Menpora Berharap Akan Ada Banyak Atlet Berprestasi dari Pondok Pesantren

Menteri Pemuda serta Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi berharap agar pondok pesantren dapat membisertai lahirnya atlet-atlet berprestasi. Hal tersebut dikatakan Menpora saat menghadiri acara Karnaval Budaya sekaligus memperingati hari lahir ke-33 Pondok Pesantren Asshidiqqiyah Jakarta.

Menpora Berharap Akan Ada Banyak Atlet Berprestasi dari Pondok Pesantren

“Jadi ke depan kita harap banyak atlet dari pondok pesantren, ketika dia bertanding Badminton, Taekwondo, Pencak Silat sambil dalam hatinya menghafalkan Al Quran. serta yang harus kita dukung atlet-atlet sumbernya juga dari santri pondok pesantren,” kata Menpora.

Menpora mengaku mendorong pondok pesantren agar dapat menggalakan semua kegiatan yang bermanfaat. tak hanya itu, tetapi juga mengasah kemampuan di bisertag olah raga, agar menjadi santri plus atlet berprestasi.

“Seperti yang kita ketahui banyak santri-santri di Pesantren Asshidiqqiyah yang mendulang prestasi di bisertag olahraga, kita harus terus mendukung serta mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Menpora m6bahkan, dengan banyak santri yang tumbuh menjadi atlet dapat membawa nama Indonesia semakin disegani oleh negara-negara lain.

“Olahraga itu menjadi tolak ukur sebuah bangsa itu besar, sebuah bangsa itu dapat sejajar dengan bangsa yang lain. Ini sangat sangat penitng agar dapat memadukan kekuatan fisik, kekuatan rohani, kekuatan jasmani serta kelak dari santrilah Indonesia semakin jaya di masa depan,” tambahnya.

Menpora Cari Dana Tambahan Untuk Persiapan Asian Games 2018

Menteri Pemuda dan Olahraha (Menpora) RI Imam Nahrawi akan mencari dana tambahan untuk memfasilitasi beberapa cabang olahraga (cabor) unggulan mengikuti pelatihan dan uji coba di dalam dan luar negeri. Hal itu ditempuh sebagai upaya mempersiapkan atlet jelang Asian Games 2018.

Menpora Cari Dana Tambahan Untuk Persiapan Asian Games 2018

“Saya akan berusaha mencari anggaran baru untuk mendukung beberapa cabor unggulan melakukan try out,” kata Imam, usai meninjau pelatnas cabor polo air dan renang indah di Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

Meski harus mencari dana tambahan, Imam memastikan bahwa kebutuhan dasar para atlet terpenuhi. Namun, dia tetap mengingatkan agar seluruh pengurus cabor mencari dana tambahan.

“Yang pasti, saya minta betul-betul kepada PRSI dan semua cabang olahraga bahwa yang telah dilakukan pemerintah merupakan stimulan kebutuhan dasar. Tapi kebutuhan yang lain, saya yakin pimpinan cabor mampu mencari alternatif sponsor baik itu swasta maupun lainnya,” ucap Menpora.

Dia meyakini pengurus cabor mampu mencari sponsor. Sebab, setiap cabor memiliki prestasi yang menjanjikan dan bisa dijual kepada pihak swasta. “Ini kesempatan bagi cabor menjual ke publik, menjual ke sponsor bahwa kita layak mendapatkan uang,” katanya.

Ketika ditanya apakah usulan tersebut telah disampaikan kepada seluruh cabor, Imam menjawab, sudah. Hanya tiga cabor yang belum disampaikan karena kendala masalah internal, yaitu hoki yang mengalami dualisme kepengurusan, trilomba atau triatlon, dan sambo.

“Federasi (hoki) Asia tidak mengakui FHI, sementara KOI dan KONI mengakui FHI. Ini sedang kami selesaikan. Yang jelas hoki harus bertanding. Kemudian, sambo soal administrasi, karena kita butuhkan SK dari KONI, KOI. Triatlon sama,” ujar Menpora.