobs juga menyebut bahwa mantan CEO Uber, Travis Kalanick mengetahui hal tersebut.

Pegawai Uber lainnya, Nicholas Gicinto, bersama SSG, mengadakan operasi virtual untuk meniru identitas protester, mitra pengendara Uber, dan operator taksi.

Pegawai keamanan Uber tersebut memiliki peluang besar untuk menyembunyikan aktivitas pengawasan mereka dari pihak berwenang.

Petugas tersebut menggunakan komputer yang tidak dibeli oleh Uber yang menjalankannya via perangkat Mi-Fi, sehingga trafik tidak muncul di jaringan Uber. Tim tersebut juga disebut Jacobs, juga menggunakan jaringan publik virtual dan arsitektur non-atribusi Amazon Web Services terkontrak, untuk menyembunyikan upaya mereka.

Jacobs menyebut SSG menargetkan sejumlah pihak, termasuk politisi, regulator, badan hukum, organisasi taksi dan persatuan pekerja, yang berlokasi setidaknya di wilayah Amerika Serikat. Tim tersebut juga disebut Jacobs memanfaatkan kemampuannya untuk mendapatkan dana investasi sebesar USD3,5 juta (Rp47,5 miliar) dari investor asal Arab Saudi.

YouTube Pamer Pesaing Spotify Maret Tahun Depan?

YouTube sedang mempersiapkan diri untuk meluncurkan layanan musik streaming pada Maret tahun depan, lapor Bloomberg.

Layanan musik streaming itu akan membantu YouTube bersaing dengan Spotify dan Apple Music.

Namun, strategi ini cukup aneh, mengingat YouTube telah memiliki aplikasi Music dan juga layanan berbayar bernama YouTube Red sementara Google sendiri juga memiliki toko musik digital dan layanan streaming.

The Next Web menyebutkan, kemungkinan, alasan YouTube meluncurkan layanan ini adalah untuk mendapatkan pemasukan baru. Dalam laporan Music in the Air, Goldman Sachs menyebutkan bahwa pasar musik streaming akan tumbuh sampai USD28 miliar (Rp380 triliun) per tahun pada 2030. Tentunya, YouTube ingin menjadi bagian dari industri yang sangat besar tersebut.

Satu kelebihan yang YouTube punya adalah mereka memiliki banyak konten video yang bisa dijaidkan pelengkap dari katalog musik mereka. Hal ini bisa membedakan layanan YouTube dari pesaingnya.

Secara internal, aplikasi streaming YouTube dinamai Remix. Aplikasi ini akan menampilkan video bersamaan dengan lagu. YouTube juga disebutkan akan meminta para musisi untuk mempromosikan Remix menjelang peluncurannya.

Satu hal yang pasti, YouTube harus bisa memberikan layanan yang baik dengan aplikasi yang bisa bersaing dengan pemain lama seperti Spotify. Selain itu, mereka juga harus menyelesaikan masalah lisensi dari label rekaman dan distributor untuk mengisi katalog lagu mereka.

The Verge menyebutkan, YouTube disebutkan sudah mendapatkan perjanjian kerja sama dengan Warner Music Group sementara mereka masih berdiskusi dengan dua label rekaman besar lainnya, yaitu Sony Music Entertainment dan Universal Music Group.

Selama bertahun-tahun, industri rekaman selalu mengkritik YouTube karena tidak memberikan bayaran yang besar untuk label dan para musisi meskipun video musik merupakan salah satu jenis video yang paling popular di platform video tersebut.

YouTube juga sering mendapatkan kritik tentang pendekatan mereka yang tidak ketat ketika pengguna mengunggah video yang melanggar hak cipta musik.

Samsung Galaxy Note FE, Rasa Beda di Bodi Sama

Sempat menjadi perbincangan luas berbagai kalangan akibat keluhan pengguna terkait insiden kurang menyenangkan yang disebabkan oleh permasalahan pada baterai, Samsung akhirnya memutuskan untuk menarik kembali phablet unggulannya, Galaxy Note 7 dari pasar.

Namun, keputusan tersebut bukan untuk selamanya, sebab Samsung kembali menghadirkan Galaxy Note 7 setelah investigasi penyebab insiden kurang menyenangkan tersebut membuahkan hasil manis.

Perangkat tersebut dipasarkan dengan nama baru, yaitu Galaxy Note Fan Edition (FE), yang hadir dengan tampilan fisik serupa dengan Galaxy Note 7. Lantas apa saja yang ditawarkan Galaxy Note FE ini? Simak ulasan berikut.

Desain
Secara tampilan luar, tidak terdapat berbedaan berarti antara Samsung Galaxy Note 7 dengan Galaxy Note FE. Perangkat ini masih hadir dengan bodi bertepi berlekuk, dan slot khusus untuk stylus di bagian bawah perangkat.

Desain yang diusungnya pun terasa nyaman saat digenggam, tidak terasa licin meski menggunakan bahan mengkilat. Sayangnya, bahan yang digunakan untuk membalut layar maupun bagian belakang ponsel cerdas ini rentan menyisakan noda sidik jari saat digenggam, sehingga mudah terlihat kotor.

Untuk mengakses stylus, Anda tidak lagi perlu mencongkel dan menariknya keluar slot khusus. Stylus tersebut dapat dikeluarkan dengan menekan stylus yang terasa seperti pegas dan keluar secara otomatis dari slotnya.

Tidak hanya nyaman saat digenggam, usungan layar berukuran 5,7 inci pada ponsel ini juga mampu menghadirkan kenyamanan saat menyimpan ponsel di saku celana. Bahannya yang halus dan mulus turut membantu ponsel keluar dengan mudah dari saku pada celana yang sedikit ketat.

Selain itu, bodi perangkat ini didukung oleh sudut-sudut membulat, yang tidak hanya menghadirkan keindahan pada tampilannya, juga menghadirkan kenyamanan saat menyimpan perangkat di saku sebab tidak terasa menusuk.

Untuk urusan port dan tombol, Anda dapat menemukan tombol daya di sisi kanan atas, dan tombol volume di sisi kiri atas, sedangkan slot kartu SIM terdapat di sisi atas kiri. Port USB Type-C dapat Anda temukan di sisi bawah, diapit oleh slot stylus di sebelah kanan, serta jack audio 3,5mm dan speaker di sebelah kiri.

Hanya saja, kedua tepian pada sisi perangkat yang berlekuk menimbulkan kesan berbeda saat digenggam, dan membutuhkan waktu pembiasaan lebih lama, terutama bagi Anda yang baru beralih ke perangkat dengan desain tersebut.

Sementara itu, bagian depan perangkat juga hadir dengan tampilan elegan, berkat dukungan tombol menu Back dan Recent Apps berupa tombol sentuh kapasitif.

Kedua tombol yang mengapit tombol Home sekaligus sensor pemindai sidik jari tersebut hanya akan terlihat saat layar dalam keadaan aktif.

Software & Antarmuka
Menggunakan sistem operasi Android 7.0 Nougat, Samsung Galaxy Note FE menghadirkan suguhan antarmuka serupa dengan perangkat Samsung lainnya, terutama pada lini high-end. Secara desain tampilan, antarmuka pengguna Galaxy Note FE ini serupa dengan Galaxy S8.

Selain itu, memanfaatkan desain tepi berlekuk serupa tanpa bezel, Samsung menghadirkan fitur Edge Screen yang diwakili dengan ikon serupa plat yang sebagian kecilnya muncul di sisi kanan layar. Fitur ini menghadirkan sejumlah aplikasi yang disarankan oleh perangkat.

Selain aplikasi yang disarankan, fitur ini berguna untuk menampilkan kontak yang disarankan oleh perangkat, atau yang sering Anda hubungi via aplikasi tersebut. Fitur lain yang kembali hadir pada perangkat ini adalah Air Floating.

Fitur ini akan muncul secara otomatis akan muncul saat stylus dikeluarkan dari slot, dan menghilang saat stylus kembali dimasukan. Fitur ini akan menampilkan sejumlah aplikasi yang dapat Anda manfaatkan dengan stylus, termasuk Smart Select dan Create note.

Sementara itu, meski berlayar nyaris tanpa bezel dan berlekuk, Samsung membekali perangkat ini dengan teknologi palm-rejection saat menggunakan stylus. Hal ini memungkinkan Anda untuk menggunakan perangkat tanpa khawatir akan menyentuh tombol atau aplikasi yang tidak diinginkan.

Selain itu, Anda juga dapat menduplikasi sejumlah aplikasi, termasuk WhatsApp dan Facebook, sehingga dapat memiliki dua akun pada aplikasi tersebut pada ponsel yang sama. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu menekan aplikasi selama beberapa saat.

Menekan ikon aplikasi selama beberapa saat tersebut akan menampilkan kotak berisi opsi, salah satunya Install second app. Namun fitur ini tidak tersedia pada semua aplikasi, dan hanya tersedia pada aplikasi media sosial dan pesan instan tertentu.

Kamera dan Video
Samsung kembali membekali Galaxy Note ini dengan kamera belakang 12MP yang sama yang dapat ditemukan pada smartphone unggulan Samsung pada tahun 2016 dan 2017. Selain itu, tampilan antarmuka pada menu kamera aplikasi ini juga serupa dengan perangkat sebelumnya.

Seperti perangkat unggulan Samsung lainnya, kamera yang membekali perangkat ini cukup mampu menghadirkan hasil foto yang baik, dalam kondisi pencahayaan cukup. Namun, hasil foto kamera depan pada kondisi pencahayaan redup sedikit gelap.

Kamera belakang juga cukup mampu menghasilkan hasil foto yang cukup terang saat diprotret pada kondisi pencahayaan redup, berkat dukungan aperture sebesar F/1.7. Seperti kamera smartphone lain, meski didukung oleh Optical Image Stabilization, foto terlihat sedikit berkabut.

Noise juga sedikit terlihat pada hasil foto saat dipotret dalam kondisi pencahayaan redup, terutama pada hasil foto kamera depan. Meskipun demikian, kehadiran noise tersebut tidak mengganggu tampilan foto secara keseluruhan.

Pengalaman penggunaan kamera Galaxy Note FE yang menyenangkan juga didukung oleh kemampuan auto fokus dan shutter tanpa gangguan lag berarti. Dukungan layar berukuran luas memungkinkan untuk melihat tangkapan gambar secara lebih luas, namun tetap nyaman saat menjangkau tombol shutter.